Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
Episode 4: Kebenaran terungkap.


Waktu terus berlalu dan berlalu, kini sudah setahun lebih telah berlalu dan terlihat seorang anak yang gembira kerana telah selesai tugasnya. Sebulan setelah itu, anak itu pun kembali untuk berlatih, tidak mau mengandalkan teknik-teknik andalan miliknya pada masa lalu dan memilih untuk berlatih menggunakan teknik beladiri yang ada dalam perpustakaan klan YUN. Dari sosok anak itu terlihat seperti baru berumur 7 hingga 8 tahun dan memiliki wajah yang tampan serta badan yang lumayan tegap tidak seperti anak-anak pada umumnya. Tetapi hal yang tidak dapat di nafikan adalah umur anak-anak itu masih sekitar 4 tahun.


Anak itu adalah Yun Zhou yang telah menginjak sedikit dewasa.


"Yun er! Yun er! kemarilah kita bermain" Kata Yun Qing Tan. Yun Qing Tan juga telah tumbuh sedikit dewasa dari sebelumnya dan menjadi gadis yang periang dan yang pastinya adalah dia akan menjadi sangat cantik pada masa depan umurnya pada masa ini adalah lima tahun dan selalu mengajak Yun Zhou bermain dengannya.


"Maaf kakak aku mau belajar di pustakaan "kata Yun zhou "setelah itu aku akan bermain dengan mu" katanya lagi.


"oh! kalau begitu kita pergi ke perpustakaan bareng, aku juga mau lihat kamu belajar " kata Yun Qing Tan sambil tersenyum dan mencuit pipi adiknya itu seolah-olah dia menggoda adiknya itu dengan kecantikan dan keimutan yang dimiliki olehnya.


"Bahaya gadis ini, besar nanti apa akan jadi penggoda profesional "gumam Zhou dalam hatinya. Seenaknya dia mengatai saudarinya itu.


Mereka berdua pun pergi ke perpustakaan klan YUN bersama-sama. Dalam perjalanan mereka melewati ayah mereka dan ketika itu ayah mereka sedang berbincang dengan seseorang lelaki yqng lebig tua dari Yun Cheng ayah mereka. Sedang asyik bersembang tiba-tiba Yun Cheng mendapati kedua orang anaknya melepasi mereka dan memanggil mereka.


"Yun er! Qing er! mari kesini " panggil Yun Cheng.


"Kemana kalian berdua mau pergi"tanya Yun Cheng. Lalu mereka pun menjelaskan bahawa mereka ingin pergi belajar di perpuatakaan klan. Tanpa disedari pria tua yang bersembang dengan ayahnya itu melihat Yun Zhou dan menyedari sosok Yun Zhou itu kelihatan berbeda dari anak-anak seumuran dengannya yang lain.


"Yun er! apakah kamu sudah bisa berkultivasi " pertanyaan pria tua itu membuatkan suasana menjadi sunyi dan sepi. Beda halnya dengan Yun Zhou dia berpikiran bahawa dia telah diketahui melatih beladiri. Yun Cheng pun hairan dan berkata "ayah apa yang kamu katakan, sudah tentulah tidak bisa! Yun er kan masih berumur empat tahun". Pada saat itu Yun Zhou yakin telah menyembunyikan kultivasi nya tidak disangka bahawa kakeknya akan menyedari akan hal itu.


Merasa tidak dapat menutupi kebenaran lagi kerana peringkat kultivasinya sangatlah rendah bahkan masih berada di tingkat pemula dan masih belum naik tingkat. Lalu ia pun mengiyakan pertanyaann kakek nya itu. Jawapan yang diberikan oleh Yun Zhou itu mengkagetkan mereka semua terutamanya Yun Cheng. Memang dari dulu lagi Yun Cheng melihat anaknya itu tumbuh lebih cepat berbanding dengan anak seumurannya tetapi dia menyangkal perubahan Yun Cheng tersebut dengan alasan dia makan banyak dan membesar dengan cepat. Tetapi hari ini telah terbukti bahawa anaknya itu benar-benar berlatih beladiri.


"Hahaha sungguh ajaib anak mu ini Cheng er, bisa berlatih beladiri tanpa membangkitkan roh beladiri dan mampu untuk menyembunyikan kultivasinya dengan baik walaupun masih seorang pemula " ketawa kakeknya dengan girang.


"Yun er! sejak kapan kamu...


Sebelum sempat menghabiskan kata-katanya, Yun Cheng di halang oleh pria tua tersebut dan berkata " Yun er! ceritakan semuanya dan tidak akan ada yang menghalangi mu untuk berlatih beladiri lagi dan kau pun tidak perlu berlatih diam-diam lagi".


Lalu Yun Zhou pun menceritakan semua nya dan akhirnya bisa diterima oleh orang tuanya. Yun Zhou mengatakan dia berlatih teknik tubuh secara acak sahaja dan secara tidak sengaja kultivasinya turut meningkat. Mendengarkan penjelasan anaknya itu membuatkan hati kedua orang tua tersebut seolah-olah dipenuhi oleh sejuta harapan dengan beranggapan bahawa seorang jenius telah lahir diklan mereka.