Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
BENCANA LANGIT MENYERTAI MEDAN PERANG


Yun Zhou secara alami menjadi penguasa istana, apabila dia menurunkan panji kemegahan kekaisaran Song dan menggantikan nya dengan bendera milik pasukan BENCANA LANGIT. Berita tenteng jatuhnya kelima sekte sudah berlalu dan cukup untuk menggemparkan seluruh kekaisaran. Tidak lama kemudian beberapa orang terlihat sangat kuatir apabila melihat ada tentera yang mendekati istana dari pelbagai arah. Kemudian mereka bergabung menjadi satu, jumlah mereka adalah sekitar seratus orang namun cukup untuk menggentarkan yang lain kerana desas-desus yang beredar mengatakan bahawa kelima sekte jatuh hanya dengan puluhan penyerang sahaja.


"Pahlawan muda! kita akan diserang mereka sekarang berada di depan istana. "


"Oh, aku ingin tahu siapa yang berani menyerang istana ku. "


"Apakah ketiga putri baik-baik saja? "Yun Zhou bertanya kepada dayang yang ditugaskan untuk menjaga tuan putri.


"Iya, cuma mereka terlihat sedih sahaja. "


"hmmmpp"


Lalu Yun Zhou pun keluar ingin melihat siapakah yang berani untuk menggempur dirinya. Namun setelah itu, dia hanya tertawa besar sahaja. Bagimana mungkin seratus tentara itu adalah para bawahannya yang diperintahkan untuk membasmi kelima sekte dan mereka akan berjumpa di istana kekaisaran.


"Biarkan mereka masuk. "


"B.... baiklah. "


Setelah itu...


"Salam hormat jenderal! "


Puuuuu!!


Semua orang berteriak kaget ketika BENCANA LANGIT masuk dan memberi hormat mereka kepada Yun Zhou. Seketika dengan itu, berita tentang jatuhnya istana kekaisaran merebak dengan cepat dan menambahkan lagi keruntuhan semangat pasukan kekaisaran Song. Dengan jatuhnya istana kekaisaran, kini seluruh tanah jajahan kekaisaran Song secara resminya tidak lagi menjadi milik kaisar Song. Kaisar Song yang mendengarkan berita tersebut terus pingsan kerana tidak dapat mempercayai berita tersebut.


.........................


"Yang Mulia kekuatan apakah yang menaklukkan kelima sekte dan juga istana kekaisaran? apakah mereka telah menyinggung musuh yang kuat?" Yun Cheng.


"Itu aku tidak pasti. Tapi ada sedikit hasil mengatakan mereka dikenali dengan BENCANA LANGIT. Apa pun itu kemungkinan adalah pasukan yang kuat. Aku penasaran bagaimana keadaan Yun Zhou di sana? " Kaisar Ye Shuan.


"Siapakah Yun Zhou yang dimaksudkan oleh Kaisar Ye Shuan? " Kaisar Zhou.


"Yun Zhou adalah Jenderal termuda dan berbakat dan dia juga merupakan menantuku. " Kaisar Ye Shuan.


"Lapor, Yang Mulia kita menghadapi masalah! "


"Apa itu? " Kaisar Ye Shuan.


"Pasukan kita dipukul mundur oleh tentera mayat. Mereka yang mati tiba-tiba bergerak dan mengikuti arahan Kaisar Song. "


"A.... pa? mayat bergerak. Itu pasti mayat-mayat yang dijadikan jenderal mayat oleh orang-orang dari Sekte Seribu Mayat. " Kaisar Zhou.


"Suruh mereka bertahan kita akan memikirkan jalan keluarnya. "Kaisar Ye Shuan.


............................


"Putri, kakak akan pergi ke medan perang. Kakak yakin itu bukanlah tempat yang ingin kamu pergi bukan? "


"Iya, tapi Si Chan ingin membalas dendam. Ayahanda binatang. "Li Si Chan. Nadanya mulai terdengar sedih, lalu Yun Zhou menggosok kepala Li Si Chan dengan tangannya.


"Kakak akan membantu mu membalas dendam. Bagaimana setuju? "


"........"Li Si Chan tidak menjawab dan hanya mengangguk kepalanya saja. Setelah Li Si Chan, datang pula dua putri kecil lainnya iaitu Liu Yu Tong dan Zhu ZXuaner. Mereka juga kesepian dan mengiginkan Yun Zhou menggosok kepala mereka. Kelakuan mereka tidak ubah seperti anak kucing yang dahagakan belaian.


"Kakak ajar kami beladiri kami ingin menjadi kuat. "Liu Yu Tong.


"Hahahahaha, kita mungkin tidak akan berjumpa lagi. Kalian putri hiduplah di istana dengan damai. "


"Tidak!! jangan pergi. Kakak kami akan bersendirian lagi jika kakak pergi. "Kata mereka bertiga sambil menangis. Yun Zhou merasa sedikit kasihan. Mereka masih kecil tetapi harus menghadapi ujian yang begitu berat, siapa sangka dibalik kemewahan yang mereka nikmati sebelumnya akan bertukar menjadi kesedihan. Kini mereka hidup dipenuhi tekad iaitu untuk menjadi kuat.


"Baiklah kakak akan kembali lagi kesini. "


".........."


Kemudian Yun Zhou dan pasukannya bergerak menuju ke medan perang. Sebelum mereka pergi, Yun Zhou berharap agar Ketua sekte yang diselamatkan olehnya untuk menjaga ketiga putri sementara dia keluar berperang. Selama beberapa hari mereka semua berkuda dan akhirnya mulai menampakkan diri di medan perang dan berada di belakang pasukan Kaisar Song.


..............................


"Yang Mulia!! Yang Mulia!! berita buruk. "


"Apa berita buruknya? "Kaisar Song.


"I... tu... ada pasukan lainnya berada jauh di belakang kita mereka menunjukkan permusuhan yang sangat kuat. "


"Berapa jumlah mereka?" Ketua Sekte 1.000 mayat.


"Seratus orang. "


"Hahahahahaha, itu mungkin sisa-sisa dari sekte aliran putih yang bergabung cepat habisi mereka. "


"Sudah tuan namun sudah lebih dari ratusan yang terkorban ditangan mereka dan mereka semua lengkap bersenjata dan kuda. "


"Mari kita lihat bagaimanakah rupa mereka. "


Kaisar Song dam kelima ketua sekte pun keluar untuk melihat pasukan yang dimaksudkan namun setelah apa yang mereka dapati hanya debu-debu yang beterbangan. Setelah itu, mulai menampakkan beberapa bendera yang keluar dari debu-debu tersebut. Seketika mata mereka menjadi kemerahan menahan amarah. Di hati masing-masing berkata.. itu dia BENCANA LANGIT.