
Sang naga pemarah meronta-ronta sambil meraung hebat kerana dia dibelenggu oleh ratusan rantai emas yang menanbat kebebasan nya. Shi Shui dan murid-murid nya berusaha dengam sedaya upaya mereka untuk menyeret naga pemarah ke sebuah tempat namun ratusan rantai belenggu yang membelenggu naga pemarah berjaya dihapuskan oleh nya hanya dalam satu gerakan tangan sahaja.
“Kalian kaum naga rendahan. Berani nya menghalangi jalan ku. ”
“Cih, kau naga iblis sang perusak tidak akan kami lepaskan meskipun nyawa menjadi taruhannya.”
“cepat bentuk formasi baharu.”
“Kalian memang mencari mati, akan ku bakar kalian dengan apiku sehingga menjadi abu.”
ROOOOOOOAAAAARRR!!
Sang naga pemarah pun memuntahkan api hitam panas ke arah mereka semua dan membakar seluruh ruangan. Mereka berempat pun membentuk perlindungan diri daripada tenaga dalam masing-masing. Walaupun api itu tidak mencapai mereka berempat tetapi panasnya bisa membakar walaupun didalam pelindung sekali pun.
“Kita tidak boleh berdiam lebih lama lagi. Kalau tidak kita akan mati kepanasan, cepat dan aktif formasi ny.a Kita segel makhluk buas ini selamanya.”
“Baik guru!! ”
FORMASI LIMA MATA ANGIN - PAGODA PENYEGELAN
Lalu keluarlah sebuah pagoda besar mengelilingi sang naga pemarah sambil mengeluarkan ribuan rantai listrik yang menyengat. Sang naga meraung-raung hebat dan meronta-ronta meminta kebebasan. Namun siapakah yang akan membebaskan makhluk terkutuk itu. Apabila pagoda penyegelan sudah lengkap, maka sang naga di segel didalam pagoda itu. Pintunya ditutup rapat dan mempunyai beberapa lingkaran formasi sihir yang kuat. Segala raugan naga semua tidak kedengaran lagi.
Mereka berempat merasa lega kerana sempat menyegel naga yang menjadi iblis itu secepatnya sebelum dia mengamuk lebih hebat. Tidak terbayangkan jika dia terlepas pada hari itu. Banyak nyawa yang tidak bersalah akan melayang dan dunia akan menjadi lautan darah. Naga yang telah mati apabila dihidupkan akan tidak memandang apapun dia cuma tau satu perkara sahaja iaitu membunuh. Jika ingin menghentikan dia ketika waktu itu setidaknya memerlukan dua naga suci untuk bertanding dengan nya. Untunglah ketika mereka menyegelnya kekuatan naga itu belum sepenuhnya terbangun kan.
Didalam pagoda sang naga menyemburkan apinya tanpa henti dengan tujuan untuk membakar pagoda tersebut namun apa yang dia dapatkan hanya adalah sengatan-sengatan listrik daripada ribuan rantai yang membelenggu nya. Sungguh tersiksa sekali sehingga menyengat kedalam jiwa nya.
Yun Zhou yang berada didalam kesadaran telah pun dirantai oleh naga tersebut. Keaadan nya sama seperti patung jerami di tengah sawah, tidak berdaya untuk melakukan apa sekali pun. Di depannya tinggal lah seekor naga yang sedang marah dan juga dibelenggu oleh ribuan rantai listrik. Alasalannya marah sambil menatap Yun Zhou adalah kerana dia tidak bisa membangkitkan kesemua kekuatan nya disebabkan Yun Zhou berhasil merebut sedikit kesedaran nya. Kini tubuh fana itu dikuasai oleh dua makhluk. Satunya adalah pemilik asal tubuh itu Yun Zhou dan satu lagi adalah sang naga namun kesadaran milik Yun Zhou terlalu lah kecil sehingga kan dua mata memancarkan warna yang berbeda. Satunya milik Yun Zhou dan satunya milik naga itu.
...........................
Sementara itu diluar makam, musim sejuk telah pun tiba dan salji turun dengan banyaknya. Segel makam mulai melemah dan keempat ras saling menunggu untuk menghancurkan segel yang terdapat pada makam kuno tersebut.
“Ayo, cepat bentukan formasi dan pecahkan segel tersebut bersama-sama. ”
“Baik!! pangeran. ”
Belum sempat mereka membentuk formasi datanglah getaran yang begitu kuat. Tanah menjadi gempar dan semua yang hadir melarikan diri kecuali seekor makhluk sahaja. Dia memancarkan aura yang begitu mencengkeram menyebabkan ramai yang berasa takut.
“Makhluk apa itu, kenapa dia ada disini? ”
“Ku.. kuda!! ”
“Itu kuda iblis peringkat tertinggi. Kita tidak mungkin bisa mengalahkan nya.”
Kesemua empat ras dan juga pemimpin mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat hari ini. Tetapi kemudian mereka sedsr bahawa kuda itu tidak berniat untuk menyerang mereka. Alasannya adalah supaya mereka dapat masuk kedalam makam dan membebaskan tuannya.
Getaran hebat berlaku lagi dan makam kuno kini terlihat mulai goyah dan dengan kehadiran satu getaran super kuat makam itu pun hancur menjadi debu. Semua mata yang memandang merasa sangat kecewa dengan apa yang mereka lihat. Makam itu bukannya menghilang tetapi hanya saja mengelabui mata mereka semua dengan tujuan sebenarnya adalah supaya untuk tidak ada orang yang akan melepaskan naga iblis.