
“Setidaknya aku sudah terbiasa untuk melukis sajak. Tetapi masih kurang terlalu banyak kelemahan, para pendekar lain terlalu lemah untuk itu.”
Yun Zhou menggeleng kan kepalanya ketika mengingatkan bahawa para pendekar di Kota Bulan Mengambang datang untuk mencoba kekuatan sajak nya adalah terlalu lemah. Jika itu dirinya maka sajak tersebut tidak akan bertahan sedikit pun jika dia mengeluarkan 5% dari kekuatan nya. Tentu saja pendekar lain tidak menyedari bahawa dia hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja ketika mengetes kekuatan sajak nya itu. Dia sama sekali tidak memikirkan uang yang dia dapatkan, baginya itu hanya setumpuk debu yang beterbangan mengingat kan bahawa kekayaan nya melebihi sesiapa pun jika dibandingkan. Tujuan sebenar Yun Zhou adalah untuk melatih kemampuan melukis sajaknya.
Yun Zhou memacu kudanya dengan pantas meninggalkan Kota Bulan Mengambang. Di hatinya mengagumi sajak buatan nya walau masih kurang. Dia hanya perlu perlu melatih lebih keras lagi untuk meningkatkan kemahiran bersajak nya kerana mungkin akan berguna untuk masa depan. Dia tidak akan berpuas hati hanya kerana baru telah berjaya melewati tahap awal dari "sajak. "
Setelah sehari lebih perjalanan maka empat hari perjalanan nya sudah pun tercukupi dan akhirnya dia tiba di sebuah Kota yang terlihat megah. Batunya diperbuat dari batu meteor hitam yang sangat tahan dengan segala bentuk kekuatan namun juga ada batasnya. Tempat yang megah itulah tempat tokoh utama dilahirkan.
...............................
“Eh, siapa yang meninggalkan kuda ini dan sejak bila dia berada disini kita langsung tidak menyadari nya ”
“Itulah, kuda ini pasti tersesat. ”
“Iya. ”
Beberapa orang penjaga yang menjaga disebuah pintu masuk heran ketika melihat seekor kuda hitam yang berada tepat dihadapan pintu masuk.Kuda itu terlihat tenang dan tidak melakukan apa-apa pergerakan pun seolah-olah dia sedang menunggu seseorang. “KLAN YUN”itulah dua perkataan yang terpapar di bagian atas pintu masuk tersebut.
.......................
“Sekarang ini perebutan kuasa sedang berlaku didalam klan. Posisi ayah mungkin tidak akan bertahan lama lagi. Apa yang dapat dilakukan olehku untuk membantu ayah?”
Di suatu tempat di sebuah halaman ada seorang gadis yang ber kerusi roda berpakaian serba biru dan rambutnya yang terikat simpul ke atas sedang terlihat sedih. Wajahnya cantik seperti giok tapi terlihat muram terkandung seribu penyesalan dan kebimbangan. Riak wajahnya melihat kan pandangan seperti permukaan air jernih yang bergetar kerana tetesan air hujan.
“Qing'er!! apa kau tidak apa-apa?. ”
Seorang wanita dan seorang pria datang memecahkan kesunyian. Entah mengapa mereka berdua terlihat begitu panik seolah-olah ada bahaya disekitar mereka. Lalu wanita itu datang dan memeluk gadis tersebut sementara pria tadi mengeluar kan pedang dari sarungnya. Lalu berteriak..
“Dimana kau bersembunyi keluar lah dan berhadapan dengan ku jika kau berani. ”
“Kenapa ni bu... Qing'er tidak pengertian sama sekali. Siapakah yang begitu bodoh untuk melanggar klan kita ini. ”
“Syukur lah kau baik2 saja Qing'er. ”
“Ayah kamu melihat ada sosok hitam yang menuju ke kediaman kamu lalu kami pun bergegar datang kemari. ”
Sedang mereka terlihat sedikit panik dan berjaga-jaga, seorang pria tua berambut putih datang dan menunjukkan ke arah bumbung. Semua yang ada disitu pun melihat ke arah yang ditunjukkan mereka terkejut kerana sosok tersebut hanya berdiri di tempat yang mudah untuk ditemukan namun kehadiran nya langsung tidak dapat di kesan begitu juga dengan kultivasi nya mereka sama sekali tidak dapat diukur. Jadi hanya ada dua kemungkinan saja iaitu sama ada sosok tersebut adalah manusia biasa atau pun kekuatan nya lebih tinggi dari semua yang ada disitu. Mengingat kan dia berada di atas sebuah bumbung ini menguatkan lagi pilihan yang kedua. Tiba-tiba sosok tersebut melakukan gerakan dan turun memijak tanah, semua orang berhati-hati dan bersiap sedia untuk melawan jika mereka diserang.
“Siapa kamu, dan apa tujuanmu. ”
Pria tua yang hadir tadi mulai bersuara, namanya adalah Yun Ming kakek kepada Yun Zhou. Keaadan menjadi hening seketika dan sosok tersebut tanpa bersuara membuka kerudung sehingga menampakkan wajah nya. Semua yang ada di situ tertegun dengan ketampanan pria berkerudung tadi namun hanya seorang sahaja yang yang menyadari satu hal..
“YUN'ER...... ”(Huang Bing ibu Yun Zhou)
MOHON MAAF SEMUA KERANA SAYA DIMASUKKAN KE RUMAH SAKIT JADI DIHARAPKAN KE SEMUA PEMBACA DAPAT BERSABARLAH. BUAT SEKETIKA AUTHOR MUNGKIN AKAN UP SEDIKIT SEDIKIT DAHULU.. TERIMA KASIH