Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
Bab 59


Ilma menemani Ibas menuju ke rumah orang tuanya. Hari sudah hampir malam, beberapa lampu sudah terlihat di padamkan.


Tapi ternyata papanya sedang menghubungi seseorang di ruang tengah hingga tak menyadari kedatangan Ibas.


Tanpa sengaja ia mendengar obrolan Romi entah dengan siapa.


[Kenapa ngga langsung sikat aja tadi?]


Romi terdengar begitu kesal.


Sikat??? Monolog Ibas yang sebenarnya tak sengaja menguping obrolan papanya.


[Anak gue? Maksudnya?]


[.....]


[Kenapa bisa ada Ibas di sana?]


Ibas membelalakkan matanya, yang di bahas papanya itu siapa dan apa???


[.....]


[Brengsek!!!]


[.....]


[Berati Lo harus cari dukun yang lebih sakti lagi, Sutan!


[....]


[Heum! Mati terlalu singkat buat bocah itu. Kenapa ngga di bikin stres aja tuh anak? Minimal mau jadiin gue Presdir setelah itu bikin dia jadi budak ku]


Ibas menganga tak percaya jika papanya mengatakan demikian.


[.....]


[Selama kamu tidak mengatakan pada siapapun, semua aman.]


[.....]


Panggilan itu berakhir. Romi memasukkan hp nya ke dalam kantong piyamanya.


"Pa!", panggil Ibas yang tentu sangat mengejutkan Romi. Bagaimana jika sang putra mendengarkan obrolannya dengan Sutan?


"Papa ngga denger suara motor kamu, Bas?", tanya Romi basa basi. Ibas ingin melihat seperti apa reaksi papanya saat tahu jika ia membawa mobil Ikbal.


"Motor ku di tinggal di kafe tadi. Ini pulang pakai mobil Ikbal."


Romi menautkan alisnya. Apakah putranya sudah berdamai dengan Ikbal???


"Bagaimana bisa kamu bawa mobil Ikbal?", tanya Romi.


"Ikbal pingsan, aku antar ke rumah sakit Berhubung motor ku di kafe jadi Ikbal menyuruh ku membawa mobilnya."


"Owh...ya udah papa ke kamar dulu ya!", pamit Romi sambil menepuk bahu Ibas.


"Apa yang sudah kalian lakukan pada Ikbal?",tanya Ibas.


" bicara apa kamu Bas?"


"Aku dengar percakapan papa dengan om Sutan."


Romi menatap dalam pada putranya. Tapi dia berusaha untuk bersikap tenang.


"Heum! Apa yang kamu dengar Bas?"


"Rencana kalian!", jawabnya santai.


"Apa maksudnya!?", tanya Romi.


"Jangan berlaga sok baik kalo kamu tidak tahu apa-apa."


"Aku emang denger semuanya Pa! Jadi bagi, papa mau menyerahkan diri ke polisi?"


"Apa-apaan kamu Bas, jaga bicaramu!"


"Apa yang terjadi sebenarnya Pa?"


"Apanya yang apa?"


"Papanya Ikbal dan Ilma, lalu kejadian Ikbal tadi ada sangkut pautnya dengan papa?", cerca Ibas lagi.


"Bicara mu semakin ngawur saja Bas! Sudah, papa mau istirahat!",kata Romi meninggalkan anak kandungnya tersebut.


Karena Romi meninggalkan Ibas begitu saja tanpa jawaban dari sang papa, ia memilih memasuki kamar Ilma.


Di sana ia bisa merasakan kehadiran Ilma. Meski kenyataannya sebenarnya Ilma berada di sana bersama Ibas, tapi dia tak bisa melihat sosok gadis cantik itu lagi.


"Cantik! Apa benar papa terlibat semua ini?", tanya Ibas pada boneka kesayangan Ilma.


"Semua seperti sebuah mimpi. Aku bukan orang baik, tapi entah kenapa tak bisa berpikir jernih hingga aku merasa seolah...papa memang benar-benar terlibat di kasus pembunuhan kamu!"


"Sayang!", Ibas memeluk boneka kesayangan Ilma yang begitu wangi meski tak di lagi ada si pemiliknya.


"Mungkin sebaiknya aku menyelidiki semuanya. Bagaimana pun , aku tak bisa berdiam diri sedang Aini dan Ikbal saja berusaha mendapatkan informasi tentang kasus kamu, Ilma!", gumam Ibas.


Ilma hanya mampu memandangi mantan kekasihnya itu. Ia pun berharap jika Ibas akan melakukan hal yang sama seperti yang Aini dan Ikbal lakukan untuknya.


****


23.09


Terimakasih 🙏