Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
76. Memberikan Sedikit Uang



Di bawah, Yeni membungkuk dan memainkan perannya dengan sangat baik. Itu membuat Fatir benar - benar merasakan kesenangan tanpa akhir.


"Yeni, kamu sangat cantik!..." Pujian Fatir sebagian besar karena dia merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan. 


"Kak Fatir, memberikan pujian di saat aku seperti ini, itu sangat memalukan..." Jawab Yeni setelah melepas Joni agung dari mulut kecilnya.


"Tapi, kamu benar - benar cantik. Rasanya seperti mimpi aku bisa melakukan ini dengan wanita secantik kamu..." Kata Fatir.


"Benarkah?!... Hehe..." Yeni begitu bersukacita, menurutnya Fatir tidak hanya baik tatapi memiliki batang sebesar lengan, dia ragu apakah akan masuk kedalam tubuhnya.


Payudara Yeni saat ini menekan Joni Agung dengan menjepit. Kemudian bergerak naik dan turun ke bawah lagi. 


Yeni bergerak yang membuat payudara montok miliknya bergetar. Ketertarikannya pada Fatir menjadi lebih besar dari sebelumnya.


Tubuh putih saljunya seperti patung batu giok dan lekukan di tubuhnya sama mulusnya. Menurut Fatir hal yang paling menakutkan bukanlah dua gundukan yang menjulang tinggi di dadanya tetapi hutan segitiga tipis di bawah perutnya yang rata.


Fatir sangat ingin melihat semak belukar di bawah dan lapisan lembutnya. Tetapi bahkan dengan usaha keras dia tidak bisa melihat apa - apa, karena posisi Yeni menutupi garis pandang Fatir dan menghalangi bagian tubuh lainnya.


Bahkan jika tidak menghalangi, Wanita akan menutup kakinya dan menjepitnya erat - erat secara spontan, dan membuatnya mustahil untuk melihat apa pun dari posisi Fatir saat ini.


Tapi Fatir benar - benar tidak bisa menahan dirinya lagi. Karena sekarang Yeni mulai bergerak dan menggerakkan lehernya secara naik turun.


Sial, ini terlalu luar biasa, aku akan keluar. Fatir memperlihatkan giginya dengan tertekan. Dia sedikit kewalahan di bawah hisapan mulut kecil Yeni.


Fatir merasa semua darahnya terkonsentrasi di ujung Joni Agung. Hisapan Yeni tidak hanya meraihnya dengan lembut, tetapi menjadi sekeras batang baja ketika akan keluar.


Karena tidak tahan lagi, Fatir dengan kuat menyentuh kepala Yeni dan memuntahkan cair panas tanpa peringatan apapun.


"Sluupuurrr!..."


"Glup... Glup... Glup..."


Kapten joni agung memuntahkan semua yang dia miliki dan memaksa Yeni untuk menelan semuanya seolah dia sedang minum.


Awal perjalanan Joni agung harus bertemu dengan badai besar, Tapi tidak ada halangan apapun yang dapat menghentikannya untuk mengarungi luasnya lautan dan pulau baru.


Dengan kedatangan cairan putih panas yang kuat dan memenuhi mulutnya. Membuat Yeni tersentak. Dia tanpa sadar menelan dengan sepenuhnya sambil memejamkan kedua matanya.


"Glup... Glup... Glup..."


Fatir juga menekan kepalanya dengan kuat, berharap jika sebelum tetes terakhir dia tidak berniat melepaskannya.


"Uhukk!..." Yeni yang menelan semuanya, sekarang melepaskan Joni agung dan dia sedikit batuk namun tidak ingin memuntahkan cairan panas yang memenuhi mulutnya.


Membuka mulut kecilnya, dia memperlihatkan cairan putih memenuhi bagian dalam mulutnya dan kemudian dia menelannya tanpa keraguan.


Entah apa rasanya, yang jelas hanya wanita yang mengetahuinya.


"Glup!..."


Setelah beberapa saat, Yeni tersenyum, sambil menghisap bibir miliknya. "Kak Fatir, apakah aku sudah baik melakukannya?..."


"Ya, kamu benar - benar baik. Kamu bahkan tidak menyia - nyiakan satu tetespun..." Jawab Fatir dengan tersenyum.


"Kak Fatir, apakah kamu akan memasukannya sekarang?..." Tanya Yeni dengan malu.


"Tidak sekarang, jika kita berada di dalam kamar mandi lebih lama lagi. Aku takut kedua orang tuamu akan mendobrak pintu..." Kata Fatir dengan lembut di sisi Yeni.


"Yeni, kamu masih memiliki masa depan cerah. Kamu yakin ingin memberikan pertamamu begitu saja kepadaku?..." Tanya Fatir untuk memastikan sesuatu.


"Hmph, Bahkan setelah aku melakukan itu kepadamu tapi Kak Fatir masih bertanya lagi. Yakinlah, aku tidak keberatan sama sekali..." Jawab Yeni. "Aku juga penasaran bagaimana rasanya. Aku dengar akan sakit di awal, tapi aku tidak tahu sebelumnya merasakannya langsung..."


Fatir menggeleng dengan tidak berdaya, "Yeni, mari kembali. Di masa depan kita masih bisa melakukannya..."


"Baik, aku menantikan saat itu..." Jawab Yeni dengan tersenyum cerah.


Selesai! sayang sekali semuanya harus berakhir seperti ini dan Fatir benar - benar tidak menyelesaikannya hingga kapten joni agung bersarang di dalam tubuh berkembang Yeni.


_


_


_


Setelah mengakhiri semuanya, Fatir dan Yeni berjalan bersama tanpa mengucapkan sepatah katapun. Keduanya cukup malu untuk membahas apa yang terjadi sebelumnya.


"Nak Fatir, Mengapa kalian bisa bersama..." Pak Jamono merasakan keanehan ketika melihat Fatir dan putrinya berjalan dari belakang. Belum lagi kedua rambut mereka telah basah kuyup.


Mungkinkah keduanya mandi bersama?


"Ayah, jangan memikirkan yang tidak - tidak. Kami hanya berpapasan di belakang sebelumnya..." Kata - kata Yeni langsung membatalkan pemikiran Pak Jamono.


"Benarkah!..." Tanya Pak Jamono kepada Fatir.


"Ayah, mungkin saja keduanya hanya berpapasan di belakang. Sudahlah jangan membahasnya lagi, lebih baik kita sarapan bersama. Ayo Nak Fatir..." Masih cukup aneh jika istri Pak Jamono yang biasanya pemarah akan begitu baik.


Fatir hanya mengangguk, kemudian keluarga Pak Jamono melakukan sarapan pagi bersama dengan satu anggota baru yaitu Fatir yang belum lama ini bermain basah - basahan dengan Yeni.


Waktu berlalu, tiba saatnya Fatir untuk meninggalkan kediaman Pak Jamono. Banyak hal yang telah berlalu selama Fatir tinggal di sana, dia merasa senang dengan apa yang sudah berlalu.


Entah hubungan dirinya dengan Yeni dikatakan apa! Yang jelas, Fatir sudah menganggapnya sebagai wanita miliknya. Mungkin hanya masalah waktu untuk dia dan Yeni melakukan hubungan seksual sesungguhnya.


"Terimakasih, atas perlakuannya selama aku tinggal di sini..." Kata Fatir dengan tulus, dia sedikit melirik Yeni dan ada reaksi aneh diantara keduanya.


"Nak Fatir, jangan terlalu rendah hati seperti itu. Berkatmu keluarga kami tidak jadi mengalami pengusiran. Seharusnya kami yang berterimakasih kepadamu..." Pak Jamono langsung menjelaskan dengan tersenyum.


Fatir tersenyum juga, tanpa berpikir panjang dia mengambil kartu ATM dan menyerahkannya kepada Pak Jamono.


"Nak Fatir, apa ini?..." Pak Jamono bertanya dengan bingung.


"Ini hanya sedikit uang. Semoga dapat membantu Pak Jamono kedepannya..." Fatir memberikannya dengan tersenyum. Dia tahu jika keuangan Keluarga Pak Jamono sedikit mengalami masalah pendapatan. Semoga kartu ATM ini, dapat membantu mereka.


Mereka semua tentunya terkejut dengan tindakan Fatir, walaupun mereka tidak mengetahui nilai nominalnya, tetapi mereka sangat yakin jika uang di dalam kartu ATM itu tidak sedikit.


"Maaf, Nak Fatir. Tapi kami harus menolaknya..." Pak Jamono menolak langsung. Tetapi tidak dengan istrinya yang sudah menerima kartu ATM itu dengan tersenyum cerah di wajahnya.


"Ayah ini bagaimana sih. Nak Fatir hanya memberikan sedikit uang yang dia punya. Kita tidak boleh menolak niat baiknya..." Wanita gemuk itu menginjak kaki suaminya dengan terpaksa. Hidup tentunya membutuhkan uang jadi ketika mendapatkan uang tidak baik menolaknya.


"Buu, Berikan kartunya..." Yeni langsung mengambil kartu itu untuk mengembalikannya. Tetapi ketika dia melihat warna hitam mengkilap dan tidak biasa, akhirnya dia menemukan sesuatu yang mengejutkan.


Yeni terburu - buru berkata, "Kak Fatir, tolong mengambilnya kembali. Jika aku tidak salah menebak kartu ATM ini hanya untuk penyimpanan jumlah nominal satu miliaran. Ini terlalu banyak untuk di katakan sebagai niat baik..." Dia bertanya - tanya dari mana Fatir memiliki uang sebanyak itu.


Pak Jamono dan istrinya terdiam, keduanya memiliki reaksi yang berbeda, dan tidak mungkin jika putri mereka berbohong. Di saat yang satu ketakutan karena jumlahnya yang tidak sedikit, yang satunya lagi memiliki mata berbinar karena bahagia.


Bersambung...