
BAB 103.
Mahesa menarik wajah Anita untuk menatap nya. " A-aku Sayang sama Tu-tuan maksud saya Mas. Ta-tapi !! " Jawab Anita gugup.
"Mas akan membantu kamu, untuk meyakinkan perasaan kamu terhadap Mas. " Sambung Mahesa, berhasil membuat Anita terharu.
"Tapi Mas, A-aku ini dalam kondisi ingin melupakan, aku takut menyakiti mu Mas !! " Jawab Anita, terus terang.
"Karna itu aku ragu, untuk menjawab ungkapan Mas tadi !! dan Mas juga tau, aku ini seorang Janda, yang sudah mempunyai anak. " Sambung Anita kembali.
"Aku tau Ann, berat bagi seseorang untuk mencintai atau bahkan melupakan Orang yang telah kita cintai, lalu harus mendapatkan perpisahan. Mas paham tentang itu !! Mas hanya ingin kamu tau, Mas mendekati kamu bukan semata-mata Mas butuh tenaga dan pikiran kamu untuk perusahaan ini, tapi Mas juga butuh kamu untuk mengisi hidup Mas dan tentu nya itu bersama dengan Nara. " Jelas Mahesa, mulai membaik namun masih berkeringat dingin.
"Tapi bagaiman dengan Tuan Rama Mas, apa kita sembunyikan dulu tentang ini pada Tuan Rama ?? Sungguh aku tidak berani Mas. " Ucap Anita cemas.
Tuan Mahesa tersenyum. " Sekarang bilang, apa saja yang membuat mu takut, Ayo cepat katakan ?? Mas akan lawan rasa takut kamu. Lihat Mas berdiri sekarang ini, dan alasan Mas kuat itu sekarang ini hanya lah kamu, dan demi kamu. dan kamu harus yakin itu. Mas mencintai kamu bukan hanya Rasa tapi Bukti. Ingat tanamkan di dalam diri kamu Ann, jika kamu benar-benar Sayang sama Mas, ingat tanam kan. Kita hanya bisa di pisahkan oleh Maut. Kita ini sudah sama-sama Dewasa bukan ?? kita dekat untuk tujuan ke jenjang yang lebih serius, dengan itu Ayo bangkit Mas akn selalu ada bersama mu !! " Ujar Mahesa, bersikap seperti lebih dewasa dari umur dan wajah nya. Sehingga Anita merasa tenang mendengar nya.
Anita merasa memiliki pelindung saat ini, Anita meneteskan Air mata. Air mata yang Anita keluarkan adalah Air mata bahagia. dan tentu nya Anita tidak percaya, karna untuk kesekian kali nya Anita di kelilingi oleh Orang-orang yang baik.
Tuan Mahesa mengusap Air mata Anita. " Apa Mas, yang menyebabkan Air mata ini jatuh ?? " Ujar Mahesa menatap sendu pada mata Anita.
Anita terus meneteskan Air mata nya, karna bingung harus menjawab apa, Anita hanya terdiam, Anita selalu bertanya dalam hati nya. " Apa aku ini mimpi ?? Jika benar ini mimpi, tolong cepat bangun kan aku. " Ujar Anita dalam hati nya.
Tuan Mahesa semakin mendekat pada posisi Anita duduk, Mahesa segera merangkul Anita dan menarik nya agar mendekat pada dekapan nya, Aroma tubuh Khas Mahesa kini tidak asing lagi bagi Anita, Anita sangat menyukai aroma khas itu. Dan mungkin itu akan menjadi candu bagi nya.
"Kamu gak usah pikirin Orang tua aku Ann, justru mereka akan berterima kasih pada mu, karna dirimu, Anak mereka bisa bangkit kembali dari masa lalu nya. Sungguh aku sangat tulus pada mu Ann. " Ucap Mahesa.
"Mas, sudah terlalu banyak bicara !! sekarang Mas minum obat, setelah itu istirahat. Biar kerjaan aku yang urus. " Ucap Anita, bertinggah Seolah-olah Mahesa adalah anak nya yang sedang sakit.
Tuan Mahesa menurut saja, saat satu butir obat sudah di sodorkan oleh Anita pada mulut nya.
Saat Anita berdiri dan ingin membereskan sisa makanan Tuan Mahesa, lengan Anita di tarik oleh Mahesa.
Sehingga kini Anita terduduk di lahunan Mahesa. Anita berusaha untuk lepas dari dekapan lengan Mahesa, namun dekapan tangan itu sangat lah kuat.
"Kita tidak melakukan Apa-apa. Emang nya apa yang sedang kita lakukan ?? Aku hanya ingin memastikan nya saja, mulai hari ini. Kamu resmi menjadi kekasih ku. Dan ingat kita mempunyai komitmen, untuk saling percaya. Dan berusaha agar kita Sama-sama bisa menuju ke jenjang yang lebih serius lagi. " Bisik Mahesa.
Anita tersenyum, dan mengecup kening Tuan Mahesa, "Iya Mas, ingat kan aku jika aku berbuat salah, Mudah-mudahan apa yang kita harapkan secepat nya terwujud. Terima kasih sudah menerima aku Apa ada nya. Dan menerima Nara juga. Dan Maaf kan jika aku belum bisa menjadi apa yang kamu harap kan. " Jawab Anita sambil membenarkan anak rambut Tuan Mahesa.
"Aku akan membantu mu, untuk melupakan semua tentang diri nya, sama hal nya dengan ku. aku bisa melupakan masa lalu ku, dan itu karna diri mu. " Sambung Mahesa, meyakinkan perasaaan Anita.
"Ya sudah, biarkan aku pergi Mas. Masih banyak yang harus aku kerjakan. Mas istirahat saja, " Ujar Anita, sambil mengelus lengan Mahesa.
"Mas sudah baikan ko Ann, Mas juga masih banyak kerjaan, Mas akan selesaikan dulu pekerjaan Mas. Setelah itu istirahat !! " Jawab Mahesa, terus membandel.
"Kerjaan biar aku yang urus, nanti Mas tinggal tanda tangan saja. Aku mau nya Mas istirahat titik !! " Jawab Anita, mencoba bangkit dengan keras. namun tetap saja selalu kalah dari lengan Mahesa.
Mahesa mengecup kening Anita, bahkan lebih dari satu kali.
"Mas, sudah-sudah. Lama-lama wajah ku bisa basah karna kecupan mu !! " Gerutu Anita, dengan senyuman malu nya.
"Kau sudah mengecup kening ku dua kali, nah aku harus lebih mengecup kening mu, dari dua kali. Terima kasih karna pada malam dimana aku sedang ketiduran di Sofa Rumah sakit, kamu meninggalkan kecupan yang selalu membekas sampai saat ini. " Ujar Mahesa.
"Oh ... hehe, Ma-maaf Mas A-aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada mu, tapi aku malah mengecup kening mu, dan aku tidak tahu kalau itu menyisakan bekas, aku tidak memperhatikan nya !! " Jawab Anita, sambil mengingat nya kembali.
Mahesa memperhatikan Anita saat berbicara, Mahesa tidak menyangka bahwa keinginan nya yang sempat di anggap tidak mungkin, kini akhir nya menjadi mungkin. Walau pun masih dalam tahap pendekatan, Mahesa harus meyakinkan bahwa Anita lah jodoh diri nya. Dan kini Mahesa harus memperjuangkan Anita terus sampai Maut memisahkan mereka, itu janji Mahesa pada Anita.
"Kenapa kau harus minta Maaf Sayang !! Justru kecupan itu yang membuat ku, semakin tidak mau jauh dari mu. " Ucap Mahesa, malah meminta di kecup kembali.
Anita semakin salah tingkah, saat Tuan Mahesa memanggil nya dengan sebutan Sayang, dan itu untuk pertama kali nya. "Kalau begini, kapan pekerjaan kita akan selesai Mas. Apa kita akan lembur hari ini ?? "
"Boleh, kita lembur hari ini ya ?? " Ajak Mahesa pada Anita.
"Mas, kita bisa mengerjakan pekerjaan nya sekarang !! Ngapain harus lembur !! mau mengerjakan apa, memang ?? Kalau aku lembur, Nara kasihan Mas !! " Ujar Anita, bisa membuat Mahesa paham.
Mahesa tau kalau Nara lebih membutuhkan Anita. Mahesa harus menerima jika diri nya sudah mencintai Wanita yang berstatus sebagai Seorang janda anak satu.