
Perbincangan mereka menarik perhatian beberapa karyawan lain, yang saat ini sedang menunggu kedatangan ketua baru di pintu utama perusahaan.
"Mengapa kamu masih berdiam diri saja! Cepat pergi. Jika tidak, Penjaga keamanan akan mengusirmu dengan paksa..." Kata Alex dengan tersenyum bahagia.
Akhirnya pembalasan terhadap Fatir berjalan lebih cepat dari seharusnya. Awalnya Alex ingin menemukan seseorang untuk melumpuhkan Fatir dan membuatnya menyesal dan lumpuh di atas ranjang rumah sakit untuk selamanya.
Sayangnya, Fatir datang menemukan dirinya lebih awal. Jika Alex tidak langsung memberikan pembalasan, dia akan menjadi pria buta.
"Sana pergi, dengar apa yang pacarku katakan..." Lilis semakin bahagia, dia melihat Fatir dengan menghina.
Para karyawan lainnya bertanya - tanya tentang apa yang terjadi, mereka semua menunggu ketua baru perusahaan datang. Tentu saja tidak ingin ada masalah yang terjadi.
"Apa yang terjadi?!..." Wakil manajer menghampiri ketiganya. Perkataan Alex sebelumnya, dapat di dengar oleh semua orang.
Tentunya Wakil Manajer ingin menghentikan sikap Alex yang begitu sombong. Dia tidak ingin terdapat kesalahan di saat Ketua baru akan segera datang.
"Oh, Wakil manajer, Dia adalah karyawan baru, tetapi aku tidak senang dengannya. Untuk itu aku ingin mengusirnya secepat mungkin..." Alex menjelaskan dengan lantang. Dia tidak menghormati Wakil manajer sama sekali. Karena keberadaan ayahnya adalah yang tertinggi di perusahaan.
"Tuan Alex tidak seharusnya seperti itu. Jika dia karyawan baru maka berikan dia kesempatan untuk memulai. Dan jangan gunakan alasan pribadi di dalam pekerjaan..." Kata Wakil manajer dengan kerutan di keningnya.
Tentunya dia sangat tidak suka dengan Alex, namun ayahnya adalah atasan langsung dirinya. Sekarang Alex mengintimidasi karyawan baru, sehingga Wakil manajer tidak peduli lagi.
Fatir yang terdiam, akhirnya menatap Wakil manajer. Pria paruh baya berkumis tipis ini membela dirinya yang tidak dia kenal. Tentunya Fatir secara langsung menyukai sikapnya sebagai seorang karyawan.
Tidak seperti Alex dan Lilis yang begitu sombong.
"Wakil manajer, mengapa kamu membelanya?!..." Kata Lilis dengan kesal.
"Wakil manajer, masalah ini bukan urusanmu. Ketahuilah, jika ayahku memiliki wewenang yang lebih tinggi darimu. Apakah kamu ingin membuat masalah untuk dirimu sendiri?!..." Alex berkata dengan bangga. Rasanya sangat nyaman jika mengandalkan orang tuanya untuk menyelesaikan setiap masalah.
"Sayang lebih baik cepat mengusirnya..." Lilis menambahkan.
Lilis menjalani kehidupan lebih baik dengan Alex tanpa adanya Fatir, dan sekarang Fatir akan melamar pekerjaan di perusahaan tempatnya bekerja, bagaimana Lilis bisa tinggal diam?!
"Pria ini, impoten apakah dia tidak malu! menjadi pria yang tidak berguna..." Lilis dengan tertawa menambahkan.
"Apa! Impoten..."
"Apa yang pria impoten lakukan di sini?..."
"Dia cukup tampan, sayang sekali dia tidak memiliki batang..."
"Bagaimana dia akan menyenangkan wanita jika batang miliknya tidak bisa berdiri?!..."
Perkataan Lilis seperti menambahkan minyak ke dalam api, sekarang semua karyawan perusahaan membicarakan Fatir sebagai pria impoten.
Fatir sangat tertekan saat melihat ke arah Lilis, dirinya sudah memberikan yang terbaik untuk tidak terpancing dengan perkataan mantan kekasihnya.
Sekarang melihat melihat Lilis menyebarkan tentang kondisi impoten lamanya. Itu membuat Fatir tidak tahan lagi untuk mengambil tindakan.
"Kamu pasti ingin mengejar Lilis lagikan! karena dia cantik, apa kamu tidak malu dasar pria impoten... " Alex menghina Fatir dengan lantang.
Fatir melihat keduanya dengan dingin. Dalam hatinya dia berkata, kalian berdua adalah karyawanku mengapa kamu menghina atasanmu? Baik, apakah kamu akan bisa tetap seperti ini setelah mengetahui jika aku atasan kalian?
"Ketua baru akan datang kenapa kalian sangat ribut di sini?..." Dari kejauhan pria gemuk berkata dengan marah.
Dia adalah Manajer umum sekaligus ayah dari Alex. Dia datang dari ruangan lain memarahi beberapa karyawan sepanjang jalan, kemudian tatapannya mendarat kearah Fatir.
"Pak Manajer..." Lilis menyapa dengan tersenyum seolah sedang bertemu dengan ayah mertuanya.
"Ayah, Dia pengejar Lilis, sekarang berniat melamar pekerjaan di perusahaan Angkasa Grup..." Alex berkata dengan kebencian.
Setelah mendengar penjelasan dari putranya, Manajer umum mengerutkan kening sambil melihat Fatir dari atas ke bawah. Jelas kesan pertama dirinya sangat biasa dan tidak ada yang spesial. Walaupun wajahnya yang tampan dan pakainya terlihat baik, tetap saja Fatir telah menyinggung putranya.
"Penjaga... penjaga..." Manajer umum memanggil penjaga yang ada di luar.
Dengan cepat penjaga keamanan tersebut langsung memahami situasi saat melihat Fatir. Tetapi dia langsung terdiam setelah mengingat jika Fatir adalah Ketua baru Angkasa Grup.
"Bawa dia pergi dari sini. Ketua baru perusahaan Angkasa Grup akan datang sebentar lagi, aku tidak ingin ada pengganggu..." Manajer umum berkata dengan kesal.
"..." Penjaga keamanan tidak mungkin mengusir Fatir, sehingga dia diam saja.
"Sialan, mengapa kamu diam dan tidak melakukan apa yang Ayahku katakan?!..." Kali ini Alex menambahkan.
Tetapi penjaga keamanan tetap diam menunggu perintah dari Fatir.
"Berhenti..." Dari luar pintu masuk perusahaan seorang wanita cantik berteriak.
"Selamat datang Sekertaris Mary, Seperti yang di perintahkan. Kami sedang menunggu Ketua baru perusahaan Angkasa grup datang, dan ada gangguan kecil..." Manajer umum menjelaskan.
"Apa kalian tau siapa orang yang kalian suruh pergi?..." Sekertaris Mary melihat semua karyawan dengan dingin terutama Manajer Umum.
Yang semua orang tahu, jika Fatir adalah karyawan baru dan impoten. Sehingga mereka semua bingung dengan sikap Sekertaris Mary.
"Dia adalah ketua baru yang sedang kalian semua tunggu..." Sekertaris Mary menambahkan.
"Maaf, Atas ketidaknyamanannya Ketua..." Sekertaris Mary meminta maaf.
Diam!... Semua karyawan tercengang dengan rahang jatuh ke lantai.
Mereka sedang menunggu ketua baru Angkasa grup datang! tetapi ketika ketua baru datang, Manajer umum dan putranya berniat mengusirnya.
Perkataan Sekertaris Mary seperti suara petir di siang bolong, semua karyawan tercengang dengan diam.
Penjaga keamanan tersenyum dengan tatapan menghina, kearah Alex dan ayahnya.
Untung dia tahu lebih awal, dan tidak seperti yang lainnya. Jika penjaga keamanan tidak tahu tentang Fatir sebagai ketua baru Angkasa grup. Dia akan berada di posisi mereka.
Alex memiliki kaki gemetar, dirinya berniat mengusir ketua baru perusahaan Angkasa Grup yang menjadi atasan tempat dirinya bekerja.
Untuk beberapa karyawan hanya bisa menyalahkan mulutnya sendiri karena rusak. jika mereka tau pemuda yang berdiri di pintu utama perusahaan adalah ketua baru yang mereka nantikan, mereka tidak akan mengejek dan menghina Ketua baru melainkan akan berlomba - lomba untuk menyenangkannya.
"Bukankah, Aku sudah mengatakan jika hari ini kita akan kedatangan ketua baru perusahaan Angkasa Grup?..." Sekertaris Mary berkata dengan dingin.
Baik itu karyawan lama, karyawan baru, wakil manajer, Lilis, Alex dan Ayahnya mereka semua menundukkan kepala.
Manajer umum yang sebelumnya menyuruh penjaga keamanan untuk mengusir Fatir. Sekarang Dia berkeringat dingin sambil melirik kearah putranya.
Putranya yang telah dirinya besarkan dengan sepenuh hati, membuat dirinya mengusir ketua baru perusahaan, bagaimana Dia tidak marah.
"Bukannya menyambut kedatangan ketua baru, kalian semua menyuruhnya pergi. Apakah kalian tidak ingin bekerja disini lagi?!..." Sekali lagi sekertaris Mary berkata dengan dingin.
Bersambung...