
BAB 59.
Sedang kan Gilang Kini menjadi Cemas, dan Khawatir Setelah mengucap kan itu pada Anita, karna Gilang Tau Rintangan Apa yang akan Ia hadapi di depan nya, dan Gilang sadar siapa yang harus dia lawan !! saat ingin mempertahan kan Hubungan nya bersama Dengan Anita.
Dua Insan yang berada di dalam Mobil Itu sangat kelihatan Sedang berbahagia, Tak jarang mereka Tertawa Saat Memandang satu sama Lain secara Bersamaan.
"Sayang, aku gak suka kalau kamu terlalu dekat dengan Atasan mu itu !! " Ucap Gilang Tiba-tiba pada Anita.
"Tuan Mahesa ?? Tenang saja sayang, Aku bukan Tipe Wanita seperti itu, Aku tidak ada Niatan Buat cari yang lain selain kamu !! " Ucap Anita menggoda Gilang sambil mengusap Pipi Gilang dengan Lembut.
"Makasih Sayang, Aku percaya sama Kamu !! Besok Siap-siap ya ?? Besok Aku bakalan Membaut kamu dan Nara Bahagia, seharian !! " Ucap Gilang Sambil mengusap Kepala Anita lembut.
Anita terseyum Bahagia, Dan menganggukan Kepala nya.
Gilang Pun telah sampai di Depan Rumah Anita, Gilang yang akan Turun untuk membukakan Pintu Mobil Untuk Anita, Langsung di cegah Oleh Anita.
"Biar aku Buka sendiri saja !! Jangan Berlebihan seperti itu. " Ucap Anita sambil bersiap Untuk Turun dari Mobil.
"Pulang nya Hati-hati ya Sayang ?? Aku pulang dulu. Terima kasih untuk hari ini !! " Ucap Anita sambil memegang Pegangan Pintu untuk membuka nya.
Namun Gilang dengan Lembut menarik Lengan Anita dan Menatap Tidak rela, Apabila Anita harus turun dari mobil, dan meninggalkan Diri nya.
Anita memutar kan Pandangan nya ke arah Gilang. "Apa sayang ku, Hah ?? " Tanya Anita lembut.
"Masih kangen Yank !! Jangan Tinggalin aku. " Keluh Gilang seperti Anak kecil.
Anita tersenyum Simpul, Anita mendekat kan diri nya pada Gilang. Dan mengecup Lembut pipi Gilang secara bergantian.
Gilang yang candu dengan Ciuman Anita, langsung menarik tengkuk leher Anita, Untuk mengulangi Adegan di Resto tadi.
Kedua nya saling bertukar saliva dengan Buas nya, Gilang menekan Tengkuk leher Anita semakuat mungkin, Anita mengikuti permainan Gilang, yang mulai ia sukai saat ini dan seterusnya.
Saat Anita merasa sudah gak Kuat, Anita melepaskan Lum*tan Bibir nya terhadap Bibir Gilang.
Dengan Nafas yang tersengal Anita melepas kan Dekapan lengan Gilang dari tengkuk leher nya.
"Sayang, Lama-lama Bibir ku Doer loh kalau terus-terusan seperti ini !! " Kekeh Anita pada Gilang.
Gilang hanya mengusap Bibir Anita dengan Lembut oleh Tangan nya.
"Bibir ini sudah menjadi Candu Buat ku Sayang !! " Ucap Gilang masih berada dalam Rasa yang membuat nya melayang.
"Ya sudah aku Pulang dulu ya ?? Hati-hati di jalan. " Ucap Anita pada Gilang.
Mau Tidak mau Gilang harus membiarkan Anita turun dari Mobil nya, walau bagai mana pun Gilang tau bahwa Nara lebih membutuhkan Anita, walau pun sebenar nya Gilang Sangat membutuh kan Anita saat ini.
Tapi pikir Gilang, kalau terus-terusan Berdua an sama Anita, Bisa-bisa Gilang tidak sanggup lagi Untuk menahan Junior nya terlalu lama lagi.
Anita pun sudah turun dari Mobil mewah itu, Gilang akan Pergi kalau Anita sudah benar-benar Masuk ke dalam Rumah nya.
Setelah Anita tidak terlihat lagi, Gilang pun mulai Mengendalikan laju mobil nya.
Setelah Anita Tiba di dalam Kamar nya, Anita sudah mendapati Putri kecil nya sudah tertidur lelap di dalam dekapan Ibu nya.
"Terima kasih Mah, sudah menjaga Nara dengan Baik, Dan Maaf kan Mamah Nak. Karna kesenangan Mamah, Hari ini Mamah gak sempat bermain lama dengan mu. Tapi Mamah janji besok Mamah akan membawa mu Pergi untuk Berjalan-jalan ya sayang ?? " Ucap Anita sambil Menatap Bahagia, Pada Kedua Wajah yang sangat Berarti dalam Hidup nya.
Malam pun berlalu, Kebahagiaan malam itu menyelimuti Dua Insan yang sedang tertidur lelap, Di tempat yang berbeda. Namun hati dan pikiran nya Sangat lah sama.
Di pagi hari Anita Sudah Bersiap dengan Nara, Anita sudah memberitahukan pada kedua Orang tua nya kalau hari itu Anita akan membawa Nara Untuk ke Rumah sakit.
Anita merasa Terlalu dini untuk memberitahukan Hubungan nya bersama Dengan Gilang, pada Kedua Orang tua nya, mengingat Hubungan nya baru Berjalan terlalu lama.
Anita sudah siap dengan Dandanan Sederhana nya, Anita menggunakan Pakaian Terusan selutut, dengan Full kancing di bagian Depan nya, Warna Baju Anita senada dengan Baju yang di kenakan Oleh Nara.
Anita memang Tidak terlihat seperti Wanita yang sudah memiliki Seorang Anak, Anita terlihat Masih seperti Gadis remaja pada Umum nya.
Anita yang sudah menerima Kabar bahwa Gilang akan segera Sampai.
Langsung Berjalan mendekati Pagar Besi rumah nya, dan menunggu nya di sana.
Nara sangat kelihatan Lucu dan menggemas kan.
Anita memang sedikit kerepotan karna harus menggendong Nara dan Tas Yang ia bawa.
Terlihat lah Mobil yang Ia lihat tadi malam, Anita bersemangat karna Hari ini Anita akan mengenal kan Nara pada Gilang. dengan harapan Gilang bisa membuat Nara merasa nyaman dengan nya.
Berhentilah Mobil itu di depan Mata nya.
Terpangpang lah Dengan Jelas Wajah Lelaki yang membuat nya di mabuk kepayang, Dengan Cepat Gilang turun dari mobil nya, dan menghampiri Anita.
Namun Saat Gilang turun dari kemudi nya. Anita di kejutkan dengan seorang wanita muda yang mengikut di belakang Gilang.
"Siapa Dia ?? " Tanya Heran Anita dalam hati nya.
"Jangan Bingung begitu sayang, kenal kan Dia Mirna !! dia seorang baby sitter yang aku bawa. Untuk membantu mu menjaga Nara saat di Rumah sakit nanti. " jelas Gilang pada Anita.
Anita tidak percaya akan Hal terkecil ini, Gilang sampai memikirkan nya sampai sejauh ini, Gilang sangat perhatian dan pengertian pada Anita.
Bukan nya Gilang tidak mau membantu Anita untuk menjaga Nara, Namun Gilang takut akan salah dalam menjaga Nara atau pun menggendong Nara. Karna Sungguh Gilang belum pernah Menggendong seorang Anak kecil, Apa lagi seorang Balita seperti Nara.
"Ya Ampun sayang, Sebaik nya Tidak Usah berlebihan seperti ini, Aku bisa Ko !! " Ucap Anita tidak Enak pada Gilang.
"Sudah lah sayang, jangan Tidak enak seperti itu pada ku, Aku bisa melakukan Apa aja demi kamu dan Nara !! " Jawab Gilang menyapu Bersih ke tidak enakan Dalam hati Anita pada nya.
"Seperti nya aku memang Tertipu dengan Seorang Gojek Palsu seperti mu, Siapa kau sebenar nya ?? " Ujar Anita berbisik pada Gilang.
"Nanti akan aku jelas kan sayang, Aku tidak bermaksud untuk membohongi mu !! aku janji Nanti akan menjelas kan nya pada mu, Tapi tidak sekarang, Aku kasian Pada Nara kalau harus terlalu lama berdiri di Luar seperti ini." Ujar Gilang sambil mengusap Pipi Lembut Nara dengan penuh kasih sayang.
"Mir tolong bawa Nara ke dalam Mobil ya ??" Titah Gilang pada Baby Sister itu.
"Baik Den !! " Jawab Mirna pada Tuan nya.
"Mari Non, Biar saya yang Gendong !! Jangan Khawatir Non, saya sudah biasa menjaga Anak kecil Bahkan saya sudah Biasa mengurusi Anak yang baru lahir. " Jelas Mirna, karna melihat Raut Wajah Anita merasa khawatir dan Tidak Percaya.
"Tidak Usah Mba, Biar saya saja yang Gendong !! " Tolak Anita dengan Lembut.
"Tapi Non, saya di bayar oleh Den Gilang untuk membantu Non, Jadi tolong percaya sama saya Ya Non !! " Jawab Mirna dengan Lirih.
Anita jadi Percaya pada Mirna untuk mengambil Alih Nara dari gendongan nya.
"Ya sudah saya percaya sama Kamu Mba, Jangan Khawatir ya !! Kalau Den Gilang ini tidak membayar mu dengan Baik, kamu Laporan pada saya, biar nanti saya jewer telinga nya nya !! " Canda Anita pada Mirna, sehingga membuat Mirna tersenyum malu tak berani melihat Wajah Tuan nya.
Mirna Dengan Hati-hati mengambil Nara dengan Lembut. " Iih lucu nya Nak. " Puji Mirna pada Nara. " Cantik Non, seperti Ibu nya. " Sambung Mirna memuji kecantikan Nara dan Anita.
Anita hanya tersenyum saat Mirna memuji kecantikan Diri nya.
Mereka Pun segera berangkat ke tempat tujuan pertama Mereka yaitu Rumah sakit.