Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
ALAM DEWA VS ALAM DEWA


Tanpa berlengah Yun Zhou terus meluru dengan secepat kilat dan membantai para aliran sesat yang datang menyerang itu. Dia merasa kerepotan kerana menghadapi musuh-musuh yang datang beramai, walaupun mereka tidak dapat menandingi nya tetap saja masih niat mau maju.


“Sepertinya aku harus menghabiskan mereka semua secepatnya.”


TENDANGAN BADAI SAKTI:


BADAI MENCABUT NYAWA!!!


Dengan kepantasan yang sangat cepat Yun Zhou menghabisi separuh dari musuhnya itu hanya dengan satu serangan. Merasakan bahawa mereka tidak dapat menghadapi Yun Zhou mereka sempat merasakan putus asa. Namun.....


“Kebelakang, kalian semua hanya akan menghantar nyawa kalian sia-sia jika berhadapan dengan seorang spertinya.”


Kelihatan suatu sosok misterius datang dan memberi arahan kepada para aliran sesat tersebut untuk mundur.


“Ah, ketua Ke-empat .” Para aliran sesat menyebutnya serentak dan mulai tersenyum kembali mengingatkan kemenangan sudah berada di pihak mereka.


Sosok tersebut tersenyum sinis ke arah Yun Zhou dan para sami sambil melemparkan pandangan yang penuh penghinaan.Di mata mereka hanya mereka yang benar dan berhak melakukan apa sahaja dan dianggap mulia.


“*Kalian seharusnya menyerah dari awal dan menjadi bahan kultivasi kami. Dengan begitu kematian kalian tidak menjadi sia-sia.”


“Kalian para pemuja setan tak akan di ampuni sama sekali. Jangan harap bisa lepas dari hukuman. Kebaikan selalu menang melawan kejahatan, sedangkan cahaya selalu terang di dalam kegelapan*.”


Kata-kata Yun Zhou bagaikan petir yang menyambar di telinga para aliran sesat. Raut wajah mereka terus berubah menjadi ke ungguan kerana sangat marah. Lalu tanpa meneruskan pertikaman lidah di antara mereka Sosok yang dikelani sebagai ketua ke-empat itu menyerang kearah Yun Zhou. Dari aura yang di lepaskan nya sudah menunjukkan bahawa dia telah berada di tahap Alam Dewa.


“Ini buruk tuan Yun ayo segera mundur atau segalanya akan terlambat, kita tidak akan bisa menang melawan pendekar di tahap Alam Dewa walaupun kita menang jumlah darinya. ”


Para sami terus melarikan diri apabila mengetahui bahawa mereka sedang menghadapi pendekar di Alam Dewa. Tetapi beda halnya dengan Yun Zhou yang duduk mematung tanpa sepatah kata. Para sami sempat bingung dengan kelakuan Yun Zhou itu dan mereka merasakan bahawa dia sudah tidak tertolong lagi.


“Hahahaha spertinya kau sangat ketakutan ya sampai tidak bisa melarikan diri. Berbangga lah kau bisa mati di tangan ku ini. ”


Ketua ke-empat pun melancarkan serangannya ke pada YunZhou yang sedari tadi mematung itu. Ketika serangan tersebut berada beberapa meter dari kepala Yun Zhou, dia pun menampakkan senyum yang sangat mengerikan pada lawannya itu sambil membalas serangan yang dilancarkan kepada nya.


TINJU NAGA BESI!! BAAAAAMMMMM!!!


Kedua-dua tinju itu pun saling bertabrakan dan menghasilkan bunyi yang sangat kuat seperti letupan bom. Tidak hanya itu tanahnya juga turut bergetar kerana menerima dampak dari kedua serangan tersebut. Hasilnya kedua orang itu pun terpelanting ke belakang beberapa meter dari tempat mereka adu kekuatan tinju mereka.


“Mana mungkin, seseorang yang masih muda seperti kau ini berada di tahap yang sama seperti ku. Sedangkan aku sendiri telah hidup selama hampir sua ratus tahun untuk mencapai tahap ini. ”


Sejujurnya ketua ke-empat sangat kaget kerana lawannya bukan sahaja masih muda tetapi mempunyai kekuatan kultivasi yang sama dengan nya. Wajar sajalah mengingatkan YunZhou yang bisa memasuki dan keluar dari hutan tanpa batas yang mempunyai sembur daya yang banyak yang bahkan sulit di temukan di dunia ini.


“Hohohoho spertinya kau telah hidup sampai ratusan tahun, sudah tentu tidak terhitung lagi nyawa yang telah kau korbankan mengingat kan kau juga merupakan seorang dari aliran sesat. Sepertinya riwayat mu sampai di sini sahaja. ”


Tanpa menyembunyikan lagi kekuatan nya Yun Zhou meluru ke arah ketua ke-empat dan melancarkan serangan ya kali ini dia menggunakan pedang.


“Sudah lama aku tidak menggunakan pedang, terakhir kali semasa latihan ku sebelumnya. Gikiran kau pula yang patut bangga mati di tanganku hari ini. Hahahahaha ”


**GAYA BERMAIN PEDANG AWAN!!!!


GEJOLAK AWAN MEMATAHKAN SURYA!!


ZAAAAASSSS**.....


Hanya dengan satu tebasan Yun Zhou menghabisi lawannya. Ketua ke-empat tidak berkedip sedikitpun kerana masih tidak percaya bahawa dia kalah pada seorang bocah hanya dalam waktu detik sahaja. Melihat ketua yang menjadi harapan mereka telah tewas para penganut aliran sesat pun lari secepatnya.


“Hahahahahaha kalian pikir kalian bisa datang dan pergi seenaknya. Lihat kalian ini seperti anak ayam dikejar rubah saja”Yun Zhou tidak melepaskan mereka semua lalu meluru dan menghabisi semuannya. Setelah itu tangan Yun Zhou yang memegang pedang itu tadi bergetar hebat kerana seluruh tulang di lengannya itu retak belaka. Yun Zhou menggunakan Gaya bermain pedang awan untuk menghabisi ketua ke-empat dalam satu serangan menyebabkan tenaga dalam yang di aliri ke lengannya berlebihan dan bocor dengan sendirinya sehingga kan tulang nya retak.