
Melihat Sekretaris Cantik yang begitu menggoda di depannya, Fatih tidak dapat berpikir jernih.
Apakah dia harus menurunkan suhu ruangan?
Ataukan dia harus memesan minuman dingin?
Atau juga menyuruhnya pergi mandi air dingin?
Banyak jawaban di benak Fatir, Namun dia tidak mengatakannya. Mungkin dia cukup polos dan tidak memiliki setengah dari kemampuan ayahnya.
Mary adalah klien pertamanya, Sehingga Fatir tidak ingin mengacaukannya.
"Bisakah kamu menjelaskan, bagian mana yang memanas?! Aku akan melakukan pemeriksaan pada bagian tersebut..." Tanya Fatir dengan berusaha untuk tetap tenang.
Mary sangat senang dengan tanggapan Fatir. Dia merasa prosesnya tidak akan lama lagi.
"Itu... Pada bagian payudara miliku..." Jawab Mary.
Blush!
"Payudara!..." Tatapan Fatir mengunci payudara montok milik Mary, walaupun itu terbalut dengan pakaian. Namun dia bisa memperkirakan ukurannya.
"Baiklah... Biarkan aku melihatnya, kamu bisa melepaskan pakaianmu. Agar aku bisa memeriksanya..." Kata Fatir dengan menatap lurus mata Mary.
Mungkin Mary menginginkan, agar Fatir melanggar dirinya. Namun tetap saja dia tidak memiliki pengalaman. Hal tersebut membuat Mary menjadi sedikit gugup.
Slip!
Mary melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan bentuk tubuhnya, yang membuat siapapun menjatuhkan air liur saat melihatnya.
Dengan kedua tangannya menjatuhkan pakaiannya kesamping, Kini menyisakan bra bermotif bunga dengan warna hitam bercorak putih.
Di sana kedua tangan Mary berhenti, dengan keraguan. Apakah harus melepaskan bra miliknya juga atau tidak!
"Mengapa berhenti! Jika bra itu masih menutupi. Aku tidak bisa melakukan pemeriksaan dengan benar..." Kata Fatir dengan tersenyum hangat.
Benar! Ini adalah metode pemeriksaan, bukan sesuatu yang cabul atau apapun yang berujung dengan ke mesuman.
Fatir hanya memberikan pelayanan konseling bukan hal lainnya.
Tapi mengapa Temanya, Joni agung bergerak - gerak?!
"Aku mengerti..." Mary merasa, karena dia sudah memulai maka harus menyelesaikannya sampai akhir.
"Silakan memeriksanya..." Kata Mary dengan malu, ini adalah pertama kalinya. Dia menunjukkan payudara montok miliknya kepada seorang pria.
"Biar aku priksa..." Jawab Fatir.
Dia duduk begitu dekat dengan Mary pada sofa panjang. Dengan perlahan Fatir mengulurkan tangannya untuk menyentuh payudara montok miliki Mary.
Sial! Ini sangat lembut. Rasanya terlalu luar biasanya. Mungkin selembut sutra atau lebih dari itu. Bahkan jari - jariku mulai tenggelam pada permukaan kulitnya.
"Ah!..." Mary tanpa sadar mendesah.
"Maaf, apakah kamu baik - baik saja?..." Tanya Fatir.
"Rasanya sedikit aneh dan geli!..." Jawab Mary dengan malu.
"Kamu bisa tenang, Semuanya akan baik - baik saja..." Kata Fatir dengan sangat yakin.
"Ketua, Kamu bisa melanjutkannya!..." Mary mengangguk, di wajahnya ada jejak kemerahan. Itu menandakan jika dia sangat malu.
Setelah menyentuh, kedua tangan Fatir sedikit meremas, untuk melihat kekenyalannya, juga mengetahui ukurannya.
Di masa lalu, Fatir hanya melihatnya dari film porno yang sempat di lihatnya beberapa kali. Dan di saat menyentuh payudara montok secara langsung, itu memiliki sensasi yang luar biasa.
Selain Miranda, Mary adalah wanita kedua yang sangat terbuka di depan Fatir. Selain itu, Mary pernah memberikan hisapan terhadap joni agung. Juga keduanya pernah berciuman saat berada di Gedung Graha.
Jadi, istilah malu sudah tidak cocok diantara keduanya. Sekarang, saat melihat bagian tubuh paling rahasia. Keduanya memiliki kesempatan untuk melakukannya lebih dari itu.
"Umm... Ah!..." Mary sekali lagi mengerang.
Selain itu, sentuhan dari Fatir membuat tonjolan puncak sepasang payudara dengan perlahan tumbuh dan memperlihatkan ujungnya yang berwarna pink.
"Mary, suhu tubuhmu cukup normal, namun ada sedikit jejak hangat..." Jawab Fatir dengan kesimpulan. "Kamu hanya perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut, maka semuanya akan baik - baik saja!..."
"Ketua, bagaimana dengan ujungnya?!..." Sekali lagi, Mary bertanya.
"Ujungnya!..." Fatir menggunakan jarinya untuk menyentuh ujungnya, sesekali menarik dan itu cukup keras.
Ujung payudara yang mengeras hanya bisa terjadi kepada wanita yang mengalami rangsangan tertentu. Dan tentunya, dengan kedua tangan Fatir terus - menerus memainkannya, itu akan menjadi pemicu ujung payudara Mary menjadi lebih keras.
"Oh!... Ah!..." Mary mengerang lagi dan lagi.
Bahkan saat dia menggunakan tangan putih saljunya, Mary tidak dapat menutupi suara mesum yang keluar dari mulutnya.
"Bentuknya sagat bagus dengan sensasi yang elastis. Secara keseluruhan, payudara milikmu adalah yang terbaik..." Fatir memberikan jawaban dengan jujur.
"Ketua, kamu harus lebih dekat dengan memainkan jari - jarimu..." Seru Mary dengan merintih keenakan. Dia merasa otaknya kosong dan sulit berfikir dengan jernih.
"Aku mengerti!..." Jawab Fatir, dia mempermainkan payudara Mary dengan lembut dan perlahan sedikit kasar.
"AHHH!..." Mary sedikit menjerit.
"Maaf, apakah itu sakit!..." Tanya Fatir dengan menghentikan gerakan kedua tangannya.
"Ketua, kamu tidak harus terburu - buru, Mereka tidak akan pergi dan akan tetap ada di sana. Kamu harus menyentuhnya dengan sedikit lebih lembut lagi..." Mary memberikan nasihat.
"Kamu benar, sepertinya aku terlalu bersemangat!..." Jawab Fatir dengan menyesal.
Ayo Fatir! jangan mengacaukannya, apa yang aku lakukan hanya melakukan kebaikan dengan pelayanan konseling. Ini seperti amanah dari pertapa agung untukku.
"Mary, semuanya cukup baik, sepertinya. Kamu terlalu banyak memaksakan diri, sehingga kamu kurang mengistirahatkan tubuhmu..." Setelah pemeriksaan lebih lanjut, Fatir mengambil kesimpulan.
"Ketua, apa yang harus aku lakukan..." Tanya Mary dengan tersenyum.
"Itu sangat mudah, aku akan memberikan catatan resep dan kamu harus meminumnya dengan proses dariku. Semua bahan dapat kamu temukan di pasar umum, jadi kamu bisa tenang..." Fatir menjelaskan, dia mengambil kertas dan menulis lima jenis tanaman obat berdasarkan ingatan dari warisan pertapa agung.
Kemudian dia memberikan catatan tersebut kepada Mary. "Kamu harus memastikan untuk meminumnya..."
"Baik..." Jawab Mary dengan bingung.
Dia pikir, jika Fatir hanya bercanda. Itu karena lima jenis tanaman yang ada dalam catatan, adalah tanaman herbal yang sangat umum dan benar - benar mudah di jumpai di mana saja.
Selain itu, ada juga proses pembuatannya yang tidak kalah penting. Tahap pertama di rebus, juga memiliki langkah - langkah berikutnya yang bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak sulit sama sekali.
Tidak ada yang spesial!
Apakah catatan resep dari Fatir akan mendatangkan manfaat?!
Juga, Mary tidak sakit apapun pada payudara miliknya. Semuanya seperti yang Fatir katakan, Mary hanya kurang istirahat dan terlalu memaksakan diri.
Namun tidak ada salahnya menyimpan dan mencobanya nanti.
Mary pikir, Fatir hanya membuat lelucon. Tetapi dia tidak meragukannya dan memilih untuk menyimpan catatan resep tersebut.
"Ketua, Terima kasih atas resepnya?!..." Kata Mary dengan tulus, "Tapi, aku memiliki masalah lainnya..."
"Masalah lain! Mary kamu bisa mengatakannya dan kamu tidak perlu sungkan..." Jawab Fatir dengan sopan. Walaupun wanita cantik di depannya memperlihatkan sepasang payudara indah. Namun Fatir harus bersikap profesional.
"Saat ini, bagian bawahku merasa gatal. Itu seperti jutaan semut yang merayap di sana. Bisakah Ketua melakukan pemeriksaaan juga?!..." Tanya Mary dengan malu.
Diam!
Fatir hanya bisa membeku dengan tidak bisa berkata - kata.
Bersambung...