Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
ADU TANDING


“Junior Yun apakah kau sedang menyelidiki aku? ” Ketua Tie.


Junior!! ketua Tie memanggil Yun Zhou dengan panggilan junior itu jelas sesuatu yang luar biasa bahkan mengejutkan semua orang. Gelaran junior hampir bererti dia telah di akui sebagai teman dekat dan sederajat oleh Ketua Tie. Gelaran itu bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah.


“Ah, ketua Tie memang sesuatu. Aku pasti melakukan penyelidikan tentang mu, itulah yang dinamakan mengenal diri, mengenal musuh. Tentu saja aku tidak menganggap ketua Tie sebagai musuhku namun aku juga ingin mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Ketua Tie. ”


“Hahahahaha, kau pemuda yang pandai menyusun dan bermain kata-kata. Apa kau benar-benar ingin mengalaminya? untuk junior tidak perlu lagi memanggil ku dengan panggilan ketua. ”


“Sudah tentu! kalau begitu aku mohon untuk mengalami kekuatan Senior Tie. ”


“Baiklah, kalau begitu aku harap tidak akan mengecewakan junior dan junior juga tidak akan mengecewakan saya. ”


“Sudah sememangnya begitu, dua harimau pasti saling beradu. ”


“Hahahaha, benar seperti kata junior. ” Ketua Tie.


Lalu keduanya pun mengadakan adu tanding, mula-mula hanya gerakan kosong dari nol hingga ke pemahaman yang tinggi. Beberapa orang yang mengklaim diri mereka sebagai jenius merasa tertekan dan beberapa dari mereka juga mendapat pencerahan setelah menyaksikan pertarungan di antara dua hatimau gunung itu.


“Senior Tie kerahkan kemampuan mu dan biarkan aku merasakannya. ”


TELAPAK AIR LAUT!!


“Hahaha junior Yun sudah tidak bertele-tele lagi ya. Kalau begitu aku juga akan memberimu satu. ”


TELAPAK JADE MERAH!!


Bang! kedua telapak tangan mereka saling bertemu dan menghasilkan bunyi ledakan yang begitu padat dengan kekuatan. Orang-orang mula memerhatikan dengan penuh minat pertarungan di antara ahli tersebut. Seketika keduanya berhenti menyerang.


Ketua Tie dapat merasakan bahawa tangannya mati rasa ketika bertemu dengan telapak tangan Yun Zhou namun dia hanya menyembunyikan nya. Yun Zhou yang menyedari hal itu pun berpura-pura lemah dan akhirnya mengeluarkan pedangnya. Tentu saja itu untuk membuatkan semua orang berpikir bahawa Ketua Tie lebih unggul darinya supaya tiada kecurigaan yang diletakkan di atas pundaknya.


“Ah, junior ini telah menerima pengajaran penting hari ini. Senior Tie sungguh hebat sehingga kan mampu memaksakan aku mengeluarkan pedang ku. ”


“Hahahaha, junior Yun terlalu memuji ku. "


"Baiklah mari kita mulakan lagi, bagi menghormati senior aku akan menggunakan kekuatan penuhku. "


"Baiklah kalau begitu aku sedia menerimanya. "


GAYA MEMIKAT PEDANG -MEMENCILKAN DIRI MENYEMBUNYIKAN NAMA!!


PEDANG CAHAYA-CAHAYA PEMUTUS KEGELAPAN!!


Ketua Tie memblokir serangan Yun Zhou itu dan hasilnya tidak seperti tanggapan Yun Zhou kerana Ketua Tue bahkan tidak repot untuk menahan serangan nya itu. Itu seperti bahawa serangannya terlalu lemah. Namun dari sudut pandang Ketua Tie serangan tersebut bukanlah serangan sungguhan kerana dia beranggapan bahawa Yun Zhou hanya setengah-setengah sahaja dan jika Yun Zhou lebih serius dia pasti tidak akan dapat memblokirnya.


"Junior Yun memang berbakat aku telah kehilangan. "


"Ah, senior Tie apa yang kamu bicarakan ini, kau baru saja menahan serangan dengan kekuatan penuh ku sepatutnya aku lah yang merasa dikalahkan di sini. "


Seperti yang diharapkan Yun Zhou memang pandai bermain dan menyusun kata-kata dan dia juga pandai bermain-main menutup rahsia nya sehinggalah tidak ada satu pun yang bocor. Di mata semua orang kekuatan Ketua Tie jauh di atas Yun Zhou namun dia sengaja mengaku kalah.


"Ah, junior Yun terlalu keras aku sudah tua dan ini adalah satu kehormatan bisa bertemu dengan seorang yang muda dan kuat seperti mu ini. "


"Kalau begitu kata senior maka aku tidak perlu berdalih lagi. Terimakasih atas kemurahan hati senior. "


Setelah adu kekuatan diantara keduanya selesai hari pun sudah hampir malam jadi para tetamu sudah menjadi lapar kembali. Lalu Kaisar pun mengumumkan bahawa tantangan tersebut di menangi oleh Yun Zhou dan dia mempunyai kualifikasi untuk duduk di sebelah putrinya dan dia kembali mengundang semuanya untuk menerus kan perjamuan.


Semasa di perjamuan :


"Ketua Tie bagaiman dengan kekuatan nya? "


"Sulit dijelaskan, dalam pertempuran siang tadi dia hanya setengah-setengah sahaja. Aku kuatir aku bukan tandingan nya jika dia mulai serius. "


"A... pa.. memang tidak diragukan lagi bahawa seseorang yang mampu untuk pergi ke benua seribu angin sememangnya mengerikan. "


"Maksud Yang Mulia adalah Yun Zhou pernah menjejakkan kakinya di benua seribu angin!! "


Ketua Tie bertambah kaget dan sukar untuk mempercayai nya sehinggalah Kaisar mengeluarkan hadiah yang diberikan oleh Yun Zhou berupa giok umggu. Melihat itu Ketua Tie bahkan bergetar seluruh tubuhnya


"Jika itu benar kekuatan nya yang tadi bukan setengah-setengah malainkan hanya sebahagian saja. Yang Mulia sungguh pilihan putri kena pada tempatnya. "


"Benarkah begitu Ketua Tie? "


"Iya, tidak salah lagi. Benua Seribu Angin adalah tempat yang bukan sembarangan orang bisa menjejakkan kakinya walaupun dalam mimpi sekali pun. "


AYO VOTE