
"Plakkk..."
"Plakkk..."
Mendapatkan tamparan keras dari ayah mereka masing - masing. Membuat keduanya sakit hati bukan main.
Mereka hanya mengeluh dan meminta keadilan. Bukannya mendapatkan rasa kepedulian, tetapi mendapatkan tamparan.
Tamparan, di wajah keduanya akhirnya berhenti. Wajah Farhan dan Justin benar - benar tidak dapat di kenali lagi. Itu memiliki jejak telapak tangan di wajahnya. Juga memar dan membengkak.
Sudah cukup, karena Fatir telah melumpuhkan kedua tangan dan kakinya. Tapi mengapa ayah mereka masing - masing memberikan pukulan juga.
Benar - benar tidak adil!
"Hmph... Jika kamu bukan putraku, aku akan menenggelamkan kamu di laut..." Kata Ayah Farhan.
"Aku lebih suka menggantungnya, jika dia bukan putraku..." Ayah Justin berkata dengan kebencian.
Justin dan Farhan akhirnya menyadari, kemarahan dan kebencian ayahnya bukan terhadap Fatir. Melainkan kepada diri mereka.
Sekarang, mendengarkan perkataan ayah mereka masing - masing. Keduanya benar - benar ketakutan.
Bukannya Fatir yang salah?!
Mengapa harus mereka yang mendapatkan tamparan?!
"Jika keluarga Kalpanak dan Panadol menghilang hanya dalam satu malam. Itu karena kalian menyinggung seseorang yang tidak seharusnya kalian singgung..."
Diam!
Punggung Justin dan Farhan basah karena keringat, keduanya tidak meragukan setiap perkataan dari orang tua mereka.
Siapa Fatir ini?!
Bukannya Fatir hanya menantu sampah?!
Mengapa ayah mereka begitu ketakutan?!
Latar belakang apa yang dimiliki Fatir?!
Jutaan pertanyaan, tidak memiliki jawaban.
Mampu melenyapkan dua keluarga kaya raya di jakarta! Kemampuan macam apa ini.
"Dengarkan baik - baik!..." Ayah Farhan memiliki tatapan kebencian.
"Kalian bisa menyinggung siapapun, tetapi jangan menyinggung Ketua baru Angkasa Grup..."
Diam!
Angkasa Grup!
"Fatir adalah ketua baru Angkasa grup!..."
Justin dan Farhan kesulitan menerima kenyataan. Ayahnya tidak mungkin membuat kebohongan yang terdengar lucu.
"Jika kalian masih ingin membalas dendam, jangan membawa nama keluarga Kalpanak dan panadol lagi. Kalian bisa keluar dari catatan keluarga..."
"Ayah! Bukannya Angkasa grup hanya perusahaan ternama saja? mengapa kita harus takut..." Farhan memberanikan diri untuk bertanya.
"Hmph... Angkasa grup bukan perusahaan ternama semata. Fatir juga putra dari orang itu. Benar - benar tidak boleh di singgung..."
Orang itu?!
"Terutama pasukan bayangan yang misterius di belakang Angkasa Grup. Kalian seharusnya tidak asing dengan Kultivator! Hanya mereka yang bosan hidup yang ingin menyinggung mereka..." Kata ayah Farhan.
Diam!
"Informasi ini sangat rahasia. Kami tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lagi. Demi kebaikan kalian, lebih baik mengubur dendam ini dalam - dalam. Dan jika bertemu lagi dengan Fatir, kalian harus berlutut untuk meminta maaf..." Kata ayah Justin.
Ayah Farhan dan Justin mengakhiri penjelasan mereka kemudian meninggalkan bangsal rumah sakit.
Setelah kepergian ayah mereka masing - masing. Farhan dan Justin saling menatap dengan ketakutan.
"Bro Farhan, sepertinya kita dalam masalah..." Kata Justin.
"Kamu benar, Bro Justin. Latar belakang Fatir tidak sederhana. Untung saja kita hanya lumpuh dan tidak mengalami kematian..." Farhan tersenyum getir.
Karena ayah mereka mengatakan tidak, maka keduanya hanya bisa mengikutinya.
_
_
_
Fatir yang tertidur di kamar hotel secara tiba - tiba terbangun.
"Ahh!..."
Dia mengalami mimpi yang aneh, Fatir memimpikan Partapa Agung kembali. Dia terus menerus di bebankan dengan kemampuan miliknya.
"Mungkinkah, aku harus melakukan kebaikan dengan membantu orang lain sebanyak mungkin?!..." Pikir Fatir dalam mengambil kesimpulan.
Ketika Fatir bangun, dia tidak melihat Miranda yang menghabiskan malam yang intens dengannya.
"Mungkinkah dia pergi lebih awal..." Tepat ketika Fatir membuka ponselnya, dia menemukan panggilan tak terjawab dari Mary.
"Halo..." Jawab Fatir.
"Ketua, ini sudah siang hari... Apakah kamu tidak akan datang ke perusahaan?!..." Tanya Mary melalui sisi lain panggilan.
"Aku akan datang..." Jawab Fatir.
"Tut... tut... tut..."
Panggilan terputus begitu saja, Fatir langsung membersihkan diri kemudian mengenakan pakaiannya kembali.
Dia membayar tagihan hotel, kemudian pergi meninggalkan hotel dengan menemukan taksi dan pergi ke perusahaan Angkasa grup.
_
_
_
Sesampainya di sana, Seperti biasa Penjaga keamanan menyambutnya.
Fatir mengabaikannya dan memilih pergi kedalam tanpa tergesa - gesa. Banyak karyawan perusahaan yang menyambut kedatangannya.
Ketua perusahaan benar - benar bebas. Bahkan jika Fatir datang di siang hari, tidak ada yang menegurnya.
Sungguh pekerjaan yang sangat membosankan!
Apa yang Fatir lakukan adalah memberikan tanda tangannya, hal tersebut benar - benar kebiasaan yang tidak ingin Fatir lakukan.
Fatir masih memikirkan tentang mimpi sebelumnya, dia tidak bisa duduk tenang dengan memberikan tanda tangan saja. Dia harus menciptakan kesibukan dengan mengulurkan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan.
"Ya... Ketua..." Mary datang, mengikuti panggilan dari Fatir.
Kali ini, dia terlihat lebih menggoda lebih dari sebelumnya. Hal ini membuat pertahanan terakhir Fatir sedikit goyah.
Mary yang duduk di depannya, dengan sengaja mengangkat paha salju miliknya, sehingga memperlihatkan bagian bawah yang biasanya sangat tersembunyi.
Sial... Itu warna putih.
"Ehem... Mary, bisakah kamu menurunkan kakimu..." Kata Fatir dengan sedikit tertekan.
"Baik..." Mary dengan patuh menurunkan kakinya.
"Mary, Semua tanggung jawab akan kembali kepadamu. Aku terlalu malas jika pekerjaanku hanya memberikan tanda tangan. Aku menginginkan pekerjaan nyata bukan duduk - duduk saja..."
Kali ini Mary terdiam, Pekerjaan yang Fatir miliki adalah apa yang selalu di inginkan oleh semua orang. Tentunya sebagai pemilik perusahaan dengan ratusan karyawan, pastinya tidak ingin melakukan pekerjaan yang melelahkan.
Tapi, mengapa Fatir berfikir sebaliknya?!
"Jadi, Apa yang ingin Ketua lakukan?!..." Setelah berbagai pertimbangan, Mary tidak memahami pemikiran Fatir.
"Aku bisa melakukan apapun, tetapi aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Yang ingin aku lakukan memberikan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan..." Kata Fatir dengan tidak berdaya.
Dia hanya ingin melakukan hal yang baik. Namun tidak tahu harus memulainya dari mana.
"Jika seperti itu, Kita bisa membuat divisi baru dengan Ketua yang mengisi posisi tersebut..."
Seperti yang di harapkan dari Sekretaris Angkasa grup. Hanya dengan mendengar beberapa kata dari Fatir. Membuat Maya langsung memberikan solusi untuk Fatir.
"Mary, bisakah kamu menjelaskan lebih lanjut..." Tanya Fatir dengan minat yang tinggi.
"Divisi ini, akan kita namakan sebagai Pelayanan Konseling. Ketua akan menjadi satu - satunya seorang ahli yang memberikan solusi untuk setiap klien, Bagaimana?!..."
Konseling atau penyuluhan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada individu yang mengalami sesuatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
Fatir langsung berdiri, kedua matanya berbinar. Pelayanan Konseling, Ini adalah apa yang Fatir butuhkan. Dengan kemampuan miliknya, Fatir dapat memberikan bantuan apapun.
"Bagus... Sangat bagus. Ini adalah pekerjaan yang aku inginkan. Mary aku ingin kamu membuat kantor Pelayanan Konseling untukku secepatnya..." Akhirnya Fatir menemukan solusi dari masalah yang dia miliki.
"Ketua, Semuanya akan terselesaikan. Paling lama tiga sampai lima hari..." Mary menjelaskan.
"Lama sekali... Tapi tidak masalah. Mary, kamu harus mengutamakan kantor Divisi pelayanan Konseling, lebih dari apapun..." Kata Fatir dengan bersemangat.
Dari pada menjadi ketua perusahaan tanpa melakukan apapun, Fatir lebih tertantang menjadi ahli yang memberikan pelayanan Konseling.
"Ketua, Bisakah aku menjadi klien pertamamu?!..." Mary tersenyum nakal, seolah semuanya berada di dalam rencana miliknya.
"Tentu saja. Kamu bisa mengatakan masalah yang kamu miliki, dan aku akan memberikan yang terbaik untuk solusinya..." Jawab Fatir dengan bangga.
"Terima kasih Ketua... Akhir - akhir ini, tubuhku akan memanas ketika begitu dekat dengan seseorang tertentu..." Mary menggeser posisi duduknya, sehingga menciptakan lekuk tubuh yang begitu indah.
"Seperti sekarang ini, Tubuhku terasa panas, terutama pada bagian payudara, aku tidak tahu kondisi apa yang aku miliki. Ketua, Apa yang harus aku lakukan?..." Setiap Kata dari Mary adalah kode keras.
Fatir hanya bisa menelan seteguk ludah, ketika melihat apa yang ada di depannya.
Bersambung...