
Putri Ye QingYang hanya melirik kecil Yun Zhou yang duduk di sebelahnya. Rasa malu menusuk hingga ke dalam hati seperti baja yang menumbuhkan bunga-bunga Indah disetiap lubang-lubang tusukan. Wajahnya merona merah, sesiapa yang melihat kecantikan itu pasti merasa jantung mereka akan jatuh namun mereka sedar bahawa sosok yang berada di sisi Putri bukanlah orang biasa sehingga kan mampu menundukkan seorang Kepala Sekte dari Sekte Besar aliran putih Kekaisaran Jia.
"Putri! apakah putri tidak merasa enak badan? "
"............."Tuan putri tidak mampu untuk menjawab dan hanya menggeleng kan kepalanya sahaja. Awalnya mungkin dia mampu untuk melihat wajah Yun Zhou dan berbicara dengannya namun apabila perasaan nya telah tumbuh matang dan bila-bila masa saja bisa dipetik, dia tiba-tiba kehilangan kekuatan untuk melihat wajah Yun Zhou apalagi berbicara dengannya.
Yang Mulia Kaisar Ye Shuan hanya melihat tingkah laku putri kesayangannya dengan tawa kecil saja. Di dalam hatinya dia juga berharap agar putrinya itu berjaya menaklukkan hati Yun Zhou namun apabila dia melihat putrinya sekali lagi dia sedar bahawa ada halangan yang terbesar buat putrinya melangkah maju. Iaitu perasaan nya sendiri.
"Saudara Yun Cheng, aku pikir kita perlu berbicara tentang sesuatu sebentar. "
"Baiklah, Yang Mulia. "
"Ah, saudara tidak perlu memanggil ku sebegitu, aku sebenarnya tertarik untuk menikah kan putriku dengan putra mu Yun Zhou tapi aku takut Yun Zhou akan menolaknya. "
"Hmmmppp. "
Keduanya terdiam begitu juga yang lain sehinggalah perjamuan selesai dan semua tetamu telah pun pulang kecuali Klan Yun. Kaisar begitu menginginkan Yun Zhou untuk menjadi menantunya tetapi dia sedar bahawa Cinta itu tidak boleh dipaksakan.
..................
Setelah perjamuan selesai Putri Ye QingYang menjadi semakin rapat dengan Yun Qing Tan, Yun Feng2, dan juga ibu Yun Zhou. Mereka semua sedar akan perasaan besar putri itu terhadap Yun Zhou namun Yun Zhou bukanlah seorang yang dapat dipaksa untuk melakukan sesuatu. Sejujurnya kesemua orang sudah menyetujui perasaan masing-masing kecuali Yun Zhou, namun tiada seorang pun diantara mereka yang berani untuk menanyakan nya.
Sememangnya Yun Zhou sudah pun tahu akan perubahan perasaan putri terhadapnya. Dia tidak boleh tidak mengatakan bahawa dia juga sedikit menyukai putri itu namun dia masih mempunyai tujuan nya yang utama iaitu berdiri dipuncak.
"Aku selalu memikirkan nafsuku untuk berdiri di Puncak sehingga kan aku tidak pernah merasakan hubungan Cinta. Dikehidupan pertamaku juga begini bahkan tidak pernah mempunyai sesiapa pun disisi ku untuk berbagi kasih sayang, apakah aku akan menjadi seorang yang sama pada kehidupan kali ini? Namun aku tidak bisa mengabaikan kehendak hatiku yang dahagakan pencapaian. Apa yang harusku lakukan? Itu benar!! sesuatu untuk keluarga ku. Jika aku memiliki putri maka keluarga ku juga akan mendapatkan manfaatnya, apa tidak salah begitu? " hati kecil Yun Zhou.
Dia kemudiannya memandang langit malam yang berisi bintang-bintang kecil. Baru kali ini dia merasakan perasaan yang sangat keliru untuk sesuatu perkara, satu untuk dirinya dan satu lagi untuk keluarganya.
"Apa yang Yun Zhou'gege lakukan diluar pada malam ini? "
Yun Zhou menoleh kearah punca suara tersebut, sebuah kecantikan yang bertubuh langsing, berambut hitam yang turun secara alami, alis tipisnya mengangkat matanya yang berbintang membuatnya tampak seperti peri yang tidak mengkonsumsi makanan manusia. Wajah merona merahnya sungguh menggelikan hati. Yun Zhou hanya membalas pertanyaan putri Ye QingYang dengan sebuah senyuman yang lembut. Ini pertama kalinya Yun Zhou tersenyum sebegitu, hati nya keras seperti batu mulai mencair, dinginnya seperti es mulai mereda, dan tajamnya seperti mata pedang mulai tumpul. Tanpa dia sedari semakin dia memikirkan perkara tersebut semakin jauh dia jatuh kedalam. Pada akhirnya dia berjaya membuat sesuatu keputusan yang pasti diantara dua keinginan nya.
"Putri tidak menyesal jika bersama ku?
Enam kata tersebut membuatkan hati Putri Ye QingYang mau meledak. Bagaimana mungkin dia akan menyesal, itulah jawaban yang dinantikan oleh hatinya sekarang ini. Saat itu segala rasa datang merasuki dirinya. Bunga-bunga yang sudah mekar tiba-tiba menjadi buah, buah yang masak ranum besertakan dengan sejuta rasa pelbagai warna seindah pelangi.
Pada akhirnya dia menyatakan perasaannya, rasanya hampir menjadi gila kerana sebuah Cinta.
"Kalian semua keluarlah mengapa bersembunyi lagi? "
"Eh. " Putri Ye QingYang.
"Hahahahahaha, Yun'er kau sudah besar ternyata ayah bangga dengan mu. " Yun Cheng
"Putriku kamu sungguh berani sekali. " Kaisar Ye Shuan.
Di saat itu semuanya keluar bersama dan menyatakan rasa gembira mereka.
"Tahniah saudari. "
Ketiga pangeran mengucapkan selamat kepada Putri Ye QingYang, mereka merasakan seolah-olah beban yang berat telah dilepaskan dari pundak mereka setelah mendengar semuanya. Putri menjadi tidak keruan dan semakin malu namun dia sedang bahagia sekarang ini. Permaisuri juga sangat gembira sekali begitu juga dengan semua orang.
"3 tahun. "
Semua orang kembali pada hakikat dunia apabila mendengar perkataan barusan.
"Yun'er apa yang kamu katakan? "
"Aku bersedia untuk menikahi Putri saat ini namun aku hatiku menyukai mengembara jadi aku akan membawa hatiku untuk pergi selama 3 tahun. "
"Jika itu masalahnya apa kata kita tanya kan kpda Putri? "
"Putriku bagaimana dengan ini? " Kaisar.
"Setuju. Tetapi harus nikahi dulu. "
MAAF DIMASUKKAN ADEGAN ROMANTIS SIKIT.....