Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
SAJAK PERTAMA


Yun Zhou terus menunggang kudanya selama satu hari lebih untuk sampai ke Kota Bulan Mengambang. dan mengambil setengah hari untuk berehat di kota itu dan akan meneruskan perjalanan nya selama satu hari lebih untuk pulang,begitulah rencana nya. Dia mula teringatkan tentang kejadian beberapa tahun lalu dimana dia bertemu dengan bangsawan Mui dan juga memerangi kelompok aliran sesat sebelum menghilang ke hutan tanpa batas.


Sebelum dia melewati pintu gerbang dia dapat melihat banyak perubahan yang terjadi pada kota itu. Tidak seperti sebelumnya kota itu kini mempunyai wajah baru dan tembok kota jauh lebih kukuh dari yang dulunya. Setelah membayar uang masuk, Yun Zhou bebas menikmati apa yang ada di kota itu.


Bagsawan Mui yang memerintah kota ini sangat dermawan dan adil menurut warga dan itu membuatkan Yun Zhou sangat senang ketika mendengar nya. Lagi pula Aosasi Alkimia masih berdiri tegak di sini dan menjadi kunjungan utama di kota ini.


“Huh kalau diingatkan aku dulunya memegang saham Aosasi, apakah mereka masih menjaganya nya hingga sekarang atau sudah di batalkan. ”


“Tidak mengapa lah kekayaan ku sekarang lebih mampu dari kekayaan yang mereka miliki sepuluh dari AOSASI pun aku mampu beli. ”


Yun Zhou lancar berbicara di dalam hati nya sambil berjalan keliling kota. Hie Xue hanya mengikuti dari belakang sedangkan Yin enak duduk di dada Yun Zhou. Tidak sikit orang memerhatikannya kerana penampilan nya yang sedikit aneh. Itu kerana kedua hewan yang dibawa nya dan juga rambut merah panjang serta anak mata yang kebiruan. Namun dia tidak mempeduli kan nya.


Semasa melalui pasar dia melihat banyak pedagang sedang berniaga berbagai jenis barang. Seperti biasa dia akan melihat-lihat barangan apa yang menarik minatnya. Tiba-tiba ada seorang tua datang dan mengeluarkan beberapa buah buku dan menunjukkan kepada Yun Zhou.


“Tuan muda, lihat lah ini buku panduan beladiri kesemua nya sangat hebat aku jamin tuan muda akan menyukai nya. ”


“Tuan muda, aku harap anda tidak mempercayai orang tua ini. Sebenarnya dia adalah orang gila. ”


Setelah orang tua datang pula seorang peniaga lain dan memberi nasihat kepada Yun Zhou supaya tidak mempercayai perkataan orang tua itu. Yun Zhou membalas kebaikan nya dengan memberi sekeping emas lalu kembali memandang pria tua tadi.


“Baiklah, kalau begitu tunjukkan kepada ku beladiri apa yang kau miliki itu”


“Ah, tuan muda... ”


Peniaga yang awal tadi memberi nasihat terkejut setelah Tun Zhou tertarik dengan percakapan orang tua itu. Lalu Yun Zhou mengangkat tangannya memberi isyarat supaya tidak diganggu.


“Tuan muda memang memiliki mata yang tajam.. ini ada beberapa silakan dilihat ”


“Hmmmpppp. Kalau begitu aku akan membeli semua nya. Berapa harganya? ”


“10.000 koin emas tuan muda! ”


“Apa!!” kesemua yang berada berhampiran sangat terkejut dan melarang Yun Zhou untuk tidak membelinya namun Tun Zhou tidak mendengar kan mereka lalu membayar sedikit lebih dari bayaran yang diminta oleh orang tua itu. Walaupun dia tidak tahu teknik beladiri apa yang dibelinya itu namun dia sangat menghargai setiap jenis beladiri memandang kan pada masa ini banyak nya ilmu pengetahuan yang hilang semasa perjalanan waktu.


“Tuan muda kesemua teknik ini adalah tinggalan leluhur ku. Mereka hanya mewariskan kepada keturunan mereka saja namun aku ini sudah tua dan tidak lagi mampu untuk memelihara mereka jadi ku harap tuan muda akan menjaga nereka dengan sepenuh hati. "


“Hahahaahaha senior tidak perlu bersusah hati aku sangat menghargai setiap jenis beladiri. ”


.........................


Ketika berada di kota itu dia ingin membuat sedikit uang lagi dengan kemahiran yang ada padanya sekarang. Lalu dia memutuskan untuk membuat beberapa sajak type pertahanan. Dalam membuat sajak penggunaan tinta dan kuas adalah sebagai asas utama dalam melukis sajak.


Dia mampir ke sebuah toko yang seperti nya masih baru di kota itu yang berjudul PAVILIUN HARTA. Dari nama nya saja sudah dapat di Agak bahawa ini bukan sebuah toko melainkan sebuah organisasi yang hebat. Tanpa mempedulikan latar belakang paviliun itu dia pun masuk kedalam.


“Selamat datang tuan muda apa yang boleh saya bantu.... ”


“Aku menginginkan tinta, kuas dan kertas yang berkulitas tinggi. Sila dapat kan segera. ”


“Eh, baik lah tuan muda. ”


Di saat itu, Yun Zhou dapat mendengar beberapa orang sedang berbisik tentang nya. Setelah mendengar beberapa saat barulah dia tahu bahawa orang selalu datang ke tempat ini untuk kebutuhan pendekar. Tidak lama kemudian datang lah pelayan membawa kan tinta, beberapa kuas dan kertas. Yun Zhou melirik kuas tersebut sebelum memegang nya.


“Apakah aku boleh mencoba nya.. ”


POOOMMM!!


Belum apa-apa lagi kuas itu sudah meledak ketika Yun Zhiy memasukkan kekuatan roh nya ke dalam. Seketika itu mata semua orang tertuju kepada nya. Oleh kerana kebanyakan dari mereka adalah pendekar jadi mereka tahu sebenarnya apa yang terjadi.


“I....ini tuan muda pasti kuas ini telah lama sebab itu lah dia meledak, heheheheh. ”


“Tidak apa-apa, bawakan yang lain aku akan membayar semuanya. ”


Namun setelah beberapa kali dia mencoba tetap saja kuas yang di pegagnya mekedak dengan kuat. Mata semua orang terpaku kepada Yun Zhou.


“Bawakan kesemua kuas yang ada walaupun berkulitas kecil. ”


“I... iya tuan muda, sila tunggu sebentar. ”


Tidak lama kemudian pelayan itu keluar bersama-sama dengan seorang wanita di depan nya lalu dia menunjukkan ke arah Yun Zhou yang sedang duduk di suatu sudut. Ketika wanita itu melihat Yun Zhou dia tidak bisa tidak menyipitkan matanya. Dia melihat kearah kuas yang hancur berkecai dan tiba-tiba dia terlihat terkejut.


“T.. tuan muda.. apa anda yang meledakkan banyak kuas berkulitas tinggi? ”


“Iya saya, jangan risau saya mampu membayar kesemuanya. ”


“Er,, baiklah. ”


Semua yang ada tidak bisa tidak terkejut apabila mendengar wanita itu memanggil Yun Zhou dengan panggilan tuan muda selalunya dia hanya memanggil seseorang dengan "tuan muda" jika mereka mempunyai rasa hormat nya para bangsawan pun dia tidak mempeduli kan mereka tiba-tiba pemuda dihadapan mereka ini dipanggil dengan panggilan penuh hormat itu. Hal itu kerana, wanita itu sedar bahawa kuas yang meledak itu mempunyai sedikit kekuatan jiwa didalam nya dan ada juga beberapa pendekar lain yang menyedari akan hal itu namun tetap berdiam diri sahaja. Jarang sekali ada pendekar yang bisa memasukkan kekuatan roh mereka kedalam alat, jadi itulah yang menyebabkan timbulnya rasa hormat dan takut dari semua orang.


Lalu tanpa berbicara banyak wanita itu masuk ke dalam dan keluar semula membawa sebuah kuas ditangannya. Kuas itu terlihat diperbuat dari batang bamboo dan bulu kuas nya diperbuat dari sutra ulat. Apabila Yun Zhou melihat kuas itu dia pun merasa tertarik lalu setelah mengambil nya dia pun memasukkan kekuatan rohnya kedalam dan hasilnya kuas itu tidak meledak sama sekali


“Kua ini diperbuat dari bamboo yang tidak biasa iaitu bamboo petir unggu dan dikatakan tidak akan rusak walaupun terkena sambaran petir. Sila kan di coba tuan muda. ”


Wanita pun menerangkan tentang kelebihan kuas tersebut dsn setelah itu Yun Zhou tersenyum lebar. Tanpa membuang masa Yun Zhou pun melakarkan sesuatu pada kertas. Bentuk nya seperti membentuk beberapa kotak dengan mulut terbuka. Setelah selesai Yun Zhou pun meminta sebuah kaca dan menempelkan kertas tersebut pada kaca tersebut. Setelah itu dia meninju kaca itu dengan kekuatan yang sangat besar.


BOOOOOMMM!!


Semua orang pasti memikirkan dia gila kerana meninju sebuah kaca dengan kuat sehinggakan paviliun itu bergegar kuat. Namun setelah itu mereka terpegun apabila melihat kaca itu masih baik-baik saja setelah ditinju dengan keras seperti itu. Tiba-tiba ada beberapa pendekar datang untuk mencoba kekuatan mereka pada kaca tersebut.


“Tuan pendekar kalau tidak keberatan boleh kan saya menguji kekuatan kaca ini. ”


“Sudah tentu boleh tetapi silakan di luar kerana jika berterusan paviliun ini tidak akan bertahan lama. ”


“Baik, cadangan yang Bagus datang dari orang yang Bagus lalu mohon bantuan nya. ”


Setelah itu beberapa pendekar lain mencuba untuk memecahkan kaca tersebut dengan kekuatan mereka bahkan ada yang menggunakan senjata namun tidak berjaya memecahkan kaca tersebut tetapi setelah kertas yang tertempel itu dicabut kaca itu pecah hanya dengan tinju kecil sahaja lalu barulah mereka sedar bahawa kekuatan itu datang dari kertas tersebut.


“Jadi berapakah harga kesemua kuas ini termasuk yang ini. ”


“Ah, teman muda saya tidak berani untuk mengambil bayaran dari anda. ”


Setelah semua itu YunZhou menulis sekitar seratus keping kertas sajak kepada wanita itu. Terkejut bukan main lagi wanita itu dan dia secara pribadi ingin merekrut Yun Zhou namun ditolak oleh Yun Zhou kerana dia tidak berlama lagi di kota ini. Wanita itu kemudian nya menghadiahkan kepada Yun Zhou sebanyak 20.000 uang kertas yang setiap satu daripada nya bernilai setidaknya 15.000 koin emas. Jika dibandingkan harga sajak itu lebih mahal dari hadiah yang diberikan nya. Namun Yun Zhou tidak mengatakan apa-apa pun dan menerima saja uang itu.


Tidak lama kemudian Yun Zhou pun pergi meninggalkan kota tersebut.