Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
43. Memasuki Sungai



Situasinya sangat berbahaya.


Kebanyakan semua orang yang berdiri di tepi sungai, memilih untuk menonton dengan kamera ponsel yang menyala.


Seseorang bahkan memilih untuk percaya, jika wanita yang hanyut tersebut sudah mati. Dan berfikir rekaman mereka akan menjadi Viral.


Beruntungnya ada Fatir di sana yang tidak memiliki pemikiran yang sama dengan mereka.


Tanpa berfikir lagi, Fatir melompat dari tepi sungai untuk melakukan penyelamatan.


 "Whooosss..."


Dia memiliki postur tubuh yang kuat, seperti ikan terbang, dengan cepat berenang ke sisi wanita itu, memeluk pinggangnya, dan kemudian berenang ke tepi sungai. Arus deras sungai Ciliwung, bukan apa - apa baginya.


Setelah Fatir memeluk wanita itu di darat, semua orang masih terkejut dengan penyelamatan cepat Fatir, kemudian mulai berkumpul dan mengelilingi keduanya.


Mereka tentunya, ingin memastikan jika wanita tersebut selamat atau tidak.


Wanita itu tersedak banyak air dan pingsan dalam keadaan koma, wajahnya pucat, bibirnya sedikit ungu, dan dia tampak seperti sedang sekarat.


Jika kondisi tersebut terus berlangsung dalam beberapa menit ke depan, maka kematiannya akan dapat di pastikan.


"Wanita ini akan segera mati dan harus segera dikirim ke rumah sakit..." Kata seseorang di antara mereka.


"Ambulan dalam perjalanan dan akan datang dalam 30 menit lagi..." Yang lainnya menambahkan.


Wanita itu memiliki penampilan yang sangat cantik. Sehingga banyak orang yang merasa kasihan terhadapnya.


"Minggir bro, aku bisa memberikan dia nafas buatan..." Pria itu berkata dengan keserakahan di wajahnya.


"Bro, aku juga bisa melakukannya. Lebih baik kamu minggir dan biarkan aku yang melakukannya..." Pria lainnya menyela.


"Enak saja, Aku yang melakukannya..." Yang lainnya datang lagi.


Sebelumnya mereka ini hanya menggunakan kamera ponsel untuk merekam kejadian. Tentunya mereka tidak peduli jika wanita itu mati atau tidak, namun kecantikannya telah membangkitkan keinginan para jomblo yang terpendam.


Bukannya CPR atau pertolongan pertama, hanya perlu melakukan pemberian nafas buatan, yang harus mereka lakukan hanya perlu menciumnya?!


Siapapun bisa melakukannya!


Ini adalah momen langka yang sangat ssulit mereka dapatkan. Sebagai jomblo, Kapan lagi dapat mencium wanita cantik?


Beberapa pria yang memiliki pemikiran yang sama, mulai berlomba - lomba menyombongkan dirinya karena dapat diandalkan dalam situasi genting tersebut.


Fatir tidak tahan lagi, dia meletakkan wanita itu di atas rerumputan yang ada di tepi sungai Ciliwung.


Melihat sekelilingnya, Fatir dengan perlahan berdiri, dia masih memiliki pakaian basah karena memasuki sungai untuk melakukan penyelamatan.


Awalnya, Fatir sedikit kesal dengan mereka yang hanya menjadi penonton dan menggunakan kamera ponsel untuk membuat hal Viral.


Sekarang, korban sudah Fatir selamatkan dari sungai, dan kondisi korban lebih dari kata kritis, namun mereka - mereka ini. Tidak hanya diam tanpa mengulurkan bantuan, tetapi berlomba - lomba mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Tidak memahami apakah kondisi wanita itu dalam kritis atau tidak, mereka hanya ingin mengambil ciuman wanita itu.


"Bisakah kalian semua diam?!..." Perkataan Fatir sangat berat, dia menggunakan aura penindasan untuk membuat semua orang terdiam.


"Apakah kalian pikiran, memberikan nafas buatan akan membuat korban menjadi lebih baik?..." Mendengar ini, tidak ada suara apapun yang menjawab pertanyaan tersebut.


"Jika kalian benar - benar peduli dengan kehidupannya? Mengapa kalian semua tidak masuk ke sungai dan menyelamatkannya? dari pada kalian hanya melihat dengan kamera ponsel menyala!..." Fatir mendengus dingin.


"Ketahuilah, kehidupan seseorang lebih berharga dari pada hal viral yang kalian kejar!..." Kata - kata Fatir adalah kebenaran, sehingga membuat sebagian dari mereka merasa malu.


Fatir tidak berbicara lagi, tetapi membantu Wanita itu duduk, dan membanting telapak tangan yang berbalut energi Qi ke dada bagian atas wanita itu, segera setelahnya, wanita itu mulai memuntahkan banyak air dari mulutnya.


Sekali lagi, semua orang hanya bisa diam dalam menyaksikan tindakan Fatir. Awalnya Mereka pikir, Fatir hanya ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan juga, namun siapa sangka dia dapat menciptakan keajaiban di depan mata semua orang.


"Bangun, dia benar - benar bangun!..."


 "Sial, itu tadi sangat menakjubkan..."


Beberapa penonton menghela nafas lega ketika wanita itu diselamatkan. Kemudian melihat pria - pria jomblo yang sebelumnya ingin menggantikan posisi Fatir untuk melakukan pertolongan pertama, dan tatapan jijik memenuhi wajahnya.


"Terima kasih..." Wanita itu berkata kepada Fatir dengan suara malu dan ada rasa syukur di matanya.


Fatir tersenyum dan berkata, "Bukan masalah, lain kali hati - hati jika berjalan di tepi sungai..."


"Kak, Bisakah aku meminta nomornya, aku ingin membalas budi..." Kata wanita itu dengan tulus, sebelumnya dia terpeleset dan jatuh ke sungai. Jika dia tidak mendapatkan pertolongan dari Fatir, dia akan mati tenggelam.


"Jangan, memikirkan balas budi sekarang, kamu membutuhkan perawatan lebih lanjut..." Tak lama kemudian ambulan datang dan wanita itu hanya bisa pergi tanpa mendapatkan nomor ponsel Fatir.


Fatir mengabaikan tatapan semua orang yang kagum kepadanya, dan lebih memilih untuk pergi ke sebuah taman yang ada di tepi sungai Ciliwung.


Semua orang yang sebelumnya berkumpul di sana, dengan perlahan mulai meninggalkan tempat tersebut, satu persatu.


_


_


_


Saat ini, Fatir duduk di kursi taman untuk bersantai. Sekaligus untuk mengeringkan pakaian basah yang masih dia kenakan sebelum mengemudikan mobilnya.


Entah mengapa Fatir merasakan sesuatu yang aneh dengan taman tersebut, dia merasakan seseorang telah mengawasinya. Kemudian tatapannya mengarah kearah seorang pria tua yang duduk tidak jauh darinya.


Yang mengawasi Fatir bukan pria tua itu, melainkan orang - orang yang menjadi pengikutnya. Mereka berdiri di kejauhan dengan secara diam - diam mengawasi dirinya.


Pantas saja taman ini sedikit aneh, ternyata taman ini sudah di amankan seseorang.


Melihat Fatir yang hendak pergi, pria tua itu buru - buru berkata kepadanya, "Anak muda, kamu tidak harus pergi..."


Fatir menghentikan langkah kakinya, kemudian melihat pria tua itu dengan seksama.


Melihat Fatir yang kembali duduk, membuat Pria tua itu mengangguk. Tentunya dia melihat segala tindakan Fatir dari taman tersebut.


"Anak muda, aku melihat semuanya dan sangat mengagumi penyelamatan yang kamu lakukan!..." Kata pria itu.


Entah mengapa Fatir sedikit waspada terhadapnya. Bagaimanapun pria tua ini tidak sederhana, dan begitu juga dengan orang - orangnya.


Apakah pria tua ini sengaja mendekati dirinya?


Namun Fatir langsung menyangkalnya, Bagaimanapun wanita yang jatuh kedalam sungai tidak mungkin setingan, Fatir merasakan, jika semuanya murni kebetulan.


"Pak tua, orang - orangmu bisa melakukan penyelamatan, mengapa mereka tidak bergerak? Jika sesuatu terjadi pada wanita itu, apakah kamu hanya menganggapnya sebagai kecelakaan? Apakah kamu tidak malu karena tidak menyuruh orang - orangmu bergerak?..." Fatir dengan tegas mengajari orang tua itu.


Fatir sangat yakin, jika orang - orang ini adalah kultivator yang tidak menunjukkan kemampuan mereka di depan umum.


Sebelum pria tua itu berbicara, pria paruh baya tidak jauh belakangnya, berjalan mendekat dan angkat bicara, "Nak, apakah kamu tahu dengan siapa kamu berbicara? Aku memberitahumu..."


"Kamu bisa kembali!..." Pria tua itu melirik kembali ke pria paruh baya itu. Dan berbicara dengan bahasa asing lebih tepatnya bahasa China.


Kemudian Pria paruh baya itu menutup mulutnya dengan cepat, lalu pergi dan berdiri di kejauhan.


Fatir menduga, Pria tua ini tidak sederhana.


Pria tua itu tersenyum pada Fatir, "Anak muda, aku akan memperhatikannya di masa depan. Terima kasih banyak karena mengingatkanku..."


"Bukan masalah besar..." Jawab Fatir.


Bersambung...