
Antrian panjang di depan Restoran Nasi goreng ketagihan. Fatir dan Nayla mengantri dengan berurutan.
"Aku ingin memesan tempat untuk dua orang..." Kata Fatir melalui panggilan telepon, kemudian menutup ponselnya.
Nayla yang melihat Fatir melakukan panggilan tertentu hanya diam. Dia tidak tahu dengan siapa Fatir melakukan panggilan telepon. Namun Nayla tidak berani bertanya karena dia hanya orang asing yang baru saja bertemu dengan Fatir.
"Sayang! Dengan siapa kamu keluar?!..." Seorang pria kurang tampan nampak marah ketika Melihat kedekatan kekasihnya dengan pria lain.
"Jangan memanggilku sayang, aku sudah bilang kemarin. Jika sekarang kita putus..." Kata Nayla dengan dingin.
Di saat dia di rawat di rumah sakit setelah tenggelam di sungai Ciliwung. Nayla menghubungi kekasihnya tersebut, namun hingga dia akan keluar dari rumah sakit. Kekasihnya tersebut tidak kunjung datang.
Sungguh kekasih yang tidak pengertian!
Secara kebetulan Nayla bertemu dengan Kekasihnya lagi di depan Restoran Nasi goreng ketagihan dan melakukan antrian yang sama.
"Kamu, wanita murahan. Hanya karena aku tidak datang kamu sudah bersama dengan pria lain. Aku yakin selama ini kamu berselingkuh di belakangku..." Rahman berkata dengan kebencian.
Rahman menjalin hubungan dengan Nayla karena ia cantik, namun cantik saja tidak cukup. Menurutnya, wanita miskin seperti Nayla akan dia putuskan kapan saja. Namun, siapa sangka jika Nayla akan memutuskan dirinya lebih awal.
Rahman baru satu minggu berpacaran dengan Nayla dan dia bahkan belum menyentuh tangannya. Awalnya dia pikir, Nayla gadis suci yang membutuhkan waktu untuk bisa membiarkan tangannya di sentuh oleh seorang pria.
Tetapi Dia salah, sepertinya Nayla menjadi tipe gadis yang menjual tubuhnya karena uang. Tentunya Rahman memahami semua masalah yang dimiliki Nayla, salah satunya keluarganya terlilit banyak hutang.
"Pertama, jangan memanggilku wanita murahan. Kedua jangan pernah berfikir aku selingkuh darimu, dan dia adalah pria baik yang kemarin menyelamatkanku..." Kata Nayla dengan kesal.
Segera perdebatan mantan kekasih ini menarik perhatian semua orang yang mengantri, sedangkan Fatir hanya melihat dengan diam.
Fatir tidak mengetahui apapun tentang masalah Nayla dan pacarnya. Dia menerima undangan makan tanpa memikirkan apapun.
"Hmph, Sekarang aku ragu jika kamu dirawat di rumah sakit. Pasti kamu tidur dengannya di hotel..." Rahman menambahkan dengan kesal.
Para pengunjung restoran langsung membentuk lingkaran kegaduhan. Mereka berfikir jika Nayla menjadi wanita nakal yang selingkuh dari pacarnya, dan banyak diantara mereka yang merasa kasihan dengan Rahman.
"Sabar bro, jodoh tidak akan kemana. Wanita yang ketahuan selingkuh tidak layak dipertahankan lagi..." Kata seorang pria yang menjadi pengunjung restoran.
"Benar, aku pikir dia wanita cantik. Namun siapa sangka akan memiliki hati yang busuk..." Seorang wanita acak menambahkan dengan kesal, dia riasan tebal sehingga sangat iri dengan penampilan Nayla yang sangat cantik, terutama payudara besarnya.
Pasti itu implan!
Mendapatkan dukungan di sekitarnya, membuat Rahman sangat puas. Dia tahu jika Nasi goreng ketagihan menjadi salah satu makanan kesukaan Nayla, sehingga dia ingin membuat Nayla malu dan tidak berani datang ke restoran lagi.
Rahman tidak masalah jika harus putus dengan Nayla, namun dia harus membuatnya malu sebelum benar - benar putus dengannya.
"Tidak... Aku tidak selingkuh, dan kalian semua jangan mempercayai perkataannya..." Kata Nayla dengan malu dan kesal.
Dia tidak ingin menjadi wanita murahan yang selingkuh dari pacarnya. Dia memutuskan Rahman Karena murni kecewa dengan sikap pacarnya tersebut.
"Hmph!... Sudah ketahuan selingkuh, masih mengelak juga. Lebih baik kamu pergi dari tempat ini..." Kata Rahman dengan lantang, sebelum seseorang menambahkan.
"Benar... Pergi ketempat lain..."
"Ya... Temukan tempat lain dan jangan mengunjungi tempat ini lagi..."
"Pergi sana..."
"Pergi..."
Rahman tersenyum dengan puas, sebenarnya dialah yang berselingkuh. Karena dia memiliki pacar lebih dari satu. Dan ketika Nayla menelponnya terakhir laki, itu karena dia sedang pergi dengan pacar lainnya dan tidak sempat untuk mengunjungi rumah sakit.
Nayla menggigit bibir merahnya dengan kesedihan, setelah hari ini. Dia tidak memiliki keberanian untuk mengunjungi restoran nasi goreng ketagihan lagi.
Dia ingin meminta maaf kepada Fatir karena harus mengganti restoran dan menemukan tempat lainnya untuk mentraktir sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.
"Kak Fatir, ayo pergi ketempat lain..." Kata Nayla dengan malu di depan Fatir.
"Mengapa harus pergi, tempat ini bukan milik mereka..." Jawab Fatir.
Suaranya tidak keras, namun semua orang dapat mendengarnya.
"Kamu sudah ketahuan merebut pacar orang lain, namun masih memiliki wajah untuk makan disini..." Kata salah satu pengunjung restoran.
"Itu benar, Restoran nasi goreng ketagihan menjadi tempat favorit banyak orang, lebih baik kalian tidak datang kesini lagi..."
"Hmph!... Aku tidak bisa makan nasi goreng kesukaanku jika harus berada satu tempat dengan kalian..."
Melihat banyak pengunjung restoran yang mengatakan demikian, membuat Fatir hanya bisa menggeleng. Dia merasa geli melihat tingkah semua pengunjung restoran.
"Karena kalian semua tidak ingin makan satu tempat denganku, maka kalian bisa pergi dari tempat ini..." Kata Fatir dengan datar. Dia mengusir semua pengunjung restoran dengan halus.
Diam!
Segera semua orang tertawa terbahak - bahak. Menurutnya Fatir hanya pria yang tidak mengetahui luasnya lautan.
Restoran nasi goreng ketagihan adalah milik Angkasa Grup. Tentunya pihak restoran akan lebih mendengarkan perkataan mayoritas pelanggan dari pada mendengarkan perkataan satu pelanggan.
"Hahaha... Aku bisa mati tertawa..."
"Apakah dia anak haram pemilik restoran?!..."
"Siapa yang tahu..."
"Hahaha..."
"Benar - benar lelucon yang sangat lucu. Seseorang tolong panggil pihak restoran untuk mengusirnya..." Kata Rahman dengan tertawa.
"Kak Fatir, lebih baik kita pergi..." Kata Nayla dengan memohon. Dia tahu jika Fatir anak orang kaya, namun Angkasa Grup bukan tempat membuat lelucon.
"Nayla, kamu bisa tenang dan menunggu saja..." Kata Fatir dengan tersenyum misterius.
Mari kita lihat setelah ini, siapa yang tertawa dan siapa yang akan menangis.
Sekarang, Nayla hanya bisa diam dan mengikuti perkataan Fatir dengan rasa khawatir di hatinya. Dia sudah siap jika manajer restoran mengusirnya dan tidak bisa lagi memakan nasi goreng ketagihan.
Tanpa seseorang datang memanggil pihak restoran, seorang pria paruh bayah datang dari kejauhan. Dia adalah manajer baru yang sebelumnya menerima panggilan Fatir.
Manajer restoran tidak menyangka jika ketua baru Angkasa Grup akan memesan dua tempat untuk makan nasi goreng ketagihan.
Dia baru - baru ini dipromosikan sebagai manajer baru, sehingga tidak ingin membuat kesalahan apapun. Jika perlu, usir semua pelanggan hanya untuk mengosongkan tempat demi menyenangkan ketua baru Angkasa grup.
Tepat ketika manajer itu tiba di depan restoran. Dia tercengang dengan banyaknya pelanggan yang membuat keributan.
Manajer itu melihat Fatir yang ditertawakan oleh banyak pengunjung restoran. Segera hatinya menjadi gelisah tanpa sebab dan keringat dingin mengalir di dahinya.
Manajer itu berharap, jika para pelanggan tidak menyinggung ketua baru Angkasa grup.
Bersambung...