
"Jadi darimana asal kalian? "Yun Zhou bertanya secara acuh tidak acuh sambil memamerkan sikap seorang pemuda yang sombong. Tentu saja itu bukan sifat aslinya melainkan hanya lakonan semata-mata.
"Dari mana asal kami? apa kau buta? lihatlah lencana di pakaian kami ini. Kami semua berasal dari Sekte Azure Phoenix yang ternama. Bagaimana kau boleh sampai tidak tahu? "
"Sudah Murong mungkin dia tidak pernah melihat dunia luar. "
"Tapi guru lihat lah dia memandang rendah sekte kita. " Murong.
"Saudari junior buka lah sedikit matamu lihat dia, pakaiannya juga sudah compang-camping mungkin dia dilahirkan disini. "
"Apa kalian bicarakan tentang aku? apa kalian ingin mati memasuki wilayahku tanpa izin? " Yun Zhou mengeluarkan aura membunuh yang kuat menyebabkan mereka semua sulit untuk bernapas. Pada masa yang sama dia hanya menggertak mereka dengan mengaku wilayah itu sebagai miliknya.
"Hehehe kami hanya memuji saudara saja"
"Iya benar saudara terlalu tampan. "
"Tuan maafkan murid-murid ku kerana mereka tidak mengenali tuan " Guru perempuan itu membungkuk sambil menjepit tinjunya kerana dia sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi lawan yang kuat. Baru beberapa minit lalu mereka bertarung melawan hewan suci dan hampir saja kehilangan. Kini mereka kembali menghadapi lawan yang lebih kuat. Tentu saja dilihat dari pertarungan Yun Zhou dengan macan tersebut.
"Emang nya kau kenal sama aku? " Pu! guru perempuan itu kaget dan hilang kata-kata. Dia sama sekali tidak mengharapkan jawaban yang begitu kasar itu keluar dari mulut Yun Zhou.
"Maafkan kami semua tuan, kami akan pergi jika tuan tidak suka kami disini. " guru perempuan itu segera berlutut. "Jika tuan ingin menghukum hukumlah aku ini murid-murid ku sama sekali tidak salah. " Melihat guru mereka yang perkasa itu berlutut para murid lain juga turut berlutut memohon ampun.
"Lupakan saja. " Sebaik saja dua perkataan itu keluar dari mulut Yun Zhou mereka semua terus mengucapkan terima kasih dan meninggalkan tempat itu segera. "Tapi tidak gratis" . Langkah mereka terhenti sebaik saja tiga kata itu disebutkan oleh Yun Zhou.
"A... apa yang tuan inginkan? sila nyatakan kepada kami. Selagi dalam kemampuan kami sekarang ini pasti akan kami tunaikan. " guru perempuan itu berbicara. Tapi Yun zhou tidak mengeluarkan kata melainkan dia hanya menunjuk kepada seorang gadis berdada besar yang memakai gaun bewarna pic.
"En, aku. Apa yang diinginkan oleh tuan dari aku? "
"Aku ingin kau.... "
"........."
"Apa yang kau katakan aku tidak butuh dirimu. Apa yang aku inginkan adalah kau memberitahuku di mana tempat ini seterusnya nama benua dan apa yang ada didunia luar. Ingat berkata dengan jujur kalau tidak kepala kalian akan bercerai ditempat."
"En, disini adalah istana Raja Gofrill ribuan tahun dahulu. Dan adapun nama benua adalah Benua Sembilan Petir......... " gadis tersebut mulai bercerita satu demi satu pengetahuan yang ada di dalam benaknya. Keringat sejuk menitik keluar dari dahi nya sambil dia berhati-hati supaya tidak tersalah berbicara.
"Apa ini saja yang kau tahu? " Soal Yun Zhou sambil melemparkan pandangan mata yang begitu tajam dan menakutkan.
"I.... iya tuan ini saja yang diketahui oleh ku. " lutut gadis itu tidak lagi dapat dikawal dan ter ketar-ketir sehingga menyebabkan dia jatuh berlutut ditanah.
"Sial kau apa yang telah kau lakukan pada saudari senior Su Yanli. " seorang anak laki-laki memberanikan dirinya kehadapan dan memblokir pandangan Yun Zhou dari gadis tersebut.
"Hmmmpp. "Dengan kilasan pandang Yun Zhou memberikan tekanan yang hebat sehingga kan mereka semua tidak bisa bergerak sama sekali. Hu! anak laki-laki itu jatuh pingsan ditanah.
"Huh lemah. "
"Senior mohon ampun kami benar-benar bersalah. "Guru wanita tadi sangat bimbang dengan keselamatan muridnya bergegas memohon ampun sambil mengeluarkan air mata. Jelas ada ketakutan di wajahnya.
"Eh, apa aku sudah berlebihan. Aku cuma niat untuk bermain-main saja tidak sangka mereka akan seperti ini. " gumam Yun Zhou dalam hati. "Baiklah aku akan lepaskan kalian semua dengam satu soalan saja? "
"Baik senior saya akan menjawabnya. "
"Berapa jauhkan benua ini dari benua daratan gunung? "
"Benua... dar... ata.. n gunung!! maaf senior kami belum pernah mendengarnya. "
"Ha! kalau begitu kalian bisa pergi. Tidak perlu ke tempat lain terus saja keluar dari tempat ini. Jika aku melihat kalian lagi akan ku bunuh tanpa ampun. "
"Baik senior. Ling mari angkat saudara junior dan pergi dari sini segera. " Lalu mereka berlima dan seorang yang telah pingsan pun pergi meninggalkan tempat itu. Yun Zhou secara perlahan mengikuti mereka keluar. Setelah keluar dia dapat. melihat sebuah desa jutaan mil jauhnya kerana dibantu dengan mata kebenaran dan arah tujuan mereka berenam juga adalah desa itu. Yun Zhou mengikuti mereka sambil berjalan di atas udara tanpa disadari oleh mereka semua. Dia memijak udara seperti memijak tanah dan kelihatan santai sahaja.