Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
37. Berbohong



Justin dan Farhan benar - benar sial. Tidak seharusnya dia membuat masalah untuk Fatir.


Tidak hanya terluka, keduanya juga kehilangan masa depan mereka. Bahkan dengan ahli pengobatan tebaik, tidak ada pemulihan instan. Sekarang keduanya hanya bisa menghabiskan sisa hidupnya di atas ranjang.


Fatir mengabaikan keduanya dan memilih untuk menghampiri istrinya, yang terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Kamu baik - baik saja?!..." Tanya Fatir dengan kepedulian di hatinya.


Walaupun Maya tidak pernah menganggapnya, namun dia tetaplah istrinya. Fatir tidak mungkin membiarkan istrinya dalam bahaya.


Maya tidak hanya terkejut, namun dia bertanya - tanya. Apakah suaminya masih orang yang sama?!


Selama ini, dia tidak terlalu mengenal suaminya, dia hanya menganggapnya seperti rekan bisnis dengan manfaat satu sama lain.


Bahkan, Maya tidak peduli dengan apa yang suaminya lakukan selama menikah tiga tahun ini. Semuanya palsu, tidak nyata dan kebohongan.


Setidaknya, Maya mengetahui. Selain kondisi suaminya yang impoten. Suaminya juga memiliki kondisi tubuh yang lemah dengan alasan yang tidak dia ketahui.


Kesampingkan tentang itu semua, Saat ini. Fatir telah mengejutkan dirinya. Selain dia semakin tampan dia juga pandai bela diri.


Perlu di ketahui, Justin dan Rehan berasal dari keluarga kaya juga memiliki seni bela diri tertentu. Tidak ada yang menganggap remeh keluarga Kalpanak dan Panadol yang ada di belakangnya.


Keterkejutan Maya langsung menjadi ketakutan. Dua keluarga ini tidak sederhana, jika menyinggungnya maka akan berakhir mengerikan.


Maya sendiri mengalami masalah hanya karena menolak Farhan. Apa lagi jika suaminya melumpuhkan Farhan juga Justin.


Sekarang, Maya benar - benar berfikir jika hidupnya akan berakhir.


"Kamu!... Apa yang kamu lakukan terlalu berlebihan..." Bentak Maya dengan kesal.


Fatir terdiam setelah mendengar perkataan Maya, Dia hanya membantu istrinya, mengapa Maya memarahi dirinya?!


Bukan pujian yang seharusnya Fatir dapatkan, melainkan kekesalan istrinya yang meluap.


"Apanya yang berlebihan, aku hanya memberikan mereka pelajaran yang setimpal. Jika aku tidak membela, maka aku yang akan berada di posisi yang di rugikan..." Kata Fatir sebagai pembelaan.


"Tapi, kamu sudah kelewatan Fatir..." Kata Maya dengan nada tinggi. Dia tidak menyangka, Fatir yang selalu menerima apapun yang dirinya katakan, akan membalas perkataannya.


"Apa yang akan terjadi kepadamu, jika aku tidak datang?!..." Kini pertanyaan Fatir membuat Maya kesulitan menjawab.


Dia yang memarahi Fatir karena melumpuhkan Justin dan Farhan. Namun Maya tidak pernah berfikir dengan apa yang akan menimpa dirinya, jika Fatir tidak datang membantunya.


"Apakah kamu pikir aku tidak tahu apa yang mereka inginkan?! Mereka pastinya akan membawamu pergi, dan yang terburuk, bersenang - senang dengan tubuhmu..." Dulu Fatir tidak akan mengatakan ini kepada istrinya. Namun sekarang berbeda, dia akan mengatakan apa yang menurutnya benar.


"Tidak Fatir, kamu tidak mengerti. keduanya adalah pewaris dari dua keluarga kaya. Mereka pastinya tidak akan melepaskan kita selain membalas dendam..." Kali ini, Maya berkata dengan ketakutan.


Tentunya dia memikirkan tentang balas dendam keduanya. Maya mengusap wajah cantiknya, itu sudah pucat putih kertas. Kepanikan ekstrim memenuhi wajahnya.


"Tenang saja, itu bukan masalah besar..." Kata Fatir dengan mencoba untuk menenangkan Maya.


Maya bertanya - tanya, Ada apa dengan suaminya?


Menyinggung dua orang besar, bukan masalah besar?!


_


_


_


Selama tinggal di dalam mobil dia melihat semuanya. Miranda sangat terkejut dengan keterampilan bela diri yang Fatir miliki.


Dia juga mengenal beberapa hal penting, seperti Farhan dan juga Justin. Kedua tuan muda ini cukup terkenal dengan membuat kesombongan mereka.


Kemudian Miranda melihat Maya yang ketakutan. Dia mengerti tentang ketakutan Maya, namun kedua keluarga Kalpanak dan Panadol tidak dapat di bandingkan dengan keluarga misterius yang menjadi pemilik Angkasa Grup.


Yang jelas, Identitas Fatir lebih Tinggi dari Justin dan Farhan. Sehingga ketakutan Maya tidak mendasar sama sekali.


Miranda berjalan mendekati keduanya dengan tujuan untuk memberikan penjelasan kepada Maya dan tidak perlu khawatir.


"Nona Maya, senang bertemu lagi..." Kata Miranda dengan tersenyum ramah.


Maya terkejut dengan kemunculan manajemen hebat Angkasa Grup. Tentunya keduanya beberapa kali bertemu untuk melakukan bisnis. Dan tidak ada, yang tidak mengenal Angkasa Grup sehingga membuat Maya sangat senang ketika melihat Miranda berada di depannya.


"Senang bertemu denganmu juga, Nona Miranda..." Keduanya berjabat tangan sambil tersenyum.


Fatir yang melihat istri dan pelakor saling menyapa dengan senyuman merasa heran. Yang satu istri sah, dan yang satunya lagi pelakor yang menghabiskan satu malam yang sama dengan dirinya.


"Nona Maya bisa tenang dengan masalah ini..." Kata Miranda.


"Bagaimana mungkin, aku bisa tenang?! Keduanya adalah orang besar. Ini akan menjadi akhir dari hidupku..." Kata Maya saat dia melihat Justin dan Farhan yang pingsan tak sadarkan diri.


"Keduanya mungkin orang besar, tapi tidak dapat di sebutkan di depan Ketua..." Miranda melihat Fatir yang menggeleng, kemudian menyadari sesuatu. Mungkinkah Maya tidak mengetahui identitas Fatir sebagai pewaris Angkasa Grup?


"Ketua?!!!..." Maya yang bingung menunggu penjelasan dari Miranda.


Fatir yang berdiri di belakang Maya, semakin menggeleng dengan kuat. Dia berharap agar Miranda menciptakan kebohongan, dan tidak mengungkapkan identitas Fatir sebagai pewaris Angkasa grup.


Setidaknya untuk sekarang, Fatir tidak ingin mengungkapkan identitas dirinya yang sebenarnya. Dia tidak ingin Maya membenci dirinya karena berbohong selama tiga tahun pernikahan.


Miranda yang melihat Fatir menggeleng, akhirnya memahami apa yang harus di lakukan. Walaupun dia tidak memahami mengapa Fatir ingin merahasiakan identitasnya, Miranda akan tetap membantunya.


"Ketua, Maksudnya... Fatir adalah Ketua keamanan di perusahaan. Sehingga sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk melindungi setiap karyawan mereka..." Dengan cepat Miranda menciptakan kebohongan yang begitu menyakinkan.


"Jadi seperti itu..." Maya akhirnya bernafas dengan lega. Walaupun dia tidak tahu bagaimana kedepannya, Tetapi, dengan Angkasa grup yang berdiri di puncak dunia. Tidak ada keraguan untuk mempercayainya.


"Fatir... Kamu sangat beruntung menjadi ketua keamanan Angkasa grup..." Kata Maya dengan melihat suaminya yang tidak berguna. Jika Miranda tidak datang dan memberikan solusi, Dia tidak akan bisa tidur nyenyak setelah menyinggung dua orang besar.


"Nona Maya, Mungkin kesepakatan kita beberapa hari yang lalu bisa di lakukan..." Mengetahui Maya adalah istri Fatir, membuat Miranda menciptakan peluang untuk perusahaan Maya yang kesulitan.


Sebelumnya, proposal dari perusahaan Maya. Tidak dia tanggapi sama sekali. Sekarang setelah mengetahuinya, dia akan memberikan bantuan yang seharusnya.


"Benarkah!..." Maya sangat bahagia, entah mengapa semuanya mendapatkan jalan keluar. Bagaimanapun kerjasama dengan Angkasa Grup menjadi satu - satunya jalan keluar untuk perusahaan miliknya.


Walaupun Fatir tidak mengetahui kesulitan perusahaan Maya, namun dia cukup senang dengan inisiatif dan keputusan Miranda.


Sungguh Pelakor yang pengertian!


"Itu benar, Besok kita bisa melakukan pertemuan untuk kesepakatan secara tertulis..." Miranda menambahkan dengan senyuman.


"Terima kasih..." Jawab Maya.


Bersambung...