
Setelah selesai makan YunZhou mengambil tempat di bawah sebuah pohon dan duduk bersandar. Ayam panggang nya terasa sedikit pelik kerana walaupun di cuci banyak kali tetapi masih ada bau hamis yang melekat pada dagingnya.
YunZhou melihat kelima orang itu makan dia merasa senang kerana masakannya dapat membahagiakan orang lain apabila mereka terlihat sangat menikmatinya seolah-olah mereka lupa dengan masalah yang mereka hadapi.
Setelah selesai makan Putri datang bertemu dengan YunZhou dan mengucapkan terima kasih kepada nya. Dia kemudian nya mengajak YunZhou untuk ke istana sebagai balas budi darinya. YunZhou berkali-kali menolak ajakan tersebut kerana merasa sesuatu yang salah dengan keadaan sekelilingnya pada hari tersebut.
Melihat YunZhou yang ragu-ragu sang Putri pun cuba untuk menggoda YunZhou. Dia memamerkan kecantikan nya kepada YunZhou sambil menari-nari di hadapan YunZhou. YunZhou begitu terpana melihat kecantikan yang bercahaya tersebut menari di bawah sinar matahari pagi dengan anggun nya.
“Aduh, YuSue kalah telak dari kecantikan Putri ini.”
Keteguhan hati YunZhou semakin goyah. Semakin lama semakin dekat sang Putri datang sambil menari-nari. Setiap lengkung tubuhnya jelas menampakkan sebuah kesempurnaan yang tiada tanding. Bentuk tubuhnya juga lebih Indah dari YuSue. Kulitnya sangat putih seputih salju dan sangat lembut sehingga menampakkan urat darah yang mengalir.
“Wah, apakah aku sedang berada di syurga. Sungguh satu tontonan yang tidak sia-sia.”
YunZhou semakin larut dalam imajinasinya Tiba-tiba lamunannya itu terhenti apabila dia tercium bau hamis darah. Dia membuka matanya dan melihat keadaan sekeliling yang telah berubah menjadi gelap dan suram.
Sang Putri yang sedang menari kini berubah menjadi predator yang ganas dan siap sedia menerkam YunZhou yang lalai. Sedar dari ke terjukan nya dia pun melompat ke belakang menjauhi sang Putri. Heran kenapa bisa jadi seperti ini sedangkan semuanya baik-baik saja tadi.
Kemudian YunZhou memuntahkan segala isi perutnya apabila melihat sisa makanan yang di panggang nya itu tadi. Alangkah terkejutnya dia apabila mendapati bahawa yang dia panggang adalah sepotong tubuh manusia. Kelima orang itu tadi berubah menjadi predator seperti cacing besar. Mereka menatap YunZhou dengan panas dan kemudia nya menyerang dia bersama-sama.
“*Hahahahaha, manusia tidak sangka kau akan mampu mengelak serangan aku tadi. Aku akui kau memang seorang yang tangguh tetapi sampai di sini sahaja riwayat mu tidak akan ada manusia yang selamat dari ilusi indah ku ini.”
“Apa! kenangan yang begitu Indah tadi ternyata adalah ilusi. Apakah aku telah membunuh seorang manusia, membakarnya dan juga memakannya.”
“Aku belum pernah dalam kehidupan ku membunuh manusia lain dengan sengaja dan memakannya. Ertinya aku yang sekarang ini tidak lah berguna*.”
YunZhou amat menyesali kejadian hari ini. Hatinya seolah-olah membengkak dan sangat sedih.
“Hahahaha, kau memang tidak berguna jadi biarlah kau menjadi makanan ku. ”
Kelima predator cacing tersebut menyerang YunZhou dengan ganasnya. Taring-taring mereka sangat banyak dan tajam jelas kelihatan menuju ke YunZhou yang masih dalam keadaan menyalahkan dirinya. Namun YunZhou bukanlah seseorang yang mudah untuk berputus asa dia bangun kembali dan menghadapi kelimanya dengan ekpresi wajah yang serius dan penuh amarah.
Atmosfer tetiba menjadi sangat sesak dan alam terguncang hebat. Aura kesedihan menjadi pekat membuat kan musuh menjadi lengah. YunZhou bangkit dan menyerang kesemuanya dengan ganas.
SAMBARAN AWAN MENYEDIHKAN HATI!!!!
YunZhou tanp banyak bicara terus menyerang dan membunuh makhluk-makhluk tersebut sehingga habis semuanya tanpa tersisa. Namun makin banyak makhluk tersebut keluar dari tanah setelah YunZhou membunuh kelima daripada mereka.
Melalui plat ingatan YunZhou tidak dapat memastikan jenis apakah makhluk yang sedang di hadapi nya sekarang ini. Dia pun terus menerus membunuh kesemua mereka yang berdatangan. Sekitar ribuan dari mereka telah habis menjadi hancur akibat di tampar oleh YunZhou dengan hikmatnya.
Tiba-tiba tanah bergetar dengan sangat hebat dan sesuatu yang sangat besar sebesar gunung keluar dari tanah. Di lehernya terdapat satu kunci yang bewarna keemasan. Makhluk itu menjadi sangat marah apabila melihat YunZhou membunuh kesemua anak nya.
“*Manusia sialan beraninya kau membunuh kesemua anak ku. Apakah kau sudah bosan hidup. ”
“Huh dasar monster jelek apa kau tidak mempunyai otak. Kalau aku sudah bosan hidup sudah tentulah aku tidak akan membunuh mereka semua dan membiarkan mereka memakan aku*.”
Makhluk tersebut sangat marah dan menyerang YunZhou. Kali ini YunZhou terpaksa menggunakan segala kemahiran nya. Dia mengeluarkan seluruh potensi untuk mengelak semua serangan monster sebesar gunung itu. Serangan demi serangan berjaya di elak YunZhou dengan sedikit usaha.
“*Hei manusia mahir juga kau mengelak ya. Kalau kau mempunyai kemampuan bertarunglah dengan ku atau kau memang sudah tidak percaya diri lagi.”
“Dasar jelek dan bodo. mulutmu saja berbau kuat dan busuk ada hati nak menantangku. Kalau aku menyerangmu kau akan kalah setidaknya dalam sepuluh kali gerakan.”
“Cih, manusia sombong mari kita lihat apakah kau sanggup mengelak serangan ku kali ini*.”
Monster itu kemudian mengeluarkan ribuan duri seperti anak panah dan menuju kearah YunZhou. Ruang YunZhou mengelak menjadi semakin sempit. Lalu YunZhou memilih untuk menyerang kalau di biarkan lama-lama dia pasti akan tewas.
GAYA BERMAIN PEDANG ANGIN!!!
MINTA MAAF SEMUA SEMALAM GAGAL RILIS KERANA THOR KEHABISAN IDEA..