
Ketika berada di kuil, Yun Zhou di layani dengan baik dan para sami di sana peramah belaka. Selain itu, mereka juga mengajari Yun Zhou banyak perkara, walaupun sebagian besarnya sudah diketahui oleh Yun Zhou dia tetap memaksakan dirinya menerima apa yang mereka katakan.
Setelah malam tiba, suasana di kuil menjadi sepi kerana para sami telah lama tidur. Hanya kelihatan satu sosok yang masih berjaga, dia kelihatan sedikit murung walaupun tiada yang mengganggu nya. Kemudian dia berjalan menuju ke tempat yang sedikit luas dan lapang sebelum dia mulai berlatih.
Yun Zhou berlatih untuk meningkatkan teknik-teknik dasar beladiri seperti melepaskan tumbukan dan tedangan. Di saat dia sedang berlatih beladiri dia diperhatikan oleh seorang sami yang juga masih belum tidur. Gerakannya dalam mempraktikkan beladiri membuatkan sami tersebut terpana, setiap gerakan yang dilakukan oleh Yun Zhou terlihat sederhana tetapi sulit untuk di lakukan.
Sudah menjadi hal biasa bagi para sami untuk berlatih beladiri untuk melindungi ajaran mereka sehingga kan di kuil tersebut Yun Zhou dapat merasakan ramai diantara mereka yang berkultivasi dan sebahagian kecilnya mendalami ilmu keagamaan. Sami tersebut pun mendekati Yun Zhou.
“Ternyata tuan adalah seorang pendekar yang hebat. Perkenalkan namaku Yao Ling.”
Sambil memberi salam sami tersebut pun mengenalkan dirinya kepada Yun Zhou. Kemudian nya Yun Zhou pun turut berbuat demikian. Tiba-tiba...
“Menunduk!!!! .” Yun Zhou merasakan aura di sekitarnya berubah menjadi kacau bilau, beberapa anak panah yang mengandungi tenaga dalam meluncur ke arah dia dan sami tersebut kemudian nya melewati mereka berdua. Sami tersebut pun terkejut dengan apa yang terjadi, panah yang terisi tenaga dalam itu bisa mencacak sehingga beberapa meter di dalam dinding yang sangat tebal. Tanpa berlengah lagi, Yun Zhou pun menggunakan tenaga dalam nya untuk menjerit.
ADA PENYUSUP!!! KUIL TELAH DI SERANG!! teriakan Yun Zhou bergema di angkasa sehingga kan semua sami terjaga dari tidur mereka.
“Cis, bedebah punya budak. Rencana kita telah gagal serangan mereka dan bunuh semua yang ada disini.”
Lantas dengan itu kelompok yang menyerang mereka tadi tidak tinggal diam kerana rencana mereka menyerang diam-diam telah gagal. Yun Zhou pun menyambut serangan para tetamu yang tidak di undang itu dengan hanya menggunakan teknik dasar beladiri tanpa menggunakan tenaga dalam sekali pun.
“Hahahahaha, sudahlah lemah berani mau menyerang ku lagi. Serang lah aku beramai-ramai.” Yun Zhou terlihat menikmati sekali pertarungan tersebut. Kemudiannya para sami yang sudah terjaga meluru ke depan untuk membantu Yun Zhou.
TAAAAANNNNGGGG!!! aura yang kuat keluar dan membebani seluruh medan pertempuran. Menyebabkan gerakan lawan menjadi tertangguh dan perlahan. Seketika itu lah datang sami-sami yang lain nya datang untuk memyertai medan pertempuran.
“Kebanyakan dari pihak musuh adalah pendekar tahap spiritual langit dan bumi dan sekitar tiga puluh dari mereka sudah mencapai tahap legenda sedangkan sami-sami kebanyakan ny masih berada di tahap spiritual bumi dan sepuluh orang tingkat legenda. Ini jelas merupakan pertarungan berat sebelah. ” Yun Zhou menganalisa situasi. Hal ini jelas tidak menguntungkan para sami yang sedang bertarung disini. Kemudiannya Yun Zhou memberi aba-aba kepada semua sami untuk mundur. Tanpa berlengah para sami pun mengikuti perintah. Yun Zhou walaupun dia merupakan orang asing tetapi para sami telah melihat dia menghentikan semua musuh hanya dengan memetik kecapi dan itu bukan hal yang bisa di lakukan oleh pendekar biasa.
RINTIHAN BINTANG KESUNYIAN!!! TAAAANNNGG!!!
Dia memainkan musik nya sambil melepaskan ribuan aura pedang sehingga menyebabkan jumlah dari musuh berkurang mendadak. Para sami sepertinya tidak percaya dengan apa ysng mereka lihat. Yun Zhou hanya duduk bersahaja sambil memainkan musiknya dan para musuh telah tertebas.
“Nampaknya kita perlu turun tangan, semua serang mereka semua jangan bagi satu pun hidup. Darah para sami itu sangat berharga cepat kumpulkan.”
Ketiga puluh orang yang berada di tahap legenda itubpun menyerang ke arah Yun Zhou dan para sami yang lain. Bantuan dari pihak sami masih belum kunjung tiba mungkin mereka telah di serang.
“Semua nya mundur mereka dari aliran sesat. Mereka ingin menggunaka darah kita untuk berkultivasi. Jangan biarkan mereka menangkap kalian, pergi bersembunyi.”
Beberapa orang sami yang berada di tahap legenda menjerit kepada sami yang lain supaya berundur dari situ.
“Tuan Yun, apakah anda bisa melakukan itu lagi. ”......
Sami tersebut menunjukkan kearah kecapi yang di main kan oleh Yun Zhou tadi. lalu Yun Zhou menggelengkan kepalanya kerana tali-tali kecapi sudah banyak yang putus. Sami-sami tersebut terlihat sedikit kesal namun tetap bertahan untuk menghadapi puluhan musuh aliran sesat yang kuat itu.