
BAB 113.
Anita hanya memeluk Tubuh Mahesa, dan Mahesa pun memeluk erat tubuh Anita.
Beberapa menit Anita dan Mahesa menumpahkan rasa cinta yang mereka miliki satu sama lain, dan kedua nya memutuskan untuk beristirahat di kamar Masing-masing, sebelum acara pesta itu di mulai.
Anita terbangun dari Istirahat nya, melihat di sekeliling Anita sesikit Amnesia, Anita lupa kalau diri nya kini sedang berada di Kamar hotel.
Anita menarik nafas nya perlahan lalu membuang nya dengan lembut, Anita meihat Jam yang tertempel di dinding kamar hotel nya, Anita melihat sudah pukul 4 sore.
Anita bergegas Mandi karna harus bersiap, untuk menghadiri undangan pesta dari Mantan terindah nya itu.
Anita sangan ringan sekeli serasa tidak ada beban, walau pun Anita sadar bahwa seharus nya dia sakit hati karna harus menyaksikan pernikahan antara Gilang dan juga Glenka.
Tapi ya sudah lah, Anita tidak mau mengecewakan Tuan Mahesa, karna bagaimana pun jika Anita masih berlarrut dalam kesedihan, Anita sama saja tidak menghargai waktu dan usaha yang di korbankan oleh Tuan Mahesa untuk diri nya.
Anita pun sudah selesai membersihkan badan nya, dan kink Anita sudah siap untuk mempercantik diri nya, namun Anita tidak mau ber dandan mewah, Anita ingin semua nya Natural.
Anita duduk di meja Rias yang sudah di siap kan, namun saat Anita ingin memulai aksi nya, Suara pintu kamar nya terketuk tanda ada yang datang.
Anita mengerutkan dahi nya, Anita bingung siapa yang datang, jika itu Tuan Mahesa Anita panik, karna Anita belum siap sama sekali.
Anita dengan tidak percaya diri membuka secara perlahan pintu itu, dan ketika Anita sudah bisa melihat siapa yang datang, Anita merasa lega dan tenang.
"Sore Nona ?? " Ucap sapa dari tiga wanita yang berada di depan nya itu.
Anita tersenyum kaku, karna melihat tiga Wanita itu berpakaian sama, dan membawa beberapa kotak dan yang lain nya membawa bungkusan Pakaian yang sudah terlihat rapih.
"I-iya Sore, Ada perlu apa ya ?? Apa kalian tidak salah kamar ?? " Ucap Anita bingung.
"Oh ... tidak Nona, kami Team yang akan merias Nona, kami di utus oleh Tuan Mahesa, maka dari itu kami datang kesini. " Ucap salah satu dari wanita itu.
"Ya ampun Mas, pake Repot-repot segala. " Gumam Anita dalam hati nya.
"Oh ... begitu, baik lah silahkan masuk !! Maaf saya sudah membuat kalian lama berdiri di luar. " Ucap Anita dengan senyuman ramah nya.
"Tidak Apa-apa Nona. " Jawab para wanita itu, dengan senyuman ramah pula.
Tiba-tiba suara bisikan dapat Anita dengar dari salah satu Wanita perias itu.
"Masih kalah ya cantik nya, sama mendiang Nona Mey. " Bisik salah satu wanita itu.
"Husttt ... " Jawab salah satu rekan nya.
Anita mulai tidak nyaman karna tidak enak hati, saat mendengar pernyataan dari salah satu perias itu, Anita paling tidak suka jika ia di bandingkan dengan siapa pun, apalagi dengan mantan Tuan Mahesa.
Mood Anita kini sedang tidak bagus, namun Anita harus tetap terlihat sopan karna tidak mau memberikan kesan tidam enak kepada para perias itu.
Namun sungguh Anita tidak ingin berlama-lama untuk melihat ke tiga perias itu berada di dalam kamar hotel nya.
Anita meminta untuk di rias sederhana saja, tanpa berlebihan karna itu akan mempersingkat waktu untuk mereka segera pergi dari hadapan Anita.
Riasan deni riasan Anita dapatkan di wajah nya yang putih nan mulus itu, Tidak ada Pori-pori satu pun yang terlihat dari wajah Anita.
Saat Anita sudah keluar dan sudah mengenakan pakaian pesta nya. Semua mata perias itu tidak berkedip sekali pun, melihat kecantikan yang di balut kesederhanaan namun tetap elegan yang di pancarkan oleh tubuh Anita.
"Apa sudah selesai ?? " Ucap Anita membuyarkan lamunan ke tiga Perias itu.
"Su-sudah Nona, Anda sangat terlihat sempurna Nona, tidak salah jika Tuan Mahesa memilih anda sebagai pendamping nya. " Ucap kagum salah satu perias itu.
Anita tersenyum malas, saat mendengar pujian itu dan Anita mengucapkan terima kasih, meskipun Anita sangat malas dan Mood nya sudah terlanjur rusak dari awal di rias tadi.
"Gila !! tu perias harus menghabiskan waktu Sampai 2 jam lebih, hanya untuk merias se simple ini. " Gerutu Anita sambil melihat penampilan nya di depan cermin.
Tapi Anita merasa cocok dengan sentuhan Riasan yang dia dapat, tidak terlalu mewah dan juga tidak ribet.
Saat Ke tiga perias itu keluar dari kamar Anita, Ternyata sudah ada Tuan Mahesa.
Salh satu perias itu memberikan kode pada Tuan Mahesa, kalau semua nya sudah beres dan oke. Mahesa mengerti lalu Mahesa masuk ke dalam kamar Anita.
Mahesa melihat Anita sedang duduk di kursi rias nya, dengan tertunduk di depan cermin, sampai Anita tidak sadar jika Tuan Mahesa sedang berada di belakang nya.
Mahesa melihat Anita sangat cantik, namun kecantikan Anita belum sempurna. Karna Mahesa melihat Wanita cantik nya itu sedang murung di depan cermin.
Tuan Mahesa membungkukkan badan nya agar sejajar dengan pundak Anita yang sedang terduduk dari arah belakang.
"Wow ... cantik sekali wahai Nona Mahes. " Mahesa memuji kecantikan Anita.
Anita terkejut lalu wajah nya terangkat dan melihat cermin. Anita tersenyum tipis di depan cermin itu, tanpa melihat Mahesa.
"Tapi sayang, Mas melihat garisan tidak enak di wajah mu ?? Ada ap ?? Apa kau tidak suka ?? " Ucap Mahesa sambil memeluk leher Anita yang jenjang itu.
Anita menggelengkan kepala nya.
"Lalu ?? Emmm ... Apa mereka mengatakan sesuatu, Sampai-sampai Mood Wanita ku ini rusak !! " Bisik Mahesa sambil mengecup pangkal rambut Anita.
Anita beranjak dari duduk nya, Lalu menghadap kan badan nya pada Tuan Mahesa. Anita membenarkan kerah baju Tuan Mahesa yang belum rapih.
"Emm ... Apa kita berangkat sekarang Mas ?? " Anita tidak ingin membahas kekesalan hati nya saat itu, dan lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan tentang peetanyaan Tuan Mahesa tadi.
Mahesa menatap dalam Anita, Saat Anita ingin melangkah dan menjauh dari hadapan Mahesa, Tuan Mahesa dengan cepat menarik pinggang Anita, sehingga tubuh mungil Anita menempel di tubuh kekar Tuan Mahesa.
Tuan Mahesa memeluk Anita, karna Mahesa yakin para perias itu membicarakan hal yang tidak enak tentang Anita, sehingga Anita mendengar nya.
"Sayang, tidak usah khawatir !! Mas mau nya kamu, bukan yang lain !! Kamu sangat sempurna di mata Mas, tidak ada yang lain, sungguh Sayang Mas meras beruntung bisa dekat dengan diri mu, dan Mas ingin memiliki mu secepat nya. Jangan sedih ya !! Mas sangt Sayang pada mu. " Ucap Tuan Mahesa, mempu membangkitkan senyuman Anita seperti semula di wajah nya.
Anita memeluk erat Tuan Mahesa, dan hanya mengucapkan satu kalimat yang penuh dengan Arti dan Makna. " Terima kasih Sayang !! "
Tuan Mahesa dan Anita berpenampilan sangat sederhana namun mampu menyulap semua mata yang terlihat kagum akan Pancaran aura dari Anita maupun Tuan Mahesa.