Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
SEBUAH DESA TERPENCIL


Selama berbulan-bulan dia mencari dan memburu kelompok aliran hitam untuk membalas dendam, hinggakan hatinya memang dibutakan oleh hasrat nya sendiri. Semakin lama semakin kecewa lah ia kerana tidak pernah menjumpai satu pon dari kelompok aliran hitam yang menjadi incarannya. Bukanlah hal yang senang untuk mencari mereka kerana kelompok seperti mereka itu sangat lah tersembunyi dan pandai menyimpan rahsia bahkan sekte besar aliran putih pun masih belum menjumpai tempat persembunyian mereka.


Yun Zhou akhirnya sedar bahawa dia hanya membuang masa dan dibutakan oleh hasratnya sendiri, lalu dia pon mencoba untuk kembali ke pangkal jalan. Dia sekarang memilih untuk bertambah kuat lagi supaya dapat melindungi orang-orang yang dicintainya.


"Ayah!! aku ingin mengembara, mungkin kali ini lebih lama sedikit dari yang sebelumnya " Yun Zhou meminta izin dari ayahnya. "kali ini aku akan pergi mengembara seorang diri untuk menjadi lebih kuat lagi, ayah tak perlu risau aku akan menjaga diriku sendiri." sambung nya lagi. Setelah mendapat izin dari ayahnya Yun Zhou pon keluar pergi mengembara membawa dirinya kemana saja arah tujuan hatinya.


Sampai suatu hari, Yun Zhou melalui sebuah desa yang agak terpencil dan jauh dari kota tetapi para penduduknya senang menjalani kehidupan harian mereka dengan gelak dan tawa yang riang. Ketika dia memasuki desa tersebut kanak-kanak yang berkeliaran terus lari dan bersembunyi begitu juga dengan penduduk yang lain, kemudian dengan tidak semena ada dua sosok yang melompat ke arah Yun Zhou dan melancarkan serangan mereka.


HIKMAT GOLOK TIGA SERANGKAI!!!!


TINJU PETIR UNGGU!!!


Serang kedua sosok tersebut sambil melepaskan hiknat-hikmat mereka ke arah Yun Zhou. Merasa tiada pilihan Yun Zhou pon melawan balik..


TENDANGAN BADAI SAKTI:


SAMBARAN BADAI DALAM HUJAN.


Lalu terjadilah pertempuran yang dahsyat diantara dua pihak tersebut. Para penduduk berbunyutan keluar menyaksikan pertarungan mereka.


BAAAAMMM!!! ledakan yang kuat dan menggetarkan tanah terhasil dari pertempuran mereka itu.


TENDANGAN BADAI SAKTI:


Yun Zhou pon melanjutkan serangannya, pertarungan tersebut terlihat tudak seimbang kerana hanya Yun Zhou sahaja yang didorong mundur kerana dua lawannya bukan kepalang hebatnya. Salah satu dari mereka yang kelihatan masih muda berada pada tahap Langit Tian tingkat ke-7 dan yang satu lagi seperti pria tua yang berumur 50 keatas berada pada tahap Langit Tian tingkat ke-9. Keduanya lebih kuat dari Yun Zhou menyebabkan Yun Zhou kewalahan dalam menghadapi mereka.


Tiba-tiba Yun Zhou mendapat peluang dan mendaratkan serangannya kepada lawan yang muda itu tadi. Pemuda itu pon terpelanting ke belakang sambil memuntahkan darah segar. Melihat pemuda di cederakan pria tua tersebut menjadi semakin berang dan menyerang Yun Zhoy dengan membabai buta. Merasa tiada pilihan lagi kerana semakin lama semakin kuat serangan pria tua tersebut dan dia juga telah mendapat banyak luka Yun Zhou pon mengeluarkan kecapi miliknya. ..


TANNNNNNGGGG!!! RINTIHAN BINTANG DALAM KESUNYIAN..


Lalu dia pon memetiknya, dengan tidak semena-mena pria tua tersebut berhenti menyerang dan mulai menangis begitu juga dengan penduduk desa tersebut semua nya menangis tanpa sebab apabila mendengar musik yang dimainkan oleh Yun Zhou. Pria tua tersebut kehilangan focusnya dan berhenti menyerang Yun Zhou, lalu Yun Zhou pon..


TAAAANNNGGG!!


Memetik lagi tali kecapinya dengan kuat, dan auranya berubah menjadi ratusan bilah pedang. Melihat keadaan itu pemuda yang cedera akibat di serang oleh Yun Zhou pon berkata sambil ketakutan.


"Tuan berhenti tuan!!! penduduk desa tidak bersalah jangan bunuh mereka" . Penduduk desa yang mendengarkan perkataan pendekar tersebut pun ramai-ramai berlutut memohon ampun dari Yun Zhou. Kanak-kanak semuanya menangis ketakutan.


"Jawab pertanyaan ku!! kenapa kalian berdua menyerang ku? " tanya Yun Zhou. Lalu mereka pon menceritakan apa yang terjadi. Desa tersebut bernama Desa Merpati, mereka mengatakan bahawa kepala desa keluar bersama-sama beberapa orang pendekar lain dari desa tersebut dan berpesan kepada mereka supaya menjaga desa tersebut oleh sebab itu lah mereka menyerang Yun Zhou sebagai langkah-langkah untuk berjaga. Setelah mengetahui bahawa mereka tidak berniat jahat Yun Zhou pon membatalkan serangannya.


Penduduk desa berasa lega apabila melihat Yun Zhou mengampuni nyawa mereka dan berteriak kasih. Lalu Yun Zhou menceritakan bahawa semua ini hanyalah salah faham kerana dia hanya melalui kawasan tersebut. Mendengar cerita tersebut semuanya merasa senang hati dan kerana Yun Zhou tidak berniat jahat.


Kemudiannya, pemuda itu meminta maaf kepada Yun Zhou dan memperkenalkan dirinya sebagai DA MING berumur 21 tahun dan pria tua tersebut adalah ayahnya DA ZHUI. Mereka pon kemudiannya menjadi sedikit akrab dengan Yun Zhou.