Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
YIN FENGBAO ( BADAI PERAK )


Satu kerajaan Zhou Barat menjadi gempar dengan kemunculan seorang alkemis Bintang enam di sebuah kota yang bernama Kota La Lang beberapa hari lalu. Ramai diantara ahli pejabat dan pemimpin kerajaan turun tangan bagi merai kan alkemis tersebut. Di kedua-dua kekaisaran besar Jia dan Song paling tinggi saja sekadar Bintang empat dan jika mereka tahu bahawa munculnya seorang alkemis Bintang enam di kekaisaran Zhou maka mereka pun tidak akan tinggal diam. Sudah pastilah perperangan akan berlaku demi merebutkan alkemis tersebut.


Tetapi apa yang pemimpin dan ahli pejabat kerajaan dapat ketika mereka sampai adalah bahawa alkemis tersebut telah menghilang tanpa jejak. Pelbagai usaha telah dilakukan untuk mencari nya di merata tempat bahkan diseluruh penjuru kerajaan pun dicari tetapi apa yang mereka temukan hanya lah jalan buntu.


“Haih, mana mungkin alkemis yang begitu hebat akan mau bekerjasama dengan orang-orang. Memang benarlah kata-kata orang dulu-dulu bahawa mereka itu sangat sulit ditebak dan suka menyendiri. ”


Pada akhirnnya mereka semua pun putus asa dalam mencarinya. Wajar sajalah ketika Yun Zhou mendapat tahu bahawa berita tentang dirinya telah tersebar meluas pun segera mengangkat kakinya dari tempat itu pada malam hari dengan menggunakan teknik terlarang raja naga. Memang sampai kiamat pun mereka mencari nya tetap tidak akan dijumpai.


.........................


Sementara itu ketika semua orang di kerajaan Zhou barat sedang sibuk mencarinya, Yun Zhou malah ada di suatu tempat sibuk menikmati ayam Bakar. Jika dia tahu kalau orang-orang itu mencarinya seperti tikus didalam tanah tentu saja dia akan ketawa terbahak-bahak. Sedang dia menikmati makan nya, didalam kegelapan malam ada sepasang mata sedang memerhatikan kannya dengan tatapan yang tajam dari dalam semak yang berdekatan dengan Yun Zhou.


Kudanya Hei Xue merasa tidak tenang dengan tatapan tersebut lalu mengejar kearah sepasang mata tersebut. Oleh kerana terkejut dan takut sosok tersebut pun keluar berlari ke arah Yun Zhou, dia kemudian nya bersembunyi di balik tubuh Yun Zhou sambil menatap ke arah Hei Xue. Hei Xue ketika itu sedang menggosok kan kakinya ketanah sebagai tanda marah namun Yun Zhou menghentikan nya.


Selang beberapa jam kemudian Yun Zhou pun berangkat dari situ dengan menunggangi Hei Xue. Belum sempat dia memulakan perjalanan nya si kecil tadi melompat-lompat di hadapan Hei Xue sambil memandang ke arah Yun Zhou.


“Hahahahahahaha, si kecil yang mengemaskan apakah kau ingin memakan makan enak setiap hari sehingga sanggup mengikuti ku. ”


Serigala kecil itu pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu Yun Zhou tertawa lagi. Tanpa berlengah dia pun menitik kan darahnya kepada serigala kecil itu sebagai tanda kontrak mereka.


“Hmmmmpp, aku perlu menamakan kau dengan nama Yin Fengbao ( badai perak ) di karenakan kau adalah sejenis serigala badai berbulu perak. ”


Serigala badai berbulu perak terkenal dengan indera penciuman mereka yang tajam melebihi jenis-jenis serigala iblis yang lain. Selain itu, mereka juga adalah spesies yang sangat langka. Yun Zhou meletakkan Yin ( nama pendek ) dalam bajunya di dada, hanya kepala serigala kecil itu saja yang keluar. Lalu mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan menuju ke kekaisaran Jia dengan perlahan-lahan.