
Beberapa hari telah berlalu, Yun Zhou akhirnya meninggalkan kuil tersebut. Setelah berpamitan dengan ketua kuil dia pun melakukan sebuah perjalanan walaupun tanpa tujuan dan arah. Sejujurnya dia sangat merindui rumah, ayah ibu serta kakaknya tetapi apakan daya, dia perlu menahan kerinduan nya buat sementara.
Setelah dua hari perjalanan dia mengingati sesuatu, ketua kuil ada menyerahkan surat sebelum keberangkatan nya. Lalu dia membuka dan membaca isi surat tersebut. Setelah membaca isi sura tersebut dia akhirnya mempunyai tujuan baru iaitu memecahkan misteri pusaka seribu kuil yang bersama dengannya. Menurut sura yag di berikan oleh ketua kuil, seseorang yang di takdirkan dengan pusaka tersebut perlu mengambil jalan ke arah Utara. Namun petunjuk yang di berikan hanyalah arah jalan yang perlu dia tempuhi. Lalu dia meneruskan perjalanan nya ke arah Utara seperti yang di katakan dalam surat ketua kuil.
Dalam beberap hari perjalanan dia menemukan beberapa kegunaan atau cara bekerja tatto yang berada di lengan nya itu yang tidak lain adalah pusaka seribu kuil. Tatto keemasan tersebut mampu menyerap energi atau QI alam. Selain itu, lukanya juga dengan cepat sembuh dan lengan kanannya itu kuat dan keras seperti baja.
BAAAAAAMMMMM!!!
Yun Zhou tiba-tiba meninju sebuah batu besar tanpa menggunakan tenaga dalaman melainkan hanya menggunakan kekuatan lengannya sendiri Hasilnya, batu besar tersebut hancur berkecai. Yun Zhou sangat syokbkerana lengannya terasa kuat da amat ringan. Selain memberikan daya hancur yang kuat lengannya juga tidak bercalar sedikit pun.
Dia mulai berpikir akan kekuatan lengan nya itu apabila di aliri tenaga dalam, pastinya akan menyebabkan daya hancur yang sangat luar biasa. Dia seolah-olah seorang pendekar yang mempunyai satu belah tangan baja yang di lapisi dengan tatto emas.
Setelah berjalan jauh ke arah Utara yang di maksudkan dia dapat merasakan pusaka di yang bersatu dengan lengannya itu bergetar hebat seolah olah sedang mengajaknya ke suatu tempat. Yun Zhou menjadi risau yang teramat kuatir lengannya tercabut dari badannya kerana semakin ia melawan semakin kuat lah getaran pusaka tersebut seprti protes dengan tindakan Yun Zhou yang tidak mau menuruti keinginannya.
Kemudian dia pun mengikuti arah kemauan pusaka tersebut sehingga kan dia berada di kaki sebuah gunung yang dipenuhi oleh hutan tebal dan juga bebatuan yang besar. Pusaka tersebut terus bergetar sambil menarik Yun Zhou kearah suatu tempat di gunung tersebut. Dia pun dibawa ke arah hadapan sebuah batu yang teramat besar dan berhenti di hadapan batu tersebut. Dilihat dari mana pun batu itu seolah-olah menjadi bagian dari gunung kerana besarnya hampir sebesar dengan gunung tersebut.
Benak Yun Zhou mulai berkata bahawa batu tersebut bukanlah batu biasa kerana tidak mendapatkan calar pun setelah menerima pukulannya. Dia kemudian nya mengaliri tenaga dalam ke lengannya dalam jumlah yang besar dan meninju batu itu lagi dengan sekuat hatinya. Namun hasil tetap sama, lengannya pun mengalirkan cairan merah cair selepas serangan itu dilepaskan sedangkan batu tersebut tidak meninggalkan sedikit calar pun.
Tanpa berpikir lebih jauh dia pun melepaskan sebuah jurus yang sangat kuat dan menyerang kembali batu tersebut dengan sekuat hatinya.
**KEKUATAN RAJA NAGA-TINJU RAJA NAGA!!!!
BAAAAAAMMMMM**!!!
Setelah itu hasilnya tetap sama malah tangannya mulai mati rasa. Dia sedikit gementar kerana dia telah melepaskan hampir kesemuanya kekuatannya yang berada di tahap ALAM DEWA tetapi masih gagal meninggal kan calar pada batu tersebut Gunung saja sampi bergetar denagn kuat apabila dia menyerang batu besar tersebut.
“Apakah batu ini, sangat keras bahkan tiada calar sedikit pun. Sepertinya batu ini bukannya berasal dari dunia ini. ”
Yun Zhou mulai memikirkan situasi yang dihadapinya sekarang ini. Lalu dia memerhatikan seluruh bagian batu tersebut dan mendapati ada ukiran yang sangat aneh bewarna keemasan di samping batu tersebut.