Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
30. Menghadiri Pertemuan



Malam hari yang di penuhi dengan warna - warni, dari cahaya neon yang mewarnai kota jakarta.


Sebagai salah satu tempat terbesar di kota jakarta, Gedung Graha. Selalu sesak dengan orang - orang yang berdatangan. Jalan raya yang menjadi akses masuk, tidak jauh berbeda. Di sana terdapat kemacetan kendaraan yang panjang.


Di tempat parkir.


"Kamu baik - baik saja?!..." Tanya Fatir dengan heran.


Setelah berpisah dengan Kedua pengganggu, Fatir menemukan hal aneh dari sikap Istrinya. Wajah Maya terlihat pucat seputih kertas, jika Fatir memperhatikannya dengan baik, ada jejak ketakutan di matanya.


"Bukan apa - apa!..." Jawab maya dengan berusaha untuk tetap setenang mungkin.


Saat di depan pintu masuk utama Gedung Graha. Seorang wanita tertentu menyapa.


"Maya, mengapa kamu masih membawa suamimu. Kamu hanya akan mempermalukan dirimu sendiri..." Wanita itu langsung mengatakan pendapatnya tanpa menyembunyikan apapun.


Suaranya yang nyaring seperti lonceng berdering. Wanita tersebut, berpenampilan cukup glamor dengan dreess panjang dan indah membungkus tubuhnya.


Wanita ini, adalah Laura yang menjadi teman sekaligus sahabat baik Maya.


Melihat kedatangan Maya, dia cukup senang. Tetapi seketika menjadi jijik dan penghinaan ketika Laura melihat Fatir.


Sebagai sahabat baik, dia memikirkan kebagiaan Maya. Dan sudah menentang keputusannya yang memilih untuk menikah dengan Fatir hanya untuk menghentikan para pengejarnya.


Menurut Laura, Keputusan Maya untuk menikahi Fatir tiga tahun lalu, adalah tindakan bodoh.


Walaupun sekarang, Fatir terlihat tampan dan menawan. Tetap saja, tidak menyembunyikan kebenaran tentang dia menjadi menantu sampah.


Di perlakuan seperti itu, tidak lagi membuat Fatir marah. Dia cukup biasa dengan sikap jijik dan penghinaan dari semua orang.


Walaupun Fatir sekarang kaya, Dia memilih untuk tetap diam karena dia terlalu malas untuk memberikan penjelasan apapun tentang dirinya yang sekarang.


"Sebagai suami, seharusnya kamu memikirkan tentang kebahagiaan Maya, Dengan kamu menemaninya dia acara reuni teman sekelas kami, itu sama dengan mempermalukan Maya..." Kata Laura dengan kesal.


Fatir masih diam.


"Ketahuilah, karena Maya menikahi denganmu. Perusahaannya..." Sebelum Laura menyelesaikan perkataannya, Maya langsung memotongnya.


"Cukup Laura, Jangan membicarakan perusahaan. Akulah yang membawanya untuk menemaniku. Jadi tidak perlu membahasnya lagi..." Kata Maya dengan datar.


Laura tidak menyangka jika Sahabat baiknya akan membela suami sampah. Padahal dirinya berbicara untuk kebaikan Maya sendiri.


Fatir yang diam, juga terkejut dengan sikap Maya. Walaupun Maya menggunakan Fatir sebagai perisai, tetap saja sikapnya tidak dapat di mengerti.


Terutama tentang Perusahaan istrinya, Apakah perusahaannya memiliki masalah?! Pikir Fatir dalam diam.


"Maya, Aku berbicara untuk kebaikanmu. Sekarang, karena kamu ingin mempermalukan dirimu sendiri. Aku tidak bisa menolongmu..." Kata Laura kemudian memilih masuk lebih dulu.


Melihat kepergian Laura, Fatir berinisiatif untuk bertanya, "Apakah kamu tidak masalah?..."


"Hmph, aku melakukan ini. Bukan berarti aku memiliki perasaan kepadamu. Walaupun kita tidak menikah dalam arti yang sebenarnya. Aku hanya tidak ingin suami pilihanku di pandang hina..." Kata Maya dengan kesal.


"Aku mengerti..." Fatir hanya bisa tersentuh. Sudah tiga tahun melakukan pernikahan palsu, namun Maya masih memiliki sikap yang sama.


Tanpa berbicara lagi, keduanya memasuki pintu Gedung Graha. Menjadi tempat favorit oleh kebanyakan orang yang ingin melakukan pesta kecil ataupun besar. Gedung Graha memiliki makanan yang mewah dan tempat hiburan malam yang baik.


Bagian di dalam Gedung Graha terdiri dari beberapa tempat. Tidak hanya megah dan meriah, petugas Gedung Graha akan menyiapkan setiap tempat terbaik untuk tamu yang memesannya.


Diantara begitu banyaknya tempat, Juga di pisahkan dengan berbagai pilihan. Seperti kelas umum, kelas khusus dan terbaik berada di kelas VVIP.


Fatir dan Maya harus pergi ketempat kelas umum karena di tempat tersebut acara reuni istrinya dengan teman - temannya di adakan.


Hanya saja, ketika keduanya berjalan, mereka harus melalui beberapa tempat kelas khusus dan VVIP terlebih dahulu.


Ketika dia melewati, tempat VVIP, Fatir tidak mengetahui tentang tatapan wanita cantik yang menguncinya sedang duduk seorang diri di tempat VVIP.


Di dalam kelas VVIP.


"Ketua! Mengapa dia di sini?!..." Wanita tersebut adalah Mary, karena Fatir menolak tawaran dirinya untuk pergi minum - minum. Dia memilih untuk mengunjungi Gedung Graha, yang menjadi salah satu bisnis Angkasa Grup.


Siapa sangka, ketika dia minum seorang diri di tempat VVIP dia akan bertemu dengan Fatir. Melalui informasi resmi yang dia dapatkan dari pusat. Fatir memiliki istri yang tidak menganggapnya sama sekali.


Namun keduanya belum memutuskan untuk berpisah. Tatapan Mary juga melihat Maya yang memeluk lengan Fatir. Hal ini membuat Mary cemburu.


Kemudian dia mengetahui tempat kelas umum yang Fatir kunjungi, lalu Mary ingin memantaunya melalui kamera CCTV Gedung Graha.


"Sekertaris Mary, kami siapa melayani..." Seorang pria paruh baya yang menjadi Manajer Gedung Graha menyambut kedatangan Mary.


"Aku ingin melihat kamera CCTV untuk ruangan kelas umum 114 dan siapa saja yang memesannya..." Kata Mary tanpa penundaan.


Bagaimanapun juga, Fatir adalah ketua Baru angkasa Grup. Karena itu menjadi kewajiban setiap karyawan untuk menyenangkannya.


"Sekertaris Mary, ini adalah data penyewaan untuk tempat 114 dan juga beberapa daftar tamu yang masuk..." Manajer menjelaskan dengan hati - hati.


Dia memiliki ketakutan di hatinya, selama dia menjadi Manajer Gedung Graha. Tidak pernah melihat Mary yang secara pribadi memberikan pemantauan.


"Kamu bisa pergi..." Mary tidak melihat kepergian manajer Gedung Graha. Dia langsung membaca data penyewaan untuk mengetahui apa yang terjadi sambil memantau Layar CCTV.


Sedangkan itu, Di tempat kelas umum 114 yang menjadi tempat acara reuni berlangsung.


"Hahaha... Aku tidak menyangka Maya akan membawa suami sampah itu lagi..."


"Benar - benar merusak acara reuni kita..."


"Maya sangat cantik, mengapa dia masih bertahan dengannya?!..."


Tatapan jijik dan penghinaan semua teman istrinya langsung jatuh pada tubuh Fatir. Namun Fatir dan Maya tidak memperdulikan mereka semua.


"Hai semuanya..." Dari arah lainnya, seorang pria tampan datang menyapa semua orang.


"Bro Farhan... Akhirnya kamu datang juga..." Justin berkata dengan penuh semangat. Tentunya dialah orang yang mengundang kedatangan Farhan.


"Hahaha, Bro Justin..." Keduanya saling menyapa. Kemudian tatapan Farhan melihat sekelilingnya untuk menemukan keberadaan Maya.


"Ok! Biarkan aku menyapa seseorang..." Farhan menyeringai, dia tidak peduli jika Maya berada di dekat suaminya. Farhan merasa, jika Fatir tidak layak di bandingkan dengan dirinya.


Farhan sudah memberikan tekanan terhadap Perusahaan milik Maya dan tidak menyangka jika Maya mampu bertahan hingga tiga tahun ini.


"Maya, Bagaimana kabarmu..." Tanya Farhan dengan tersenyum sopan.


"Umm..." Maya hanya mengangguk datar.


"Dan kamu pasti, suaminya. Senang bertemu denganmu..." Sungguh keinginan yang luar biasa. Bahkan setelah tiga tahun, Farhan masih mengejar Maya.


"Ya, senang bertemu denganmu..." Jawab Fatir dengan tersenyum.


Keduanya berjabat tangan, Farhan mencengkram tangan Fatir dengan kuat. Sebagai keluarga seni beladiri, Keluarga Kalpanak tidak mungkin menyerah hanya karena cinta di tolak.


Farhan ingin membuktikan, jika dia bisa merebut Maya dari Fatir.


Bersambung...