Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
KEMARAHAN YUN ZHOU


Janji tiga tahun akan bermula dalam tempoh dua hari lagi kerana Yang Mulia Kaisar buru-buru mau menikahkan keduanya. Baginya itu adalah satu kesempatan untuknya segera mendapatkan cucu pertamanya.


Setelah dua hari. seluruh kekaisaran Jia pun digemparkan dengan acara pernikahan Putri Ye QingYang dengan Yun Zhou. Dua merpati sejoli itu kelihatan seimbang sekali dan seluruh istana teramat lah sukacita pada hari itu.


Yun Zhou yang dulunya belum pernah merasakan apa itu Cinta dia akhirnya mengerti kenapa Cinta dan perkahwinan dapat menukarkan dunia nya menjadi bewarna warni. Setidaknya itu lah yang pernah dikatakan oleh Kakak seperguruan di kehidupan pertama nya. Dia tidak pernah sesekali mengambil serius perkataan tersebut namun hari ini dia telah mengakui kebenaran kata-kata tersebut.


"Guru pernah bilang, kekuatan itu berwujud, wujudnya tidak semestinya dalam bentuk fisiknya, kekuatan itu juga adalah perasaan, pada akhirnya perasaan apa yang mewujudkan kekuatan tersebut. Aku sering bertanya-tanya namun hari ini baru aku mengetahuinya, kekuatan itu adalah kekuatan yang lahir dari perasaan yang kuat untuk melindungi. Melindungi?? melindungi orang yang tercinta. Itu adalah kekuatan Cinta."


DUUMMMMM!!


DUUUUUMMMM!!


**PESAN DARURAT!!


PESAN DARURAT**!!


"A... apa yang terjadi? " Kaisar dan Yun Cheng. Mereka jelas kaget, di saat mereka sedang membina istana pasir ada ombak yang datang mengganggu dan Mereka menjadi tidak begitu senang dengan hal itu.


"Yang Mulia Kaisar, para aliran hitam dan sesat menyerang sekarang mereka sudah hampir dengan kota. Di percaya bahawa mereka dikirim oleh Kaisar Song. "


"Apaaaa!! Beraninya binatang itu mengganggu ketenangan ini. Dia sanggup melanggar janji, mengambil kesempatan di dalam kelalaian. Dia jelas tahu bahawa kami tidak bersedia. "


"Dengar kan!! perintahkan semua prajurit untuk melawan mereka. Yang lain bersiap sedia untuk bertempur. "


"Baik Yang Mulia. "


"Nanti...berapakah jumlah mereka semua." Yun Zhou.


"10.000 ribu musuh dan semuanya bukanlah prajurit melainkan ahli beladiri. "


"Tidak perlu menghantar pasukan. Berikan aku zirah emas dan sebatang tombak. " Yun Zhou.


"Gege kau hendak menggempur mereka seorang diri. Itu terlalu bahaya. "


"Tidak perlu kuatir aku akan baik-baik saja. "


Yun Zhou melangkah keluar dari istana, dia pada awalnya berbaju pengantin kini berbaju zirah. Dia berdiri keseorangan berhadapan dengan lautan musuh yang sudah tiba di luar kota. Daratan yang lapang dan luas kini dipenuhi oleh ribuan pahlawan. Kaisar dan yang lain melihat Yun Zhou dengan perasaan cemas dan mengambil keputusan untuk membawa pasukannya juga. Mereka keluar dari kota dan membentuk beberapa pasukan.


"beraninya kalian mengganggu ketenangan aku!! oleh kerana kalian sudah disini jangan harap boleh berpatah kebelakang semula"


"Cuma kau seorang apa kau boleh buat? "


"Cih. kalian yang mengundang ku. " Yun Zhou


MARILAH BERTEMU DENGAN MAUT!


Yun Zhou terus meluru kearah lautan musuh yang kuat itu perseorangan. Tiada sedikitpun ketakutan digambarkan pada wajahnya. Dia cuma menunjukkan perasaan, perasaan marah dan kesal. Kesal kerana dia baru menikmati kesenangan sesuatu yang dinamakan kehidupan berkeluarga namun diusik oleh musuh yang datang dan marah kerana mereka mengacaukan kebahagiaan nya. Yun Zhou tidak pernah semarah ini. Dia tidak menyembunyikan lagi kekuatan nya dan menunjukkan jati dirinya.


"Gege tidak!!!! snifff... sniiff. " Ye QingYang mulai menitiskan air mata kuatir gegenya tewas dimedan perang terlebih lagi kejadian ini sedang berlaku dihadapannya. Kaisar sendiri tidak sempat sampai dengan pasukan nya untuk menghentikan Yun Zhou.


MATI!!


MATI!!


MATI!!


Itulah yang keluar dari mulut Yun Zhou semasa menggempur musuh. 10.000 musuh ahli beladiri benar-benar di dorong oleh nya seorang diri. Kaisar dan yang lain melihatnya dengan tatapan yang penuh kaget. Ye QingYang hampir pingsan namun gagah berdiri untuk melihat Yun Zhou yang sedang murka dan seperti singa lapar itu. Seketika wajah nya tersentak dan tangisannya berhenti dan diganti dengan senyuman hangat.


"Gege selamat...... bunda gege selamat.. " Ye QingYang.


Dia tidak mempercayai apa yang baru saja dia lihat kegembiraan dihatinya melonjak-lonjak seperti seorang anak-anak mendapat permen, Yun Zhou dengan gagah berani menyerbu lautan musuh seperti ombak menghempas pasir dipantai benar-benar ganas, benar-benar gila.


"Ss...... siapa dia ini. Monster.... lari ada monster " musuh.


Para musuh berteriak kaget dan mulai berundur tetapi itu hanya menjadi satu upaya yang sia-sia, sejak Yun Zhou mengatakan perkataanya dia tidak pernah menarik balik. Begitu dia cakap mereka akan mati maka mereka semua akan mati.


"Lari.... jangan bermimpi disiang hari."


"AARRRGGHHJ!! "


Teriakan terus terdengar dengan kuat, setiap teriakan satu nyawa hilang. Kini mereka semua melihat sosok yang berada dihadapan mata mereka ini seperti seorang dewa kematian tidak ada satu pun musuh yang di biarkan terlepas semuanya dibantai habis-habisan. Yang paling menakjubkan adalah tiada beracak darah sama sekali pada zirahnya. Di akhirnya, 10.000 musuh benar-benar diratakan dalam waktu yang singkat mereka semua sedikit pun tidak mampu untuk membuat serangan balasan dan hanya menyia-nyiakannya nyawa mereka kemari.


"Kaisar Song bergembiralah, kau sekarang telah mengundang kemurkaan langit. Aku pasti akan menghantar kejahatan mu ini ke dasar neraka. " Yun Zhou.


Yun Zhou berpatah dan pulang semula ke kota dan orang yng pertama menyambut nya adalah Ye QingYang. Kejadian hari ini membuatkan gempar seluruh kekaisaran jia dan para pemimpin sekte aliran putih pun turun bersama-sama dengan murid mereka untuk memberikan bantuan. Kaisar membuka matanya lebar-lebar melihat Yun Zhou yang sedang memeluk Ye QingYang yang menangis itu. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat begitu juga dengan Yun Cheng dan yang lainnya.


"Seberapa kuatkah? " itu saja yang mereka mampu untuk bertanya-tanya di dalam hati mereka.