
"Huhh ... Untung istri ku tidak curiga dan banyak tanya. " Syukur Mahesa saat menghubungi Anita.
Saat Mahesa akan memulai aktifitas nya, ponsel ia berbunyi tanda ada pesan masuk.
Ternyata pesan itu dari Amel.
"Thanks sayang atas semalam tadi. " Isi pesan dari Amel.
Mahesa tersenyum dan rasa bersalah nya hilang seketika.
Dan Anita menenangkan hati nya, entah pada siapa ia harus berbicara. Dan harus pada siapa ia meminta tolong untuk mencari tahu kecurigaan nya itu, saat itu Anita masih buntu belum menemukan jawaban pada siapa ia harus meminta tolong.
Hari itu Anita tidak banyak beraktivitas, Hinga sore pun menjelang.
Semua pekerja kantor sudah mulai bersiap-siap untuk berhenti dari aktivitas pekerjaan nya, semua sudah bersiap untuk pulang. Begitu pun dengan Tuan Mahesa.
Saat di jam pulang, Mahesa mendapatkan sambungan Tlp. Sambungan Tlp itu dari Amel.
"Iya ada apa Mel ? " Ucap Mahesa saat mengangkat sambungan Tlp itu.
"Pulang kemana Sayang ? " Tanya Amel.
Mahesa langsung mencari tempat sepi untuk menjawab pertanyaan Amel.
"Mel tolong jangan hubungi saya saat saya sedang bersama dengan Anita, kamu sudah paham kan ? tidak perlu saya jelaskan lagi kan ? " Jawab Mahesa.
"Hahahahaha ... iya sayang tenang, tapi ingat ya harus ada waktu untuk diri ku ! " Ujar Amel.
"Iya ... iya nanti aku usahakan. " Jawab Mahesa lalu menutup sambungan Tlp nya.
Mahesa menghapus semua pesan dan daftar panggilan masuk dari ponsel nya, dan menggelengkan kepala nya.
Mahesa masuk ke dalam mobil nya, dan menyuruh sopir pribadi nya untuk segera menjalankan laju kendaraam nya.
"Emmm ... Pak, tolong jangan cerita pada istri saya jika kemarin saya keluar dari kantor. " Ucap Mahesa memerintahkan itu pada sopir pribadinya.
"Kenapa Tuan ? saya rasa ada yang aneh, saya rasa Tuan sedang menyembunyikan sesuatu, tidak seperti biasa nya. " Gumam Sopir pribadi Mahesa dalam hati nya, namun ia tak berani mengutarakan nya.
Ia terus melajukan kendaraan nya dengan sangat hati-hati, hingga akhir nya ia sampai di pelataran rumah Tuan nya, ia turun lalu membukakan pintu mobil untuk Tuan nya.
"Silahkan Tuan . " Ucap sopir itu sopan.
Tanpa di duga Tuan Mahesa menyelipkan beberapa uang kertas pada saku kemaja pak sopir itu.
"Ingat ya Pak, apa yang saya perintahkan tadi. " ucap pelan Tuan Mahesa.
Ternyata Mahesa memberikan uang sogokan Paka sopir nya.
"Ya ampun, Tuan Mahesa sampai memberikan ku uang ini. Hanya Karna takut aku akan mengatakan nya pada Nyonya, ada apa ini ! " Ucap Pak sopir dalam hati nya bingung.
Anita menyadari jika suami nya itu sudah pulang, Anita mencoba bersikap biasa saja seperti biasa nya.
Anita menyambut Mahesa di pintu depan, membawa tas kerja nya dan mengecup punggung tangan Mahesa.
Mahesa menjadi lega karna tidak ada perubahan sikap dari Anita pada diri nya.
"Sayang, bagaimana dengan pemeriksaan nya kemarin ? " Tanya Mahesa basa-basi.
" Hahh ... emmm pemeriksaan kemarin ? emmm baik ko Mas, bayi nya sehat. " Jawab Anita tanpa melihat wajah Mahesa.
Anita enggan melihat wajah suami nya itu, entah kenapa mungkin Anita sudah mempunyai pirasat yang tidak baik tentang suami nya.
Anita mendampingi Mahesa untuk masuk ke dalam kamar pribadi mereka, satu demi satu anak tangga mereka pijaki bersama, namun Anita tidak banyak bicara.
Saat di dalam kamar Mahesa meminta Anita untuk menyiapkan air hangat untuk membersihkan diri nya.
Dan Anita pun menjawab. " Sudah Mas, air hangat sudah aku siap kan ! " Anita tersenyum lalu membuang muka nya saat melirik Mahesa.
Istri yang sudah tahu kebutuhan suami nya, tanpa di minta Anita sudah mengerti.