
Di dalam restoran nasi goreng ketagihan.
Manajer restoran sudah mengosongkan seluruh tempat, hanya untuk Fatir dan Nayla melakukan makan siang bersama.
Fatir benar - benar menjadi pendengar yang baik, terkadang dia ikut larut dalam cerita sedih Nayla, terkadang juga tertawa dan kadang akan memberikan beberapa nasihat.
Dengan begitu pemahaman Fatir dengan wanita yang sedikit lebih muda darinya menjadi lebih dalam.
Melalui cerita panjang Nayla. Membuat Fatir memiliki pemahaman tertentu sebagai seorang pendengar yang baik.
Nayla berasal dari kota surabaya. Dia bekerja sebagai staf karyawan di sebuah tempat makan tertentu, setelah lulus SMA.
Namun, satu tahun yang lalu, dia berduka karena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan.
Bukan, hanya meninggalkan rasa sedih di hatinya, namun juga meninggalkan hutang yang cukup besar. Bahkan dengan menjual aset keluarga tidak akan mencukupi hutang tersebut.
Kondisi terlilit hutang inilah yang membuat manatan pacarnya yang tidak lagi memberikan perhatian lebih. Nayla menyadari, pria manapun yang dekat dengannya akan menjauh jika dirinya memiliki hutang yang cukup besar.
Kebenaran bagaimana dia jatuh di sungai Ciliwung terungkap dengan sendirinya.
Nayla mulai menangis ketika dia mengakui jika dia mencoba untuk melakukan bunuh diri dengan melompat kedalam sungai Ciliwung.
Mengetahui hal ini, membuat Fatir hanya bisa menggeleng.
Sebagian orang yang putus asa akan berlari ke minuman dan terkadang melakukan pergaulan bebas hingga penggunaan narkoba, dan yang lebih buruk lagi melakukan bunuh diri.
Kini, Nayla mulai menyadari jika tindakannya salah. Kematian bukanlah solusi yang tepat. Kematian tenggelam benar - benar sangat menyakitkan.
Nayla benar - benar akan mengalami kematian, jika Fatir tidak datang tepat waktu. Untuk itu dia sangat bersyukur atas penyelamatan yang Fatir lakukan.
"Kak, Fatir maaf jika aku terlalu banyak bicara..." Kata Nayla dengan malu. Matanya yang terlihat besar dengan bulu mata yang indah mulai berkedip cepat.
"Bukan masalah..." Jawab Fatir dengan tersenyum.
Mengungkapkan semua masalah yang ada di hatinya, membuat Nayla merasa lega. Pria tampan di depannya benar - benar pendengar yang baik, bahkan mengetahui dimana harus diam dan memberikan arahan.
Sangat berbeda jika dibandingkan dengan mantan pacarnya. Yang mana akan mengeluh dan mengatakan jika Nayla terlalu banyak bicara ini dan itu.
Dalam hubungan, keterbukaan satu sama lain dalam setiap pasangan adalah keharusan. Jika tidak akan ada kesulitan memahami satu sama lain dengan pasangan mereka.
Berpikir tentang keterbukaan dalam berhubungan, membuat Fatir mengingat istrinya. Dirinya sekarang kaya raya tetapi dia berusaha mecoba untuk menyembunyikannya.
Mungkin jika ada kesempatan lain, Fatir harus mengungkapkan identitasnya sebagai pewaris Angkasa Grup.
Jika Maya menjadi marah dan mengatakan Fatir sebagai pembohong. Fatir siapa mengeluarkan Seratus juta hinga satu miliyar hanya untuk membayar denda kontrak pernikahan yang keduanya miliki.
"Kak Fatir... Kamu baik - baik saja?..." Kata - kata Nayla membangunkan Fatir dari linglung sejenak.
"Maaf, aku baru saja mengingat sesuatu, dan berkatmu aku menemukan jalan keluar untuk masalah yang aku miliki..." Jawab Fatir dengan tersenyum.
"Benarkah! Tapi aku tidak merasa memberikan bantuan apapun..." Kata Nayla dengan bingung.
Fatir mengulurkan tangan untuk menyentuh pundak Nayla yang kecil dan lembut. Kemudian berkata, "Jadilah wanita yang kuat, Dan jangan melakukan tindakan bodoh seperti sebelumnya lagi..."
"Aku mengerti..." Jawab Nayla dengan wajah semerah apel.
Hatinya sangat hangat, tindakan Fatir telah menenangkan kesedihan Nayla berulang kali.
"Karena kamu sudah membantuku, aku memiliki hadiah untukmu..." Sambil tersenyum, Fatir menyerah kartu ATM kepada Nayla.
Segera Nayla langsung terdiam, Dia tahu jika Fatir begitu baik, namun tidak menyangka jika akan memberikan dirinya sejumlah uang melalui kartu ATM.
"Kak Fatir, Aku tidak bisa mengambilnya. Orang tuaku mengatakan, jangan mengambil sesuatu yang bukan menjadi milikmu..." Kata Nayla.
Fatir terdiam, hari ini masih ada wanita yang menolak untuk dalam jumlah besar. Sungguh tak terduga, jika itu wanita lainnya, pasti akan menerima tanpa mengedipkan mata.
"Aku tahu, jika aku membutuhkan uang, namun aku masih bisa melakukan pekerjaan untuk membayar hutang..." Kali ini tatapan Nayla penuh dengan semangat, dia masih mudah dan memiliki waktu untuk mengejar karier.
Setidaknya, dia memiliki keyakinan dengan kemampuannya besar di hatinya.
"Hahaha... Bagaimana dengan ini, kamu tetap menerima uang dariku untuk membayar semua hutang - hutangmu. Sedangkan kamu bisa mengundurkan diri dari pekerjaan lamamu dan bisa bekerja di Angkasa Grup..." Jawab Fatir.
Nayla langsung terdiam membisu. Dia tenggelam dalam pikiran mendalam. Dia tahu jika mengandalkan pekerjaannya yang sekarang, tidak akan dapat membayar semua hutang miliknya.
Namun berbeda jika bekerja di perusahaan Angkasa Grup yang memiliki upah yang murah hati.
Melihat Nayla yang masih ragu - ragu, Fatir menambahkan. "Nayla, jangan menolaknya lagi, Itu akan menyakiti hatiku..."
"Aku... Aku akan menerimanya..." Nayla tersenyum. Dia merasa beruntung karena bertemu dengan Fatir.
"Di dalam kartu ATM ini, ada dua miliyar dan ini adalah paswordnya. Kamu tidak perlu mengembalikan sisanya..." Kata Fatir dengan tersenyum.
Diam!
Kali ini Nayla kesulitan berkata - kata. Dia tidak tahu lagi bagaimana mengungkapkan rasa terimakasih dihatinya. Saat ini dia menatap kartu ATM di depannya dengan hati - hati, seolah - olah kartu itu emas.
Sebelumnya, Fatir meminta Miranda untuk membuatkan beberapa kartu ATM dengan jumlah seratus juta hingga beberapa miliyar.
Karena harus melakukan kebaikan, tentunya memberikan sejumlah besar uang tidak boleh ketinggalan.
Siapa tahu jika di lampu merah ada pengamen jalanan, bukannya dia bisa memberikan kartu ATM tersebut dengan nyaman?
Berfikir jika tidak ada yang bisa Nayla berikan selain tubuhnya yang suci, segera dia bertanya, "Kak Fatir, apakah sudah punya pacar?..."
Nayla benar - benar malu, dia ingin menemukan lubang untuk dirinya bersembunyi.
"Punya Sedikit, aku juga memiliki istri sah..." Jawab Fatir dengan jujur.
Segera, Nayla langsung terdiam tanpa kata. Punya sedikit pacar dan istri pada saat bersamaan. Benar - benar playboy.
Jika Nayla mengetahui ayah Fatir memiliki sebelas istri dengan puluhan pacar yang tersebar di penjuru dunia. Dia akan pingsan di tempat.
Awalnya, Nayla ingin menyerah karena Fatir sudah beristri, tetapi mengetahui Fatir memiliki sedikit pacar, itu berarti masih ada kesempatan.
Fatir mengambil minuman yang ada di depannya sambil menyesapnya secara perlahan. Tetapi suara Nayla kembali terdengar.
"Apakah Kak Fatir masih membuka lowongan untuk pelakor?..." Tanya Nayla dengan sedikit ragu - ragu.
"Bruuuzzz..." Fatir menyemburkan minuman yang ada di mulutnya.
"Uhuk... Uhuk..." Dia juga terbatuk berbeda kali.
Kini giliran Fatir yang hampir pingsan di tempat. Sebelumnya dia sudah tahu dengan maksud Nayla dan berharap jika dia menyerah ketika Fatir mengatakan dirinya sudah beristri.
Namun, siapa sangka jika hasilnya seperti ini.
"Nayla, kamu masih muda dan harus memikirkannya kembali..." Kata Fatir dengan tegas.
"Aku tidak sebaik yang kamu pikirkan, masih banyak pria yang lebih baik dariku berada di luar sana..." Fatir menambahkan.
"Kak Fatir, Jika kamu bukan pria baik, maka tidak ada pria yang baik di dunia ini..." Kata Nayla dengan sungguh - sungguh.
Bersambung...