
Setelah pertarungan antara para manusia dan naga pohon itu, kedua daripada naga pohon menderita luka parah dan sekarat di atas tanah. Mereka sudah tidak berdaya lagi untuk bangun dan memperjuangkan hak mereka.
“Heh, naga pohon ini lemah sekali. Mari kita bunuh mereka. ”
“Tunggu dulu sebelum membunuh mereka kita akan mengambil mutiara pohon dihadapan mereka dan menyiksa anak kecil mereka. ”
“Hahahahaah kedengarannya sangat seru. Idea kakak memang selalu saja bagus-bagus.”
“Bagus mari lakukan. ”
Kesepuluh dari mereka semua menyetujui dan sanggup untuk melakukan perkara yang kejam-kejam kepada anak kecil yang tidak berdaya. Tindakan mereka ini tanpa disadari telah menimbulkan amarah suatu makhluk. Salah seorang dari mereka menghunus kan pedang nya ke arah bayi kecil naga pohon yang perlahan dilihat oleh orang tua naga kecil yang tidak bersalah itu. Kedua nya walaupun bukan manusia tetapi masih juga memiliki sifat kasih sayang terhadap anak mereka. Melihat nyawa anak mereka yang seperti dimain-mainkan oleh manusia yang tidak bermoral mereka pun menitiskan air mata sejernih air hujan.
Tiba-tiba, belum sempat lagi pedang yang diarahkan kepada bayi naga pohon mengenai kulitnya sesuatu telah terjadi kepada sosok manusia itu. Tubuhnya perlahan jatuh ketanah dan terbelah menjadi dua bagian. Terkejut mereka semua melihat kejadian yang begitu pantas itu,tiada satu sosok pun yang menyerang mereka tetapi tubuh rekan mereka tiba-tiba terbelah menjadi dua.
“Siapa itu... beraninya kau mengacau kami semua. Kalau kau berani tunjukkan lah diri dihadapan kami semua.”
“Kakak.. apa yang kau bicarakan lebih baik kita segera pergi dari sini. Kita mungkin bukan tandingan nya.”
“Haish apakah kau bodoh, serangannya saja kita tidak menyedari nya bagaimana mana kita bisa lari begitu saja. Jika dia menampakkan dirinya bukankah lebih mudah untuk kita melarikan diri.”
Sedang mereka semua bertikam lidah sambil ketakutan muncullah seorang sosok berkerudung yang mempunyai mata kemerahan di balik sebatang pohon yang tidak jauh dari lokasi mereka berada.
“Si... siapa kau. Kau berani sekali membunuh murid dari sekolah beladiri PERMATA UNGGU. Lebih baik kau pergi dari sini sebelum.. ”
“Sebelum apa. ...apa yang kalian bisa lakukan kepadaku.”
“K.. kau beraninya memotong percakapan ku. Kau memang sudah bosan hidup. Semuanya serang dia bersama-sama dengan kekuatan penuh kalian dengan ini kita pasti menang melawannya. ”
“Baik kakak.. ”
BOOOOMMMMMM!!
Terhasil lah sebuah letupan yang kuat. Lalu mereka bersembilan terdiam sejenak sebelum mulai tertawa terbahak-bahak. Namun tawa mereka itu tidak lama apabila mereka melihat ada sebuah sosok yang masih berdiri didalam gumpalan debu yang naik ke udara setelah letupan itu. Hampir jatuh biji mata mereka ketika mereka melihat ada makhluk yang sangat aneh.
Badannya dipenuhi oleh sisik keras sehingga di wajahnya. Badannya juga terbahagi kepada dua bagian yang berbeda warna. Salah satunya mempunyai sisik keemasan dan satu lagi mempunyai sisik hitam. Sekali lihat dari fisiknya dia seperti seorang manusia namun apa yang menjadi dia kelihatan berbeda dari manusia lain adalah kerana penampilan nya yang seperti setengah hewan suci dan setengah hewan iblis.
“Makhluk apa itu... kenapa dia bisa ada disini..”
“Tampilan nya mengerikan... kakak ayo kita pergi dari tempat ini dengan segera. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi makhluk itu.”
“Kalian ingin pergi !! tidak mudah untuk kalian pergi dari sini. Kalian akan ku benarkan pergi setelah... ”
“.....kalian semua mati.. ”
Dua buah kata terakhir yang keluar dari mulut Yun Zhou sangat lah besar. Tiada nada gurauan didalam nya sehingga menyebabkan hati mereka bersembilan berguncang hampir jatuh. Fakta bahawa serangan terkuat masing-masing dari mereka diblokir mentah-mentah oleh makhluk itu saja telah menjentikkan rasa takut yang terdalam dari diri mereka, bagaimana pula sekarang ini makhluk itu bahkan meminta nyawa mereka semua tentu saja air muka pada waktu ini sudah tidak ada gunanya lagi.
“T... tuan tolong maafkan aku, aku tidak tahu telah menyinggung mu dengan cara apa pun tetapi aku disini membuangkan egois ku untuk berlutut pada mu. Kumohon tuan melepaskan ku, aku percaya kejadian hari ini hanyalah salah paham.”
Sosok yang dikenali sebagai seorang kakak yang juga terlihat paling tua berlutut sambil menjepit kan kedua tangannya menjulang langit demi meminta pengampunan daripada Yun Zhou. Dengan berbuat demikian dia pasti akan terselamatkan walaupun terpaksa berkhianat sekali pun. Namun..
“Hohoho, kau ini membuang egois mu. Apakah dengan mengorbankan nyawa saudara-saudara mu yang lain itu tidak dianggap sebagai tidak egois. Kau hanya meminta pengampunan untuk dirimu sedangkan yang lain kau membiarkan sahaja mereka untuk mati ditangan ku. Membuang egois kau kata, hahahaha!! benar-benar lelucon tahap dewa. Jangan harap satu pun daripada kalian bisa terlepas hari ini.”
HIKMAT PEDANG JUARA-PEDANG TIDAK BERPERASAAN!!
Slaaaasshhh!!
Hanya dengan sekali ayunan sahaja sudah mampu untuk membunuh mereka semua. Sebenarnya Yun Zhou bisa saja membunuh mereka tanpa menggunakan teknik apa pun tetapi dia hari ini merasakan perasaan teramat marah dengan tindakan mereka semua itu yang langsung tidak menunjukkan perikemanusiaan. Jiwa naga yang berada didalam dirinya meronta-ronta apabila melihat naga pohon di aniaya sebegitu rupa. Tepat sebelum dia pergi dia menyembuhkan luka kedua naga pohon itu dengan tenaga dalam nya. Sebagai hadiah kerana telah menyelamatkan mereka, naga pohon memberikan mutiara pohon yang sangat berharga bagi meraka itu kepada Yun Zhou. Untuk orang yang melakukan kebaikan pasti lah balasannya juga dengan kebaikan.