
YuSue akhirnya bisa kembali ke pangkuan keluarga semula. Dia sangat gembira apabila dapat berjumpa dengan bunda dan kakak nya. YuSue juga menceritakan kepada mereka berdua tentang semua yang terjadi kepada dirinya.
Pada awalnya dia sedang berlatih di luar gerbang seorang diri tanpa pengetahuan sesiapa pun namun dia tidak pernah menyangka bahawa dia akan berakhir diculik oleh beberapa manusia yang tidak bertanggungjawab dan menjualnya. Dia dibeli dan dijual semula ke pelbagai tempat, untung saja dengan kecantikan nya itu membuatkan manusia tidak ingin memperkosa nya tetapi lebih berpikir untuk menjualnya dengan harga yang sangat mahal sehinggalah dia akhirnya jatuh ke tangan seorang pemuda bernama Yun Zhou.
Di saat dia menceritakan kisah Yun Zhou kepada keduanya tiba-tiba perasaan nya berubah drastis nadanya menjadi suram dan perlahan. Bunda permaisuri juga terkesan sedih dan bertanya-tanya.
“YuSue siapakah Yun Zhou yang kamu maksudkan itu. ”
“Dia adalah seorang manusia yang paling baik pernah Sue temukan. Dia banyak membantu YuSue dan memberikan kesenangan kepada YuSue. Tetapi sesuatu telah terjadi kepada nya yang tidak bisa aku beritahu kan kepada kalian. ”
Kakak dan ibunya pun tidak bertanya kan lebih lanjut kuatir akan menyebabkan emosi YuSue menjadi semakin memburuk.
..................
Setelah berjaya mengalahkan roh naga iblis, Yun Zhou kembali ke tubuhnya dan akhirnya dapat keluar dari makam kuno tersebut. Tetapi dia terpaksa mengenakan jubah yang menutupi seluruh badan dan wajahnya itu kerana sisik naga yang ada pada nya masih belum sepenuhnya menghilang.
“Selamat tinggal makam kuno. ”
Yun Zhou berjalan menuju ke luar makam dan disambut oleh seekor haiwan yang berwarna hitam kemerahan. Binatang itu terlihat sangat setia kawan kerana sanggup menunggu Yun Zhou keluar dari makam tersebut. Binatang itu adalah kuda naga putih milik Yun Zhou yang awalnya berwarna putih. Dia menjadi kehitaman kerana dia terikat dengan ikatan darah dengan Yun Zhou ketika Yun Zhou dikuasai oleh roh naga.
“Aduhai kasihan sekali kau ini. Oleh kerana ketidak mampuan aku kau terpaksa merubah tampilan mu sebegini. ”
Dia mengusap-usap kuda kesayangan nya itu sambil melahirkan rasa bersalah. Kuda itu pada awalnya sangat Indah dan megah tetapi sekarang kuda tersebut terlihat seperti seekor hewan iblis dan pandangan matanya yang kemerahan sahaja cukup untuk membuatkan orang lain ber gemetaran.
Tanpa membuang lebih banyak masa dia pun naik ke atas kudannya itu dan mengendarainya dengan derap yang perlahan. Yun Zhou sangat merindui dunia luar setelah berbulan-bulan dia berada didalam makam kuno itu dan tujuan pertamanya adalah untuk mencari cara mendapatkan kembaran bagi pusaka emas sakti.
HIIIIAAAAARRGGGG(maaf bunyi kuda nya tidak masuk akal)
Seolah-olah menyetujui keinginan tuannya untuk menamakan semula namanya kuda itu pun berbunyi. Yun Zhou tersenyum mendengar kan suara balasan daripada tunggangan nya itu. Lalu dia memikirkan beberapa nama yang pantas baginya.
“Baiklah aku akan menamai mu sebagai HEI XUE (hitam darah) dikarenakan kau bewarma hitam seperti darah.”
Lalu mereka pun meneruskan perjalanan mereka secara acak kesana dan kemari. Telah banyak tempat atau kota yang mereka singgah untuk berehat dan menikmati sedikit hiburan. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah desa yang sangat suram dan banyak penduduk yang berada diluar rumah mereka seperti gelandangan.
Yun Zhou gagal menebak apa yang sedang terjadi namun firasatnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi di desa tersebut. Lalu dia mengambil keputusan untuk pergi dan membantu warga desa. Di saat dia memasuki desa tersebut ramai diantara waraga desa ketakutan apabila melihatnya. Tentu saja mereka sangat ketakutan apabila melihat ada sosok berkerudung yang tidak dikenali memasuki tempat tinggal mereka. Bukan itu saja malah kudanya juga terlihat sangat ganas seolah-olah mata nya memancarkan aura yang dahaga kan darah.
“Apa yang sedang terjadi kepada desa kalian. ”
Pertanyaan Yun Zhou berjaya menyedarkan warga desa. Berdasarkan riak dari wajah mereka Yun Zhou busa menebak bahawa masalah yang dihadapi ini mungkin telah mengakibatkan kehilangan banyak nyawa. Lalu dengan suara yang ter ketar-ketir seorang warga menjawab.
“Tuan... kami mohon kepada mu untuk pergi, tiada apa pun yang dapat diselesaikan disini.... desa kami ini mulai ditumbuhi oleh sejenis pokok bunga yang sangat beracun dan misterius. Jumlahnya semakin banyak dari hari ke hari, banyak daripada para penduduk telah kehilangan nyawanya bahkan beberapa pendekar yang dikirim kemari untuk menyelesaikan masalah ini juga turut kehilangan nyawa.”
“Hammmpppp, baiklah bawakan aku ke tempat yang kalian maksudkan dan jangan bimbang aku tidak akan menyusahkan kalian. ”
Para warga terkejut dengan permintaan Yun Zhou walaupun telah diberi tahu tentang bahaya yang akan dihadapi olehnya. Merasakan tiada pilihan lain penduduk itu pun membawa Yun Zhou ketempat yang penuh ditumbuhi oleh tumbuhan berbunga merah darah. Dia kemudian tersenyum lebar dan melompat turun dari kudanya dan terus menuju ke arah bunga yang dikenali sebagai bunga tujuh ular itu.
Yun Zhou memperingati penduduk desa supaya tidak mendekati tempat ini dan jangan terlalu banyak meminum air sungai kerana sedikit dari racun bunga itu telah meracuni sumber air yang ada di desa tersebut. Akhirnya warga desa mengetahui alasan mengapa banyak daripada mereka yang kehilangan nyawa walupun berkaitan dengan bunga beracun itu tetapi punca utamanya adalah dari sebuah sungai yang telah teracuni.