Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
74. Kamar Mandi Memanas



Tepat kata - kata Pak Jamono selesai, Dia berniat untuk membuka pintu masuk kamar mandi dan ingin memastikan apa yang ada di dalamnya.


Fatir yang berada di dalam kamar mandi semakin berkeringat dingin. Dia tanpa sadar semakin memeluk tubuh Yeni yang lembut dan montok. Kapten Joni agung menjadi begitu kerasa dan menyodok pantat Yeni yang bulat.


"Engh!..." Yeni menutup mulut kecilnya dengan hati - hati. Dia merasakan jantungnya hampir copot.


Ketika tangan Pak Jamono menyentuh gagang pintu, dia di kejutan dengan suara istrinya. "Yah, Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin mengintip putri kita yang sedang mandi?..."


"Tidak, bukan seperti itu..." Pak Jamono langsung menyangkalnya.


"Lalu mengapa Ayah ingin memaksa masuk? Ayo pergi..." Istrinya menarik lengannya dan membawa Pak Jamono meninggalkan area belakang.


Untuk sekarang situasi yang Fatir miliki sedikit mereda. Namun tidak dengan temannya yang menjulang di balik celananya.


Sial, mengapa itu berdiri di saat seperti ini? Pikir Fatir dengan frustasi. Tangannya memeluk tubuh telanjang Yeni dan joni agung menyodok dari belakang. Situasi ini siap melanggarnya kapan saja.


Wajah Yeni, sekarang merah padam. Dia benar - benar kesulitan dalam mengambil keputusan. Jika itu pria lainnya, Pasti Yeni akan berteriak dan mengatakan Fatir sebagai pria cabul. Juga meminta bantuan ayah dan ibunya.


Namun Fatir berbeda, dia bukan pria cabul. Dan kondisi keduanya di sebabkan karena kedatangan ayahnya. Jadi situasi ini karena ayahnya dan dia tidak seharusnya menyalahkan Fatir yang polos.


"Yeni, Maaf. Ini terjadi karena reaksi alam seorang pria..." Kata Fatir dengan rasa bersalah di hatinya.


"Kak Fatir, aku pikir kamu tidak bersalah. Kamu hanya tidak sengaja masuk, padahal kamu bisa pergi ke tempat lainnya jika ingin bersembunyi. Dan temanmu berdiri pasti karena tubuhku yang telanjang..." Jawab Yeni dengan malu.


Yeni mengulurkan tangan putih saljunya untuk menyentuh batang menjulang yang menyodok pantat miliknya. Dan dia bisa merasakan benda panas dan berdenyut di dalam celana milik Fatir.


"Biarkan aku keluar, Setelah aku menenangkan diri. Pastinya itu akan kembali ke ukuran normal!..." Jawab Fatir dengan kesulitan bergerak.


Fatir bilang ingin keluar dan menyelesaikan segalanya, tapi mengapa tubuhnya sangat sulit bergerak untuk melepaskan tubuh lembut milik Yeni. Dia mengatakan hal yang tidak sesuai dengan tindakannya.


"Tunggu, Jangan pergi..." Terlepas dari pelukan erat dari Fatir. Yeni berbalik untuk menatapnya dengan wajah merah. Kemudian tatapannya berangsur - angsur melihat ke arah celana Fatir yang membengkak.


Yeni bukan anak kecil lagi, dia sudah besar dan seumuran dengan Fatir. Walaupun dia tidak memiliki pengalaman dengan seorang pria, setidaknya dia memahami tentang kondisi yang Fatir alami.


Dengan akses internet yang merajalela, Kebanyakan wanita tahun ini telah mengakses sesuatu yang berbau pornografi. Rasa ingin tahu mereka mengalahkan segalanya, Yeni adalah salah satunya.


Walaupun polos, Yeni pernah melihat batang milik seorang pria secara tidak langsung. Melalui pemahamannya yang dangkal, pria yang mengalami bagian bawah menegang, mereka tidak akan menurun sampai mengeluarkan cairan putih panas.


Tapi semua itu dia lihat melalui layar ponsel dan tentunya sangat berbeda dengan melihatnya secara langsung. Yeni semakin mengelus dan menggosokkan tangannya sambil memperkirakan ukuran Joni agung.


Sial, Yeni jangan menggosoknya seperti itu. Fatir benar - benar mengalami ujian secara emosional. Dia siap meledak kapan saja katika melihat tubuh telanjang Yeni, namun setelah memeluk dan mendapatkan sentuhan tangannya, Fatir tidak tahan lagi.


"Kak Fatir, aku akan membatumu..." Kata Yeni dengan perlahan mengulurkan tangannya dan membuka resleting celana milik Fatir. Segera batang menjulang Joni agung terpampang begitu jelas.


"Ah!..." Yeni yang berteriak langsung menutup mulut kecilnya. Dia benar - benar tidak menduga jika ukuran milik Fatir akan sebesar bintang film pornografi. Atau mungkin lebih besar dari mereka.


"Yeni, mari kita hentikan sebelum terlambat, aku pikir tidak baik melakukannya di saat kita tidak memiliki ikatan apapun..." Kata Fatir tidak yakin, dia mengatakan tidak lalu bagaimana dengan Joni agung? Apakah harus mengakhirinya begitu saja.


Keduanya begitu dekat hingga Joni agung menyentuh perutnya. Selain itu tubuh Yeni yang lebih rendah membuat Fatir harus menatap condong kebawah.


"Dari mana kamu mengetahui jika mulutku licin? Di saat kamu belum pernah merasakannya..." Bagaimana mungkin Fatir akan di tekan dan di buat tidak berdaya oleh wanita muda di depannya. Fatir tidak memiliki cara lain selain terus melangkah ke depan.


"Kak, Fatir mungkinkah kita harus berciuman untuk memastikannya?..." Dengan sikap yang sudah di luar batas, Yeni menjulurkan bibir kecilnya ke depan. Sehingga membuat Fatir harus mengakui keberanian wanita muda yang berdiri di depannya.


Sial, dia terlalu menggoda. Aku kesulitan menolaknya. Fatir tidak memiliki cara lain selain menyerah dan mencium bibir lembut milik Yeni.


Bibir keduanya saling tumpang tindih. Dari yang awalnya bersentuhan, Fatir menggunakan lidahnya untuk menerobos masuk melalui bibir dan segera mengambil lidah harum milik Yeni.


"Ummm!... " Yeni tersentak di awal. Dia tidak menyangka jika Fatir akan memulai ciuman prancis. Segera dia menerima dan memberi melalui lidah dan mulutnya.


Udara panas mulai tercipta dan memenuhi apa yang ada di dalam kamar mandi. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Yeni benar - benar menjadi gadis yang berbeda dari biasanya.


Setelah lusinan menit berlalu, Ciuman keduanya berpisah dengan enggan, Sensasi ciuman dengan menggunakan lidah terlalu nyaman. Yeni memiliki tubuh lemas hanya melalui sebuah ciuman saja, dia benar - benar meremehkan Fatir.


"Yeni, kamu masih kecil dari mana kamu mempelajari tindakan ini?..." Tanya Fatir dengan rasa ingin tahu.


"Kak Fatir, jangan memberitahu ayah dan ibuku. Aku secara diam - diam melihat Film Pornografi melalui web kucing..." Jawab Yeni dengan malu.


Fatir segera memahaminya, Tentu saja web kucing sangat mudah di akses dengan modal kouta dan mengaktifkan VPN. Hanya saja dia menyayangkan tindakan menyimpan seperti ini.


"Kak Fatir, itu semakin besar, aku sudah memutuskan untuk membantumu dan tidak ingin berakhir setengah - setengah. Jadi mari kita lanjutkan sampai teman kamu tertidur..." Kata Yeni dengan kepercayaan diri di hatinya.


"Yakin kamu ingin melakukannya?..." Tanya Fatir dengan heran, dia takut jika akan mengambil keperawanan wanita muda di depannya.


"Ya, aku yakin..." Jawab Yeni.


Pada saat yang sama, Pak Jamono dan istrinya berada di kamarnya. Keduanya benar - benar kecolongan dengan tindakan putri mereka yang menyimpan.


"Aneh..."


"Aneh apanya Yah?..."


"Aneh saja karena Yeni cukup lama di kamar mandi. Ini tidak seperti Yeni yang biasanya..."


"Yah, namanya juga gadis muda, dia pasti mandi sambil basah - basahan..."


"Mungkin juga..."


"Fatir juga aneh. Mengapa dia tidur tanpa membuat suara sedikitpun? Dia juga tidak kunjung bangun..."


"Yah, namanya juga pria muda, dia pasti sedang mimpi basah..."


"Mungkin juga ya..."


Bersambung...