Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
Bab 85


Nita bangun lebih pagi dari biasanya. Niatnya pagi ini ia ingin menemui Ruby. Dia ingin mengatakan pada kekasihnya tersebut tentang pertikaian antara dirinya dan Aini.


Gadis cantik berhijab trendi ala anak muda masa kini pun keluar pagi-pagi buta. Ia sengaja melakukannya untuk menghindari Aini. Dia hanya takut seandainya nanti mereka akan kembali berdebat.


Perekaman tinggi semampai itu keluar dari kostnya sebelum azan subuh. Suasana kost masih sangat sepi. Tapi ternyata Ruby sudah menunggu gadis itu di depan gerbang.


"Yang, sebenarnya ada apa?", tanya Ruby setelah Nita menghambur ke pelukan kekasihnya tersebut.


"Kamu serius sama aku kan mas? Udah ngga ada rasa apapun sama Aini?", tanya Nita dalam pelukan Ruby. Tangan Ruby terulur mengusap kepala gadis itu.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Yang? Tentu saja mas serius dengan hubungan kita. Kamu masih belum yakin pada mas?"


"Tapi..."


"Apa ini cerita kalau kemarin aku menemuinya?", tanya Ruby. Nita pun mengangguk dalam pelukan Ruby.


"Sudah mau subuh, kita ke masjid saja ya. Habis itu kamu boleh cerita apa pun, mas bakal dengerin."


Nita pun setuju untuk ke masjid yang tak jauh dari kost Nita. Sesampainya di sana, mereka berkesempatan untuk sholat berjamaah.


Berhubung Nita masuk pagi, dia sudah memakai seragamnya di balik sweater kesayangannya.


"Cari sarapan dulu?", tanya Ruby yang melihat pergelangan tangannya.


"Bubur ayam aja mas!", pinta Nita.


Ruby pun menyetujuinya, mereka sarapan bersama.


Sambil makan, Nita pun menceritakan pertikaian antara dirinya dan Aini. Gadis itu terisak pelan saat bercerita jika Aini sangat marah padanya.


"Sudah, Aini hanya sedang emosi. Mas ngga akan maksa kamu lagi Yang, apalagi Aini! Ngga akan, sesiapnya kamu aja kapan, mas akan nunggu!"


"Makasih udah ngerti ya mas. Tapi...aku rasa ... sebaiknya kita memang mas!", kata Nita. Ruby sedikit terkejut lalu setelah itu dia tersenyum.


"Jangan memaksakan diri. Mas bersedia nunggu kamu Yang. Heum?", Ruby mengusap sudut bibir kekasihnya dengan jempolnya.


.


.


.


Aini menolehkan kepalanya ke ranjang Nita yang sudah rapi. Pintu kamar mandi masih terbuka. Itu artinya Nita tidak ada di kamar itu.


Mendadak Aini merasa cemas dan bersalah. Seharusnya ia tak boleh emosi seperti itu pada sahabatnya. Tapi ternyata....


Di tengah lamunan, Aini di kejutkan oleh kehadiran Ilma. Hantu gadis itu terlihat tak ada ramah-ramahnya sama sekali.


"Kalo Lo bisa ijin, hari ini Lo ijin aja Ai. Temenin kakak gue!", kata Ilma.


"Mas Ikbal kemana? Kenapa minta dia di temani?", tanya Aini.


"Ada acara sidak dan berencana akan menangkap Romi dan antek-anteknya."


"Benarkah? Lalu, mas Ikbal sama siapa?"


"Makanya gue bilang sama Lo Aini! Temenin dia."


''Tapi yang gue tahu, mas Ikbal masuk pagi."


"Iya, tapi dia mau ijin!", kata Ilma meyakinkan.


"oh, ya liat aja nanti gimana!", sahut Aini.


"Ngga usah sok jual mahal gitu ain, Abang gue beneran baik kok."


"Iya, gue percaya!", kata Aini tapi masih diam ditempat.


"Berhenti promosiin Abangmu Ilma!!"


Ilma terkekeh kecil. Lantas, dia langsung terbangun.


"Jadi kakak ipar beneran ya...??",ledek Ilma sebelum Aini menyadarinya.


Saat Aini memutar badannya ia cukup terkejut ternyata Ilma bukan satu-satunya yang mendengar obrolan itu. Ada makhluk menyeramkan yang berdiri di ambang pintu.


*******


Terimakasih 🙏🙏🙏


22.33