
Diluar Yun Zhou sangatlah tersiksa, dia duduk berbaring sambil memeluk tubuhnya dan berguling kesan dan kemari setelah menghabiskan kesemua tulang naga asli itu seperti orang yang kehilangan akalnya. Seluruh tubuhnya melai bersisik seperti ular dan juga matanya berubah menjadi kekuningan. Anak matanya melirik kesegala arah dengan pandangan yang tajam.
YuSue ingin menolong Yun Zhou tetapi dihalangi oleh Shi Shui kerana jika meraka turun tangan kemungkinan Yun Zhuo tidak akan kembali lagi dan dia akan menjadi seekor naga secara perlahan-lahan. Jadi sekarang ini mereka hanya bisa berharap bahawa Yun Zhou bisa menahan kesadaran nya daripada terus diambil oleh semangat naga tersebut.
.......................
Di dalam lautan kesadaran Yun Zhou dia kini sedang menghadapi seekor naga api kuno. Naga itu mengamuk dan menyerang Yun Zhou dengan memuntahkan api yang panas kearah Yun Zhou.
Yun Zhou menghindari kesemua serangan dari naga tersebut dengan pantas. Melihat Yun Zhou dengan mudahnya bisa mengelak serangannya membuatkan naga tersebut semakin marah dan mengaum dengan kuatnya. Dia melepaskan Aura hitam yang pekat untuk menguasai diri Yun Zhou supaya jatuh dan berputus asa.
Kejahatan naga itu memanglah hebat sehingga kan Yun Zhou tidak berbuat apa-apa pun untuk membela kesadaran nya. Dia akhirnya jatuh kedalam perangkap semangat naga tersebut.
..................
Di luar, Yun Zhou sudah berubah sepenuhnya menjadi sosok yang dipenuhi sisik-sisik hitam dan mengeluarkan raungan yang kuat. Punggung nya membengkak dan kemudian nya menumbuhkan sepasang sayap kerangka yang dipenuhi hawa panas.
“Ini buruk, gadis kecil YuSue kau perlu keluar dari sini segera. ”
“Tetapi tuan.. dia masih disana. ”
“Haish, sudah tidak ada gunanya dia telah sepenuhnya dikuasai oleh semangat naga. Naga adalah hewan suci yang yang menyukai keharmonisan ketika hidup. Namun mereka akn menjadi pendendam apabila mereka yang telah mati dihidupkan kembali. Mereka sangat membenci makhluk hidup ketika mereka dihidupkan kembali dan akan memusnahkan apa saja yang mempunyai kehidupan.”
“Tetapi tuan Yun telah banyak membantu YuSue dan lagi pula aku ini adalah budak nya. Tuan Yun banyak memberikan kesenangan kepada YuSue tidak mungkin YuSue akan meninggalkan nya.”
YuSue begitu sedih sekali. Dia tetap berkeras mahu membantu Yun Zhou.
“YuSue tak... ”
Belum sempat YuSue menghabiskan kata-kata nya dia telah menjadi segumpal cahaya yang naik ke atas lalu terbang dengan pantas membelah udara. Yun Zhou yang kini adalah naga pemarah itu melihat kilatan cahaya lalu dia pun mengejar cahaya yang merupakan YuSue itu.
“Jangan harap kau bisa berbuat seenaknya.... naga terkutuk. ”
Orang tua Shi Shui menghalang naga pemarah daripada terus mengejar YuSue. Dia dengan dibantu oleh murid-muridnya membentuk sebuah formasi. Lalu membelenggu sang naga pemarah. Ratusan rantai keemasan keluar dari tanah dan mengikat naga pemarah yag sedang mengamuk itu.
ROOOOOOAAAAAAARRRR!!
“Sial, ini aura naga api kuno. Kita tidak akan mungkin bisa menahannya lebih lama.”
“Kalau begitu kita tiada pilihan lain lagi.. ”
Sementara itu YuSue telah pun sampai di luar makam kuno. Hanya tersisa dua hari lagi sebelum musim sejuk tiba dan makam itu akan dibuka kepada semua orang. Ketika YuSue sampai di luar dia di sambut dengan sesuatu yang luar biasa.
Kuda naga putih miliknya sedang bertarung dengan seekor kuda hitam kemerahan. Keduanya sama kuat dan sama lincah nya. YuSue mengalirkan air mata apabila melihat kejadian itu. Rupanya kuda hitam itu adalah milik Yun Zhou yang sebelumnya adalah kuda naga putih yang sangat disayangi oleh Yun Zhou.
Oleh kerana, ikatan Yun Zhou dan kudanya terikat oleh darah maka nya kuda dia pun turut berubah menjadi jahat.Kuda Yun Zhou menjadi kehitaman dan darahnya seperti berapi-api. Matanya penuh dendam dan kesengsaraan, kuda itu seolah-olah siap untuk membaham semua yang melintasi pandangan matanya.
YuSue menggunakan kekuatan sihir anginnya untuk menjauhkan keduanya lalu dia mencapai naga putih miliknya dan mengendarai pergi jauh dari situ. Berat hatinya ingin meninggalkan Yun Zhou namun apakan daya dia terpaksa melakukan nya. Titisan demi titisan air matanya keluar menyesali ketidak berdayakan nya.