
Di dalam ruangan kantor, Fatir duduk dengan begitu santai sambil bersandar dan menikmati waktunya yang sangat luang.
Terkadang dia akan menguap karena terlalu mengantuk, namun dengan secangkir kopi dan sedikit bermain puzzle, dia terlihat tidak mengantuk sama sekali.
"Ketua!..." Panggilan datang dari luar ruangan dan dari suaranya jelas milik Manda.
"Masuk!..." Jawab Fatir dengan tenang sambil menutup komputer yang ada di depannya.
Tatapan Fatir sekali lagi melihat tubuh menggoda Manda dan dia benar - benar mengakuinya sebagai yang terbaik dari segala yang terbaik.
Ketika Fatir melihat Manda yang bersikap aneh, dia bertanya dengan heran. "Apakah terjadi sesuatu?..."
Pertanyaan Fatir semakin membuat Manda ketakutan. "Ketua, tolong hukum diriku. Aku telah melakukan kesalahan, Ketua bisa menyuruhku melakukan apa saja dan aku tidak keberadaan sama sekali..."
Mengatakan dengan cepat seperti perjalan rollercoaster. Manda akhirnya bernafas dengan lega. Tetapi rasa bersalah di hatinya tidak kunjung menurun.
"....." Fatir masih terdiam dengan linglung di tempat. Dia mencoba mencerna perkataan cepat dari Manda.
Jika itu orang lain, pastinya akan menyuruh Manda untuk mengulanginya lagi. Namun Fatir dapat mengingat semua perkataan Manda.
Hanya saja, mengapa Manda menginginkan agar dirinya menghukumnya?
Aneh!
Memberikan hukuman terhadap wanita cantik dan menggoda di depannya, tidaklah buruk. Mungkin akan menjadi kesenangan tersendiri bagi Fatir yang polos.
Dia juga bisa memberikan hukuman yang sangat brutal agar Manda tidak lakukan kesalahan lagi.
Sial, apa yang aku pikirkan?!
"Manda, kamu bisa tenang ok!..." Fatir tersenyum kemudian menyuruhnya untuk duduk.
Melihat Manda yang mulai tenang, Fatir langsung bertanya. "Bisakah kamu menjelaskan dengan perlahan apa yang terjadi?..."
"Ketua, Aku telah menyebabkan perusahaan ini merugi. Pasti tidak akan ada satu pengunjungpun yang akan melakukan konsultasi di tempat ini..." Sudut mata Manda berair, dan dapat menangis kapan saja.
"Ok! jangan menangis, mengapa kamu bilang tempat ini akan mengalami kerugian?..." Tanya Fatir dengan heran.
"Ketua bisa membuka forum internet dan dapat melihat kesalahan yang telah aku lakukan!..." Kata Manda dengan begitu malu dan sedih.
"Aku akan melihatnya, dan kesalahan apapun yang kamu lakukan. Aku tidak akan marah dan tidak akan menghukum kamu..." Kata Fatir dengan cepat membuka komputernya lagi.
Manda merasa lega dengan janji yang Fatir katakan.
Segera Fatir menjelajahi forum internet dan bahkan ketika dia login harus menunggu beberapa waktu. Itu karena server mengalami masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Fatir memasuki forum dan menemukan postingan paling mencolok dan juga menempati posisi nomor satu dalam daftar trending hari ini.
Tanpa basa - basi lagi. Fatir membacanya dan tidak lupa membaca komentar yang telah mencapai dua juta dan satu juta di bagikan.
Angka ini begitu fantastis mengingat ini hari pertama. Jika satu minggu berlalu, maka angka pertumbuhan akan naik dan mungkin mematahkan rekor tertentu.
Waktu berlalu, akhirnya Fatir memahami semua yang terjadi.
Pada dasarnya Manda memposting apa yang dirinya katakan. Tetapi pengguna media sosial lainnya tidak mempercayainya dan lebih menganggapnya sebagai bentuk penipuan semata.
Fatir memahami jika tindakannya tidak dapat di terima oleh mereka yang memiliki pekerjaan sebagai pelayanan konseling. Apa lagi pembayaran suka - suka seperti menghina pekerjaan mereka.
Ok! Fatir tidak mempermasalahkannya, hal berikutnya terdapat banyak penggunaan yang mendukung postingan Manda dan memicu perang berbasis internet diantara para netizen.
Jadi, karena ini Manda ketakutan dan merasa melakukan kesalahan dan ingin Fatir menghukum dirinya?
"Manda, aku sudah melihat dan memahami semuanya..." Suara Fatir sedikit berat ketika dia menghela nafas.
"Ketua, tolong jangan memecatku. Kamu bisa melakukan apapun kepada tubuhku, selama Ketua tidak memecatku dari pekerjaan ini..." Kata Manda dengan begitu panik.
"Manda, kamu bisa tenang. Tidak mungkin aku memecatmu ketika kamu hanya ingin menarik minat pelanggan agar mendatangi tempat ini..." Fatir tersenyum, walaupun dia bisa memilih untuk menghukum Manda dengan membuatnya melakukan semua keinginannya, namun Dia tidak memanfatkan peluang tersebut.
"Terima kasih Ketua..." Kata Manda dengan tulus.
"Ya, kamu bisa kembali dan suruh semua orang bersiap. Aku pikir akan ada badai yang datang ketempat ini..." Fatir tersenyum secara misterius.
"Aku mengerti..." Jawab Manda.
Tentu saja postingan Manda yang terbakar sangat panas di platform manapun akan begitu menguntungkan bagi Divisi baru angkasa grup. Itu tidak lebih menjadi metode periklanan secara gratis.
"Sepertinya, aku akan menaikan gaji Manda karena tindakannya telah membuat semuanya akan berjalan lebih baik..." Kata Fatir saat melihat Manda yang menghilang di balik pintu.
Seperti dugaan Fatir sebelumnya, kini satu persatu pasien berdatangan dan mulai memenuhi tempat miliknya.
Fatir meragukan pengaruh media sosial. Sekarang hanya dalam waktu singkat, dia menangani puluhan hingga ratusan pasien yang melakukan konsultasi dengannya.
_
_
_
Waktu berlalu, sore harinya. Di dalam ruangan konsultasi. Fatir menangani pasien yang berdatangan silih berganti.
Menghadapi jumlah pengunjung yang meledak di hari pertama membuat Fatir melakukan yang terbaik.
Saat ini dia menangani pasien ke seribu untuk hari pertama dia membuka bimbingan konseling. Fatir sangat senang karena telah menjalankan amanah Sang Pertapa Agung.
"Ajaib... Panu yang aku miliki telah menghilang..." Kata pasien tersebut dengan suka cita. Dia menatap Fatir dengan penuh rasa hormat.
Ternyata jangan menilai buku dari sampulnya. Awalnya pasien tersebut meragukan informasi yang ada di beberapa forum. Dan menjadi salah satu dari Netizen yang mengatakan postingan itu sebagai bentuk penipuan.
Namun karena pembayaran suka - suka membuat dia mengambil keputusan untuk mendatangi tempat tersebut, apa salahnya jika mencoba. Dan ketika dia datang, pasien tersebut di kejutkan dengan jumlah pengunjung yang datang.
Dia begitu menyesal karena tidak datang lebih awal dari yang lainnya. Namun dia harus puas ketika mendapatkan nomor antrian ke seribu dan ketika melihat pasien yang penuh semangat saat keluar dari ruang konsultasi, dia semakin yakin jika mereka mendapatkan solusi untuk masalah mereka.
Awalnya ada keraguan di hatinya. Ketika gilirannya datang, itu karena Fatir terlihat begitu muda dan tidak tahu apakah bisa memberikan solusi untuk dirinya atau tidak. Namun sekarang dia menemukan keajaiban nyata.
Dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Fatir menyembuhkan panu yang sangat membandel, hanya dengan satu olesan panu langsung menghilang dengan sendirinya.
"Terimakasih... Terimakasih banyak!..." Kata pasien tersebut dengan sangat tulus.
"Sama - sama pak..." Jawab Fatir dengan tersenyum lembut.
Sekarang, karena masalah panu yang dia miliki telah menghilang, pasien terakhir tersebut pergi dengan senyuman bahagia di wajahnya.
"Akhirnya selesai juga!..." Fatir menghela nafas panjang.
Awalnya satu persatu pasien yang melakukan konsultasi berdatangan. Dan Fatir segera memberikan solusi terhadap setiap pasien. Hasilnya, setiap pasien yang dia sembuhkan memilih untuk membagikan pengalamannya ke media sosial.
Pengaruh media sosial terlalu menakutkan, hanya dalam waktu singkat, postingan lainnya kembali viral dan semakin banyak yang membagikannya.
Netizen yang meragukan dan mengatakan divisi baru angkasa grup sebagai penipuan tidak berani muncul kembali, karena begitu banyaknya antusiasme dari para Netizen yang sudah di yakinkan.
Fatir merenggangkan tubuhnya dan keluar dari ruangan konsultasi. Dia menatap Manda yang tersenyum hangat di wajahnya. Begitu juga dengan staf karyawan lainnya.
"Ini hari yang melelahkan, namun kita sudah melaluinya dengan baik. Ok! mari kita akhiri untuk hari ini..." Fatir mengakhiri kata - katanya dan berjalan pergi.
"Baik Ketua!..." Jawab semua orang dengan begitu bersemangat.
Walaupun melelahkan, namun tidak satupun dari mereka yang malas. Sayangnya pekerjaan mereka akan di buka lagi pada hari senin berikutnya.
Bersambung...