Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
MEREBUT WILAYAH KEKUASAAN


Setelah sebulan setelah kejadian hari itu dan semua orang pulang kerumah masing-masing kerana ganjaran yang diharapkan daripada makam kuno tiada seorang pun yang mendapatkan nya. Makam itu menghilang dari pandangan mereka begitu sahaja.


Sementara itu disebuah tempat ada sebuah sosok yang duduk tergantung di dalam sebuah bangunan. Sosok tersebut kelihatan tidak mampu dan penuh dengan kebencian. Dimata sosok yang tergantung itu ada dua cahaya terang satunya bewarna keemasan, anak mata sebelah kanan bewarna biru dan sebelah lagi bewarna kemerahan dan anak matanya bewarna abu-abu seolah-olah tiada kehidupan didalamnya. Sosok tersebut dibelenggu oleh ribuan rantai listrik.


Tiba-tiba berlaku getaran yang hebat dan belenggu yang membelenggu sosok tersebut perlahan-lahan mulai memudar. Energi listrik yang ada pada rantai tersebut perlahan diserap oleh makhluk tersebut sehinggalah satu persatu dari ribuan rantai itu merekah dan hancur.


Kini sebeleh kanan tangan makhluk itu telah pun terlepas sepenuhnya tetapi peliknya makluk itu tidak melakukan sebarang perlawanan sekali pun. Seluruh pagoda kemudian nya bergetar hebat apabila tangan sebelah kiri makhluk itu terbebas. Pagoda penyegelan hancur berkeping-keping dan terbakar menjadi longgokan hangus.


“Apa yang terjadi ?”


“Naga iblis telah terlepas.”


“Apa!! ini akan sulit untuk menyegel nya kembali dan kemungkinan kekuatan penuh nya telah terbangun. Nampaknya kita telah meremehkan kekuatan naga iblis.”


“Mari kita pergi lihat.”


Empat sosok meluru dengan laju menuju ke arah tempat makhluk itu disegel. Setelah mereka sampai mereka melihat sosok yang yang dikenali oleh mereka itu sedang terbahagi menjadi dua. Sebelah kanan makhluk itu mempunyai sisik-sisik dan sayap keemasan dan sangat murni dan sebelah kirinya mempunyai sisik kehitaman dan sayap kerangka.


“Yun Zhou!! apa yang terjadi kenapa ada dua sisi.”


“Aku pun tidak tahu apa yang sedang terjadi kali ini.”


Kemudian udara disekeliling berputar hebat mengelilingi Yun Zhou yang sedang melayang-layang di udara itu. Energi langita dan bumi bergabung menjadi satu dan diserap masuk ke dalam bagian tubuh keemasan. Seolah-olah berlakunya letupan energi itu meledak.


Semua mata yang memandang terpana apabila melihat ada dua roh yang hebat sedang bertarung diluar tubuh tersebut sedang kan tubuh tersebut masih melayang-layang. Salah satunya adalah roh Yun Zhou yang sedang memakai sebuah zirah dan armor emas sambil memegang sebuah pedang.


“I.. itu pedang istimewa.. warisan legenda.”


“Apa!! ”


“hei, kau manusia rendahan beraninya kau memaksaku keluar ”


“Huh, kau naga jelek beraninya mengambil kesadaran ku. Apakah kau berpikir bahawa hanya diri kau lah yang berhak untuk menempati tubuhku ini. Hahahahahaha!! sungguh kau tersilap......memilih tempat.”


“apa yang kau ketawakan wahai manusia. Apakah kau takut untuk melawan aku? ”


“Aku menertawakan kebodohan kau itu. Ini sebagai peringatan kepada kau, jangn pernah berpikir bahawa kau itu kuat dan bisa melakukan apa saja dan seseorang pernah berkata kepadaku diatas langit masih ada langit yang lain. Itu berarti aku adalah langit yang berada di atasmu.”


“Hahahahaha, manusia angkuh”


ROOOOAAAAAAARRRR!!


“Raungan yang mantap sungguh membuatkan aku ketakutan. Hampir saja aku ngompol didalam zirah ku ini.”


“******** kau manusia rendahan beraninya kau menghina ku.”


Sementara itu mereka berempat yang memerhati kejadian tersebut dengan penuh takjub. Yun Zhou kini terlihat seperti seorang kaisar dengan aura yang begitu mendominasi dan penuh kehormatan.


“A.. aku tahu mereka sedang apa? Mereka sedang merebut wilayah kekuasaan iaitu hak penuh untuk mengawal tubuh Yun Zhou. ”


“Merebut wilayah kekuasaan.. ”


“Tetapi tidak disangka bahawa Yun Zhou akan semakin menjadi kuat dan akan bertumbuh menjadi lebih kuat apabila menjumpai lawan yang lebih kuat daripada nya. ”


“Merebut wilayah kekuasaan ya.....!! ”