Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
49. Regenerasi Kulit



Di depan pintu bangsal VVIP no 102.


Fatir yang hendak pergi harus berhenti karena Karina menghentikannya dan memberikan beberapa pertanyaan.


Sekarang mendengar penjelasan dari Fatir membuat Karina sangat senang.


Kemudian dia bertanya lagi, "Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk membantuku dalam menghilangkan bekas luka yang aku miliki?..."


Fatir berpikir sejenak, walaupun dia sangat yakin dengan metode pengobatannya. Namun dia tidak memperkirakan waktu yang di butuhkan untuk kesembuhan dan menghilangnya bekas luka di kening Karina.


"Mungkin antara satu atau dua..." Jawab Fatir dengan yakin.


"Apa!..." Karina langsung terdiam.


Jika waktu penyembuhan membutuhkan waktu satu atau dua tahun, itu akan membuat Karina harus bertahan dengan gaya rambut berponi selama itu juga.


Itu benar - benar tidak nyaman!


Seorang wanita akan mudah jenuh jika menggunakan satu gaya rambut yang sama secara terus - menerus. Apa lagi jika harus bertahan dalam waktu satu tahun. Itu akan membuat Karina memiliki momen yang sangat membosankan.


Orang lain yang melihatnya pasti akan bertanya - tanya, mengapa tidak mengganti gaya rambutmu?


Apa lagi untuk orang sibuk seperti Karina yang harus bertemu dengan banyak orang.


Melihat Karina yang terdiam, Fatir menambahkan. "Jika menurutmu satu atau dua menit terlalu lama, aku akan meningkatkannya menjadi beberapa detik dan luka milikmu akan menghilang sepenuhnya..."


Diam!


Karina semakin terdiam, dia benar - benar tercengang dengan perkataan Fatir. Dia pikir satu atau dua tahun, namun ternyata. Hanya hitungan menit, tentunya hasil ini melebihi teknologi medis saat ini.


Mendengar waktu pengobatan yang Fatir katakan, bagaimana Dokter Rio dan perawat tersebut tidak mencemoohnya?


"Gila... Sungguh penipuan yang sangat gila..." Kata Rio dengan kesal.


Menggunakan teknologi medis saja harus menjalani perawatan tiga sampai lima tahun dan yang terlama bisa sampai sepuluh tahun.


Sekarang mendengar pengakuan Fatir yang hanya beberapa detik saja, siapa yang akan percaya?


"Hmph! Nona Karina, dia jelas - jelas berbohong. Pengobatan macam apa yang menyembuhkan luka dan menghilang bekas luka hanya hanya dalam beberapa detik?!..." Rio menambahkan dengan kesal.


Menurutnya, hanya karena ingin membuat Karina tertarik. Fatir membuat kebohongan yang terlihat mustahil untuk di lakukan.


Benar - benar mencari kematian.


Rio kini menatap Fatir, "Apakah kamu pikir aku tidak mengerti pengobatan? Apakah kamu pikir kami semua berusia sepuluh tahun?..."


"Jika ingin melakukan penipuan! Tidak di sini tempatnya..."


Dokter Rio dan Perawat itu tertawa terbahak - bahak. Cukup lama mereka tidak tertawa dengan puas.


"Bro, lebih baik kamu pergi..."


"Benar, pergi sana..."


Fatir menggeleng, dia berbalik dan hendak pergi.


"Tunggu sebentar..." Untuk menghentikan kepergian Fatir, tangan Karina dengan tidak sengaja menyentuh dan menarik lengan Fatir.


Fatir sedikit linglung! Tangan Karina begitu lembut.


Tangannya saja sangat lembut, apa lagi bagian lainnya?


Sial, Apa yang aku pikirkan! Fatir kembali tenang.


Karina sendiri sangat malu, karena menyentuh tangan seorang pria dengan inisiatifnya sendiri. Namun demi kesembuhannya, apapun akan dia lakukan. Selama itu benar dan tidak menyesatkan.


"Bisakah aku mempercayaimu?!..." Tanya Karina dengan tatapan mata yang serius.


Karina mengabaikan bujukan Dokter Rio dan perawat di dekatnya, dan mencoba meminta bantuan Fatir.


Fatir menatap balik kedua mata indah milik Karina. "Mempercayaiku, kamu tidak akan menyesalinya..."


"Lalu, kapan kamu bisa mengobatiku?..." Tanya Karina dengan sopan.


"Kapan saja, sekarang ini juga tidak masalah..." Jawab Fatir dengan santai.


"Kalau begitu, lakukan sekarang!..." Kata Karina dengan tersenyum.


Surga benar - benar tidak adil kepada keindahan.


"Hahaha... Jika dia menyembuhkan tanpa meninggalkan bekas luka, maka aku akan berhenti dari pekerjaanku..." Kata Dokter Rio dengan lantang.


"Sama, aku juga akan berhenti sebagai perawat..." Perawat itu juga mengadu nasib.


Bahkan tanpa keduanya memutuskan untuk berhenti, Fatir akan meminta manajer Jamal untuk memecat keduanya.


"Mari kita lakukan..." Kata Fatir dengan tersenyum misterius, "Kalian berdua, bersiaplah untuk meninggalkan rumah sakit ini..."


"Hahaha... Konyol..."


"Haha... Penipu ulung!..."


Keduanya tertawa.


Karina masih berada di atas ranjang seperti sebelumnya, namun kali ini dia terlentang dengan payudara montok menjulang keatas.


Itu benar - benar besar dan membuat Fatir yang polos sedikit gagal fokus.


Ayolah kawan, fokus dengan pengobatan, bukan fokus dengan gunung kembar!


Fatir berdiri di dekat ranjang dan sangat dekat dengan wajah Karina yang terbakar karena malu. Kemudian dia menyatukan kedua ujung jarinya.


Energi Qi hangat mulai memenuhi ujung jari Fatir. Itu tidak hanya hangat namun bercahaya putih pucat.


Orang biasa tidak dapat melihatnya, karena bentuk energi Qi cukup misterius sehingga dan hanya Fatir yang dapat melihatnya.


Energi Qi memiliki berbagai macam bentuk perubahan. Berdasarkan warisan yang Fatir dapatkan, dia bisa membentuk sebuah dinding penghalang.


Juga bisa membentuk pedang Qi hanya mampu memotong baja seperti memotong tahu. Juga dapat membentuk energi regenerasi.


Energi Qi regenerasi inilah yang akan memperbaiki kulit luar yang terluka dan mengembalikan ke kondisi awal.


Teknik, Regenerasi Kulit.


Energi Qi yang ada di ujung jari Fatir, berangsur - angsur menjadi hijau pucat. Energi hijau pucat adalah bentuk energi kehidupan yang dapat melakukan regenerasi.


Fatir masih menunggu momen yang tepat dalam melakukan pemusatan energi Qi miliknya.


"Buuzzzz!..."


Melihat tindakan Fatir yang terus menerus menatap jarinya, membuat Dokter Rio dan perawat tersebut semakin menghinanya.


Apakah Fatir melakukan ritual pemanggilan roh halus? Siapa yang tahu.


Keduanya memasang mata mereka dengan tajam untuk melihat tindakan Fatir dengan seksama. Keduanya berharap menemukan trik sulap yang akan Fatir mainkan.


Karina sendiri juga gugup ketika melihat Fatir yang hanya fokus melihat tangannya sendiri.


Akhirnya tangan Fatir bergerak, dan menempelkan kedua jarinya kepada luka milik Karina. Dengan perlahan tangan Fatir bergeser mengikuti bentuk bekas luka dan jarinya bergesekan langsung dengan kulit luar Karina.


Gerakan tangan Fatir sangat halus, bahkan membuat Karina tidak merasakan apapun. Itu hanya rasa hangat yang begitu samar si keningnya.


Apakah ini sensasi sentuhan tangan? Mengapa begitu nyaman dan ada sensasi hangat di kening Karina.


Seperti perkataan Fatir sebelumnya, itu hanya bersentuhan dan dalam beberapa detik. Lukanya dangan samar - samar mulai menghilang dengan sendirinya.


Shock!


Melihat luka yang sembuh dalam sekejap. Juga tidak memiliki bekas luka sama sekali, Membuat Dokter Rio dan perawat tersebut terdiam dengan mulut mereka terbuka lebar.


Apakah keduanya sedang berhalusinasi?


Bagaimana mungkin!


Merasa, semuanya sudah selesai. Fatir menarik lengannya agar menjauh.


Kini Karina duduk dan mengambil cermin yang ada di dekatnya. Ketika Melihat dokter Rio dan Perawat yang membisu membuat Karina begitu penasaran, sehingga dia memutuskan untuk melihat sendiri.


Hasilnya, Tidak hanya lukanya sembuh, namun bekas luka benar - benar menghilang.


"Itu menghilang!... Itu benar - benar menghilang!..." Kata Karina dengan bahagia.


Bersambung...