Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
41. Pemeriksaan Lebih Lanjut



Apa!


Jutaan semut yang merayap di sana!


Di bagian bawah sana!


Fatir benar - benar bingung, Bagaimana bisa, jutaan semut merayap di bagian itu. Rasa penasaran telah menggelitik minat Fatir.


"Mary, Kamu bisa membukanya, biarkan aku memeriksanya..." Kata Fatir dengan serius.


"Ketua, kamu bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut..." Jawab Mary dengan melepaskan pakaian dalam yang menjadi pertahanannya yang terakhir.


"Mary, kamu bisa menenangkan hatimu. Aku akan melakukan tugasku dengan baik..." Jawab Fatir.


"Silakan Ketua..." Mary dengan malu mengangguk


Sosok Mary benar - benar di perlihatkan dalam skala penuh. Sekarang tidak ada sehelai apapun yang menutupi tubuhnya.


Itu benar - benar halus dan sangat indah. Lekukan tubuhnya yang seksi begitu luar biasa. Lelaki manapun yang mendapatkannya akan di berkati dengan keberuntungan. Apa lagi bisa melanggar tubuhnya, itu akan hanyut ke surga.


Di depan seorang pria yang bukan suaminya, Mary memisahkan kedua kakinya agar berjauhan. Kemudian membiarkan Fatir mendekatkan wajahnya.


Begitu dekat, Fatir menelan seteguk ludah. Dia dapat mencium aroma memabukkan milik seorang wanita.


Aromanya sangat harum, sepertinya Mary melakukan perawatan pada bagian bawahnya dengan begitu baik. Semak segitiga terbalik juga dapat di temukan di sana. Turun kebawah ada celah sempit yang terlihat mengkilap namun memanjakan mata.


Fatir tidak asing lagi dengan bagian itu, dengan aromanya semakin menyengat dari sana.


"Mary, kamu bisa melebarkan lagi. Agar aku bisa melihat masalah semut nakal ini..." Kata Fatir.


"Silakan melihat lebih dekat Ketua..." Jawab Mary.


Dia duduk di atas sofa dangan kedua kaki melebar membentuk posisi M. Dengan bersandar, dia semakin menjauhkan kedua kakinya. Agar bagian bawahnya semakin memperjelas penglihatan Fatir.


"Mary... Kamu sangat basah!..." Cairan itu tidak asing lagi untuk Fatir. Itu merembes keluar dan bocor dengan cukup deras.


Melihat puncak payudara Mary yang tumbuh, tentunya Mary sudah mengalami kebocoran sejak Fatir melakukan pemeriksaan terhadap payudara miliknya.


"Aku tidak menemukan keberadaan semut di sini..." Semakin melihat lebih dekat, Fatir dapat melihat selaput keperawanan milik Mary.


Itu berada cukup dalam, dan berwarna pink. Jika seorang pria memiliki bagian bawah mereka pendek, Itu tidak dapat menerobos selaput tersebut dengan benar.


Sangat berbeda jika joni agung yang tebal dan panjang mengeksekusinya.


Sial! Apa yang aku pikirkan!


Fatir tidak menyangka, jika Mary masih perawan. Melihat sikapnya yang selalu menggoda dirinya, Fatir berpikir jika Mary cukup berpengalaman. Siapa sangka jika Mary masih tersegel.


Saat ini, Fatir berusaha agar tidak tergoda dan terjerumus oleh bujuk rayuan setan. Dia melakukan pelayanan konseling untuk menemukan keberadaan semut, yang menjadi penyebab bagian bawah Mary gatal.


Fatir tanpa sadar, memiliki bagian bawah membengkak. Dan joni agung mulai meronta - ronta.


Tenang... Aku harus tetap tenang. Semua ini ujian. Dan aku sangat yakin mampu melalui semua ini dengan aman sejahtera.


"Ketua, Apakah kamu hanya akan melihat saja?!..." Tanya Mary dengan malu.


Fatir sudah melihatnya selama 10 menit tanpa berkedip. Apakah ada sesuatu di bawah sana?


"Mary, apakah masih gatal... Aku tidak menemukan semut sama sekali..." Jawab Fatir dengan jujur.


Semut?!


Mary langsung terdiam, dia memang mengatakan jutaan semut merayap di sana. Namun bukan semut sungguhan.


Astaga!


Mengapa Ketua baru begitu cupu. Apakah dia masih sekolah dasar?


"Hemm... Ketua, rasanya sangat gatal... Mungkin semutnya akan keluar jika kamu menyentuh dan memainkan jarimu di sana..." Seru Mary dengan frustasi.


"Perkataanmu cukup masuk akal!..." Fatir menyetujuinya.


"Cepluk!..."


Percikan air seolah tidak ada habisnya, Itu terciprat kemana - mana. Seolah anak kecil bermain air di obok - obok.


"Ah!... Oh!..." Mary tiba - tiba mengerang dengan ekstasi.


"Hnnn!..."


Rasanya sangat nyaman, sentuhan tangan Fatir membuatnya melayang ke surga. Jika sifat Cupu Fatir menghilang dan menjadi lebih agresif, itu akan sangat luar biasa.


"Squelch!..."


Fatir terus memainkan jaringannya, itu masuk kedalam celah tersembunyi. Bunyi nyaring dari cipratan air semakin menggila. Tangan Fatir tidak bisa berhenti, dan jari - jarinya terus menggosok dinding bagian dalamnya.


"Ahhhh!..." Mary benar - benar keluar hanya dengan Fatir menggunakan jari - jarinya. Bahkan cipratan air membasahi pakaian dan sebagian wajah Fatir.


Tubuh Mary masih bergetar dengan hebat, rasanya sangat luar bisa. Dia benar - benar kehilangan kendali, yang ada di otaknya hanya ada joni agung dan dia ingin Fatir melanggar tubuhnya.


"Mary, kita berhenti di sini. Sepertinya tubuhmu sangat tidak nyaman..." Fatir mencari tisu untuk menghilangkan jejak cairan hangat yang terciprat sebelumnya.


Mendengar kata Berhenti membuat Mary tidak senang. Semuanya baru saja di mulai, jika dia tidak mendapatkan joni agung di dalam tubuhnya, maka Mary akan gila.


"Ketua... Tolong jangan berhenti. Itu masih gatal..." Mary tidak tahan lagi, dia benar - benar basah dan sangat menginginkannya.


Dia berdiri dan menyentuh wajah Fatir kemudian dia menciumnya.


"Cuuu!..."


"Mmmph!..."


Fatir tersentak, kemudian ciuman yang sangat dalam terjadi diantara keduanya. Tangan Mary juga tidak berhenti, dengan dengan lihai melepaskan dasi dan pakaian Fatir.


"Mmmph!..."


Selesai berciuman, dia turun kebawah dan dengan semangat melepaskan ikat pinggang Fatir dan menurunkan celananya.


"Haaa... haaaa..."


"Mary... Ini di kantor, tidak baik kita melakukan ini..." Kata Fatir dengan tidak berdaya.


"Ketua, sepertinya temanmu mengatakan sebaliknya..." Jawab Mary dengan senyuman kemenangan.


Melepaskan pakaian dalam yang membungkus joni agung, Bentuk Joni agung yang menjulang tinggi di tampilkan dengan skala penuh. Itu terlihat seperti tiang bendera, atau mungkin pedang excalibur.


"Ketua aku sangat menginginkannya..." Mary mencium, menjilati juga menelan hingga ke tenggorokannya.


Dia juga memainkan lidahnya untuk membuktikan jika dirinya sangat mampu.


Sial! Aku tidak sanggup lagi, rasanya sangat menakjubkan.


Puluhan menit berlalu, Fatir yang berusaha untuk bertahan mulai tidak sanggup lagi.


"Mary... Aku akan keluar!..." Dengan kuat Fatir menggunakan kedua tangannya untuk memegangi kepala Mary dan mendorong Joni agung semakin dalam.


"Ah!..."


"Glup... glup... glup..." Untuk kedua kalinya, Mary menelan cairan putih hangat milik Fatir.


Mary dengan puas melepaskan joni agung dari mulutnya. Dia tersenyum dengan begitu cantik. Sulit mengatakan jika benda setebal dan sepanjang itu baru saja masuk kedalam mulutnya yang terlihat kecil.


"Maaf, aku membuatmu menelannya lagi..." Kata Fatir dengan penyesalan.


Yang mengejutkan adalah, Joni agung masih tegak lurus walaupun baru saja keluar.


Mata Mary berbinar, seolah dia menemukan harta karun. Kebanyakan pria akan langsung turun lemas ketika mereka mengalami ejakulasi. Namun tidak dengan joni agung.


Bahkan setelah ejakulasi, itu seperti menyimpan energi yang sangat besar dan masih siap untuk meletus lagi.


"Ketua, kamu ingin ngesek denganku jugakan?!..." Kata Mary dengan tangannya mencengkram joni agung.


Bersambung...