Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
ISTANA KEKAISARAN


Kekaisaran Jia mempunyai lima kota utama, empat dari lima nya di bawah perintah empat pilar kekaisaran iaitu empat klan besar kekaisaran jia dan satu lagi adalah kota milik keluarga kekaisaran sendiri. Kota keluarga kekaisaran dinamakan Kota Xianyang.


Kekaisaran Jia tidak memiliki banyak kerajaan dan hanya ada satu kerajaan saja yang terlibat dalam pemerintahan tidak seperti kekaisaran yang lain di Benua Daratan Gunung. Yun Zhou terus menunggang Hie Xue dengan pantas dan sengaja mengambil jalan yang sedikit terpisah daripada yang lain supaya dia dapat menggunakan kekuatan garis keturunan Hie Xue.


Setelah satu jam perjalanan Yun Zhou benar-benar sampai ke kota kekaisaran iaitu kota Xianyang mendahului mereka yang menaiki burung phoenix api. Sebaik saja mengklaim nama Klan Yun dan menunjukkan giok pengenalan kepada penjaga pintu kota dia pun terus dibawa ke istana kekaisaran.


“Siapa itu? ”


“Entah lah mungkin salah seorang dari empat klan besar yang dijemput oleh Kaisar. ”


“Iya, lihat saja penampilan nya seperti seorang pangeran saja, kudanya juga terlihat garang ”


“Tidak! dia tidak terlihat seperti pangeran tapi seperti seorang Kaisar sungguhan. ”


Penduduk di kota Xianyang sibuk mendiskusikan penampilan dan identitas Yun Zhou, ada juga yang diam-diam menaruh hati padanya. Sudah sememangnya apabila lelaki tampan dan kaya yang lalu para gadis pasti akan tergila-gila dan mengidamkan nya.


Semasa dalam perjalanan menuju ke istana kekaisaran ada beberapa ekor phoenix api yang melintas di atas kepala Yun Zhou dari arah yang berbeda. Itu mungkin adalah phoenix yang membawa anggota dari empat klan besar. Kemudian ketika mereka sampai ke gerbang istana Yun Zhou diminta turun daripada kuda kerana berkuda tidak di bolehkan sama sekali di dalam kawasan istana.


Istana kekaisaran sangat luas sehingga kan dapat memuat kan sebuah gunung. Seni bina istana juga sangat teliti dan kukuh. Ketika Yun Zhou melepasi pintu gerbang istana dia melihat ramai sekali yang hadir. Rupanya kaisar bukan saja mengundang orang-orang dari empat klan besar tetapi sekte-sekte besar juga habis diundang olehnya.


“Oh lihat itu Yun'er ”(Yun Ming)


“Yun'er!! tapi kenapa terlihat berbeda padahal aku yakin penampilan nya memang sebegitu. ”(Huang Bing)


“Mungkin kerana aura nya yang cocok dengan tempat ini itulah yang membuat kan dia tampak berbeda dari biasa. ”(Yun Cheng)


“Iya, mungkin saja. Lihat itu semua orang memerhatikan nya. ”(Yun Xiohan)


“Dia yang paling ganjil disini kerana berambut merah dan juga berpakaian serba merah. Tapi mungkin saja mereka melihatnya kerana dia sangat tampan.”(Yun Feng2)


“Hahahahaha. ”


Yun Zhou mendengar tawa mereka dan mendekati ke arah mereka itu. Yun Cheng sangat berbangga dengan putranya yang seorang ini. Setelah mereka semua berkumpul ada dayang istana datang mempersilakan semua tetamu yang hadir masuk ke dalam istana.


“Yun'er, apa ayah boleh tanya sesuatu? ”


“Kuda itu kau dapatkan dari mana? terlalu luar biasa kelajuan yang di pamerkan oleh kuda kau itu.”


“Yun'er dapat di sebuah hutan dari Kekaisaran Zhou ketika dalam perjalanan pulang. Akan lebih baik jika ayah tidak terus menanyakan lebih banyak mengenai Hie Xue kerana sulit untuk menjelaskan nya. ”


“Hahahaaha, baiklah. ”


Yun Zhou sungguh pandai dalam berkata-kata dan merancang sesuatu. Yun Cheng sendiri pun tidak berani menanyakan lebih lanjut seolah-olah dia diancam dengan perkataan anaknya itu. Biar pun Yun Zhou tidak bermaksud demikian namun kerana kekuatan nya itu lah yang membuatkan orang lain hormat kepada nya bahkan keluarga sendiri.


“Pengawal apa aku boleh berjalan-jalan di sekitar istana? ”


“Tuan adalah tetamu hari ini, tentu saja boleh tapi ada beberapa tempat yang tidak boleh di lalui kecuali keluarga kekaisaran sahaja. ”


“Baiklah, aku akan ingat itu. ”


“Yun'er mau kemana kau? ”(Yun Qing Tan)


“Saja aku mau berjalan-jalan. ”


“Awooo. ”(Yin Fengbou)


“Hahahahaaha kau duduk bersama kakak. ”


Yun Zhou berjalan-jalan sambil melihat ke arah dinding istana semakin lama semakin jauh dia berjalan dan tanpa dia sedari dia telah terpisah dengan kerumunan dan mulai memasuki kawasan larangan bagi orang biasa kerana terlalu asyik melihat ukiran pada dinding istana.


“Semua ukiran disini mengandung maksud yang tertentu. Yang ini menceritakan tentang kekuatan. ”


Dia melihat sebuah ukiran seperti seekor harimau dan memberikan maksud di setiap ukiran lainnya yang dia lihat. Tanpa dia sedari ada sosok yang berpakaian kuning memerhatikan dia dari jauh namun tidak melakukan sebarang tindakan walaupun dia tahu bahawa Yun Zhou sudah melewati batas.


“Ah, sial aku sudah masuk ke kawasan yang tidak sepatutnya. ”


Yun Zhou lantas berlari dengan menuju ke sebuah jendela yang terdekat dan keluar melalui jendela tersebut. Sosok yang tadinya hanya memerhati mulai mengikuti nya. Di balik jendela itu ada sebuah kolam ikan yang sangat besar namun Yun Zhou dengan santainya berlari di atas permukaan air kolam itu tanpa menyebabkan riak air berubah. Sosok yang mengikutinya tadi berasa kagum dengan kehebatan Yun Zhou lagi pula Yun Zhou pandai menyembunyikan kehadirannya supaya tidak diketahui oleh sesiapa pun termasuk lah ikan-ikan yang sedang tidur di dalam kolam tersebut. Selain itu, dia menyukai cara Yun Zhou memandang dan menilai ukiran yang ada pada dinding istana tersebut.