Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
79. Menyelesaikan Dengan Cepat



Keenam pria muda itu merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan. Itu adalah sejenis ketakutan yang sulit diungkapkan dengan kata - kata.


Wanita itu melihat keenam pengikutnya dengan tidak puas, "Apa yang terjadi? Mengapa kalian semua tidak bergerak?..."


Keenam pria itu saling memandang dan tersenyum masam, setelah mengikuti wanita muda itu sejak lama, mereka semua telah melakukan banyak masalah hanya untuk menyenangkannya.


Di masa lalu ketika wanita itu memiliki masalah, maka sebagai pengikut mereka akan melakukan apa saja. Sekarang meskipun tahu bahwa mereka sedang mencari bahaya nyata, mereka masih harus pergi! Tanpa tahu nasib buruk apa yang menunggu mereka.


Apa yang Fatir lakukan adalah mengirimkan niat membunuh melalui udara, walaupun dia tidak akan melakukan pembunuhan namun sangat puas ketika melihat reaksi mereka.


Pada saat yang sama, keenamnya bergerak kearah Fatir, dengan tinju dan tendangan keras dilemparkan ke arah kiri, kanan dan bawah tubuh Fatir pada saat yang sama!


"Whooosss!..."


Fatir menghembuskan napas panjang, sebelum akhirnya bergerak. kedua kakinya dengan ringan mengetuk tanah, dan tubuh yang mengalir membuat jungkir balik ke depan, saat ia mendarat, ia sudah berada di belakang keenam pria muda itu.


"Guaaakkk!..."


Segera setelah itu, Fatir mengulurkan tangannya kedepan dan secara akurat menangkap kerah punggung dua dari mereka, kedua tubuh pria itu terhenti, dan mereka merasakan kekuatan yang tak tertahankan menarik mereka. Tanpa sadar, kedua pria itu terbang!


"Baaaammm!..."


Pada saat yang sama, kedua lengannya menekuk, dan ia langsung menyikut tubuh kedua pria lainnya dan bergerak lagi memberikan tendang bebas ke arah dia pria yang tersisa!


"Ahhhh!!!..."


Dalam sekejap Fatir bergera, dan keenam pria yang bergegas ke depan itu, semuanya terjatuh ke tanah, meraung kesakitan, mereka tidak bisa merangkak ataupun berdiri.


"....." Wanita itu terkejut, adegan di depan matanya hanya ada di dalam film efek khusus. Fatir bergerak cepat menghindari serangan dari keenam pria itu dan memberikan serahkan balik dengan cepat.


Tanpa sadar wanita itu memiliki pandangan berbeda di matanya, seolah - olah dia melihat sesuatu yang menarik. Cara dia memandang Fatir benar - benar berubah dari sebelumnya.


Fatir bertepuk tangan untuk membersihkan debu yang menempel di tangannya, lalu memberi senyum menggoda kearah wanita itu, "Nona, apakah kamu masih ingin bermain lagi?..."


Setelah sedikit gemetar, Wanita itu masih tertegun di tempat. Sikapnya tidak lagi mendominasi seperti sebelumnya, dan dia berkata, "Paman, Aku mengakui keahlianmu sangat kuat, mungkinkah kamu ingin memukul wanita muda sepertiku?..."


Fatir membuat senyum aneh dan berkata, "Pergilah dan jangan melakukan tindakan seperti ini lagi. Jika kamu bertemu dengan orang jahat, kamu akan dalam bahaya..." Fatir tertawa pelan, dia berbalik dan berjalan menuju kearah mobil istrinya.


"Kamu akan pergi begitu saja!?..." Wanita muda itu menatap kosong, lalu mengerti bahwa Fatir telah membiarkannya pergi.


"Ya, lain kali. Mungkin aku akan benar - benar memukulmu..." Kata Fatir dengan tidak peduli, "Jangan melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, tapi lakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain..." dia membuka pintu mobil dan masuk kedalam.


Keenam pria muda yang menghalang masih merintih kesakitan, siapa yang masih berani menghalangi Fatir? Mereka hanya akan mendapatkan situasi lebih buruk dari yang sekarang.


"Fatir, apakah kamu baik - baik saja?..." Maya tahu jika Fatir mulai jago dalam bela diri. Tapi tetap saja dirinya terkejut, sekarang dia bertanya dengan penuh perhatian terhadap Fatir.


"Hmph!... Dalam mimpimu..." Maya menyalakan mobil dan segera meninggalkan tempat kejadian.


Menyaksikan mobil itu berangsur - angsur pergi ke kejauhan, Wanita muda itu akhirnya sadar dan berkata, "Orang yang aneh..."


Wanita muda itu memiliki sedikit rasa takut, namun pada saat yang sama. Wajahnya penuh dengan senyuman, dengan sepasang mata cantik penuh kecerdasan, tidak ada yang tahu ide licik apa, yang ada di benaknya saat ini.


_


_


_


Tanpa sadar waktu berlalu, Mobil Maya berhenti di depan gedung mewah. Sebelum turun dia menatap Fatir dengan seksama. "Pertemuan kali ini sangat penting bagiku. Lebih tepatnya bagi perusahaan. Aku tidak ingin kamu merusak segalanya..."


Fatir mengangguk, dia melihat keluar dengan malas. Sebenarnya dia terlalu malas untuk menghadiri sebuah pertemuan. Namun apa boleh buat jika istrinya yang meminta.


"Sayang, kamu bisa tenang. Aku hanya akan diam dan tidak akan membuat masalah untukmu..." Jawab Fatir dengan datar. Dia segera turun dari mobil dan berjalan pergi berdampingan dengan istrinya.


Melalui penjelasan singkat dari Maya, Membuat Fatir memahami beberapa hal. Pertemuan besar itu hanya di hadir oleh beberapa bos perusahaan besar. Mereka sengaja mengadakan jamuan makan hanya untuk menemukan koneksi dengan mitra bisnis.


Di masa lalu, Maya tidak memenuhi syarat untuk menghadiri pertemuan tersebut. Namun entah kenapa pertemuan tahun ini, dia mendapatkan satu undangan. Karena dia tidak ingin menarik perhatian pria lain tentunya dia harus membawa Fatir sebagai perisai.


Segera keduanya harus melalui prosedur tertentu sebelum masuk kedalam. Pemeriksaan tamu undangan benar - benar ketat, mengingat banyak tokoh penting yang menghadiri acara tersebut.


"Maya, aku tidak menyangka kita bertemu di sini..." Seorang wanita riasan tebal datang bersama dengan pasangannya. Dia mengenakan dress panjang berwarna biru. Sedangkan pria yang datang bersama dengannya memiliki penampilan pas - pasan, tetapi jas yang dia kenakan begitu baik sehingga banyak orang yang iri dengannya.


"Santika, kebetulan juga ya..." Maya menjawab dengan tersenyum. Dia masih ingat dengan teman lama ketika sekolah dasar ini. Keduanya berpisah dan tidak lagi memiliki kontak, namun keduanya masih dapat mengenal satu sama lain.


"Perkenalkan, dia pacarku. Samon, seorang pengusaha sukses di salah satu perusahaan ternama di jakarta..." Kata Santika dengan bangga. Sedangkan Samon hanya tersenyum pepsodent dengan memperlihatkan giginya yang melewati pagar.


Kemudian Santika menatap wajah tanpa Fatir, dan dia tertekan. Mengapa Maya bisa memiliki pasangan yang berpenampilan begitu baik. Namun penampilan baik tidak menilai apa yang di miliknya. Santika tidak percaya jika pasangan Maya akan labih baik dari Somon.


"Dia Fatir, suamiku..." Maya memberikan penjelasan singkat. Dan Fatir hanya menggangguk tanpa menambahkan kesan apapun.


Fatir memahami jika keduanya memiliki persaingan. Terutama wanita seperti Santika akan membandingkan miliknya dengan milik orang lain. Ini begitu klasik untuk Fatir yang selalu bertemu dengan kondisi yang sama.


"Maya, aku tidak menyangka jika kamu sudah menikah. Selamat ya!..." Santika tersenyum dan menambahkan, "Oh iya, aku penasaran, bisnis apa yang suamimu miliki. Untuk datang ke tempat ini setidaknya harus memiliki aset perusahaan sebesar miliyaran. Pasti dia pengusaha sukses juga..."


Maya tahu pertanyaan ini akan datang, dia dengan jujur berkata, "Suamiku, tidak memiliki bisnis apapun. Dia hanya kerja setiap hari senin saja..."


Santika dan Samon ingin tertawa di tempat. Keduanya sudah menduganya, Penjelasan singkat dari Maya menggambarkan jika suaminya tidak lebih dari pengangguran.


Bersambung...