Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Tanda tanya.


BAB 27.


"Apa yang kamu katakan Nak ?? Apa kamu Tau, itu ucapan yang tidak boleh di katakan Oleh Istri mana pun. " Ucap Ibu Yuli mulai tegas.


"Apa yang Ibu mu katakan, Memang betul Nak !! Perceraian itu memang tidak di sukai oleh Alloh, Apa lagi ini kamu yang menginginkan nya !! Apa lagi sudah Ada Nara di antara kalian." Pak Wisnu membenarkan perkataan Istri nya.


"Tapi Pah, Anita sudah tidak mau meneruskan ikatan ini dengan Rey. Mah tolong bantu Aku. Aku mohon Mah !! " Anita menangis meminta pertolongan pada Orang tua nya.


"Coba Kamu ceritakan Dari awal permasalahan kamu dengan Suami mu itu. " Tegas Pak Wisnu pada Anita.


"Pah, Apa menurut Papah dan Mamah apabila Rey sudah mengkhianati Hubungan kita, Apa aku masih pantas mempertahan kan nya ?? Aku melihat dengan Mata kepala aku Pah, Mah kalau Rey sudah berani bermain Gila dengan Wanita lain di belakang ku. jadi menurut Mamah sama Papah, Aku bisa melupakan kejadian itu ?? jika Mamah dan Papah, melarang aku untuk berpisah dengan Rey !! mohon Maaf Pah, Mah aku tidak bisa.


Aku lebih baik membesarkan Nara Seorang diri tanpa ada campur tangan Dari Rey !! " Ucap Anita sambil menatap kosong ke arah Depan, tanpa melihat Ayah dan Ibu nya.


Kedua telapak Tangan Pak Wisnu sudah Membulat dengan sempurna, Andai saja Rey ada di hadapan nya. Pasti Rey sudah mencicipi Sensasi dari Bulatan tangan itu.


Pak Wisnu tidak menjawab Apa pun tentang Perkataan yang keluar dari Anita, Pak Wisnu tidak habis pikir pada Rey, Rey yang kelihatan nya Lugu ternyata dapat melakukan hal menjijikan seperti itu.


Ibu Yuli yang sudah tau tentang Sifat Suami nya itu, kini mulai gencar untuk mencari cara supaya suasana tidak memanas.


"Nak, Papah dan juga Mamah memang tidak suka apabila kamu harus gagal dalam membina Rumah tangga. Tapi Apa bila cobaan ini harus membuat kamu berpisah dengan Rey, kami tidak bisa memaksa !! karna kamu yang menjalankan nya dan kamu yang merasakan nya. Tenang kan lah diri mu dulu Nak, Sekarang Istirahat lah. " Ujar Ibu Yuli lembut pada Anita.


Anita pun menuruti perkataan Ibu nya, Anita ingin segera membersihkan diri nya, dan berbaring di sisi Nara dan memberikan nya Asi, yang kini sudah mulai penuh membasahi Pakaian dalam Anita.


...****************...


Sementara Gilang yang menunggu kedatangan Pak joko, mulai resah di buat nya.


Gilang yang menyuruh Pak joko, untuk segera datang kerumah nya belum juga menunjukan batang Hidung nya.


Orang yang di tunggu Gilang pun ternyata Sudah hadir di depan mata.


"Ma-maaf Den menunggu lama, tadi jalanan Macet. " Ucap Pak Joko dengan suara meyakinkan.


"Ya Sudah Pak tidak Apa-apa, Bagaimana Pak ?? " Tanya Gilang, sambil menuntut sesuatu dari Pak Joko


"Ini Den, Alamat terakhir saya mengantar kan Wanita itu. " Pak Joko menyerahkan sebuah Kertas yang tertulis 2 alamat yang berbeda.


"Terima kasih Pak. " Ucap Gilang pada Pak Joko.


"Sebenar nya siapa sih Den, Wanita itu ?? " Tanya Pak Joko Ragu namun sangat penasaran.


"Bpk mau tau Siapa dia ?? " Hardik Gilang pada Pak Joko dengan kesal.


"Ti-tidak Den, kalau begitu Saya ..... " Pak joko berniat pamit pada Gilang, Namun suara Panggilan dari dalam Rumah menghentikan Ucapan Pak joko pada Gilang.


"Sayang !!!! " Terdengar Suara Wanita Dari dalam memanggil Gilang dengan Manja.


Gilang Buru-buru mengantongi kertas itu dengan cepat.


Sementara Pak joko masih mematung di tempat nya, "Siapa dia, setau ku Den Gilang tinggal di Rumah ini hanya seorang diri. " Gumam Pak joko dalam hati nya Penasaran.


"Ehm ... urusan Bpk di sini, sudah selesai. Jadi Bpk boleh pergi. dan Ingat jangan cerita ke Papah soal kejadian Hari ini dan Yang Bpk dengar barusan, Kalau Papah sampai tau, saja akan cepat menemui Pak Joko." Ancam Gilang serius pada Pak Joko, Hingga Pak Joko dengan cepat meninggalkan Rumah Gilang dengan Ter Buru-buru.


"Den .. Den, Den Gilang dari dulu sampai sekarang tetap saja seperti itu !! " Dengus Pak Joko sambil memasuki Mobil Taxi nya dan pergi meninggalkan Rumah Gilang.


"Apapun yang Den Gilang akan lakukan, Mudah-mudahan itu tidak merugikan Diri nya sendiri, Tapi Apa pun itu. Aku sangat bersyukur Karna Hari ini aku di bebas kan dari setoran yang harus aku bayar. " Sambung Pak Joko dalam mobil itu.