
"Mau langsung lihat isi ponsel Ilma?", tanya Ikbal.
"Mas mau lihat bareng aku?", tanya Aini balik. Ikbal hanya mengangguk. Tapi ternyata mobil mengarah ke kosannya.
"Buka di kos kamu aja ya?!", kata Ikbal. Aini pun menyetujuinya.
Sesampainya di kostan, ternyata ada beberapa mobil polisi. Dan dari rumah induk, polisi menggelandang anak ibu kost yang menatap tajam pada Aini.
Entah kenapa?! Si ibu kost meraung-raung melihat anaknya yang di bawa paksa oleh polisi.
Suami dari ibu kost itu pun sepertinya merasa terpukul dengan kenyataan bahwa istrinya bermain api dengan anak kandungnya sendiri. Selain malu, lelaki tua itu tampak sangat kecewa.
Aini bisa menatap sorotan mata bapak kost yang kosong dan frustasi. Punggung bapak kost menjauh tapi Aini bisa melihat seperti ada suatu sosok hitam yang berada di belakangnya.
Tanpa mengalihkan perhatian pada bapak kost tiba-tiba mata Aini membulat lalu ia berteriak pada bapak kost yang sepertinya tak mendengar teriakannya.
"Bapak...awas! Minggir!", Aini mencoba berlari mendekat pada bapak kostnya. Tapi naas sebelum ia sampai ke jalan, tiba-tiba sebuah kendaraan besar menyambar bapak kost hingga tubuhnya terpelanting ke trotoar.
Ikbal menghampiri Aini yang terengah-engah saat akan memanggil bapak kost. Bapak kost itu di kerumuni oleh warga sekitar termasuk polisi yang ada di sana.
"Ai, tenang Ai?", Ikbal memegang kedua bahu Aini yang naik turun begitu cepat.
"Aku...aku udah berusaha mas mencegah bapak, tapi...tapi....!", Aini tergugu.
"Sudah, tidak apa-apa. Ini bukan salah kamu Ai. Mungkin takdir nya begitu Ai!", Ikbal meraih tubuh Aini untuk di dekap olehnya. Aini terisak di pelukan Ikbal.
"Tapi aku hanya ingin berusaha menyelamatkan bapak kost mas, tapi ...hiks hiks...!"
"Aini, tolong dengarkan baik-baik. Tidak ada yang bisa mencegahnya jika Dia sudah berkehendak Ai! Oke?", Ikbal menakupkan pipi Aini dengan kedua tangannya.
Aini mengangguk lemah. Jika tadi ibu kost histeris karena anaknya di bawa polisi sekarang tangisnya kian menjadi saat melihat suaminya menjadi korban kecelakaan di depan matanya sendiri.
"Ke kamar kamu saja ya, kamu butuh istirahat!", kata Ikbal. Aini pun mengangguk. Ikbal memapah Aini sampai ke kamarnya.
"Astaghfirullah?!", Aini spontan memeluk Ikbal lagi. Ikbal pun tak menolaknya. Sepertinya dia juga sudah mulai paham seperti apa yang Aini hadapi.
Kemampuan seperti ini bukan keinginan Aini. Tapi entah apa sebutannya! Anugrah atau kah malapetaka????
Tapi penampakan Risma kembali berubah menjadi sosok yang seperti saat dirinya masih hidup.
"Kamu melihat sesuatu?", tanya Ikbal pada Aini. Aini menoleh pada Ikbal yang berjarak begitu dekat dengannya. Lalu setelah itu, Aini mengangguk.
''Ilma?", tanya Ikbal. Aini menggeleng.
"Risma!", jawab Aini. Risma yang disebut namanya pun tersenyum. Ikbal hanya mengangguk pelan.
Takut? Ngga apa-apa kan takut? Ikbal juga manusia biasa yang tak terbiasa di hadapkan dengan hal semacam itu.
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih Aini. Terimakasih sudah membantu ku. Setidaknya setelah ini aku bisa pergi dengan tenang. Maaf sudah menyulitkan kamu Aini!", kata Risma meski mulut nya bungkam tapi suara itu bisa Aini dengar.
"Sama-sama Risma. Selama aku bisa membantu pasti akan aku lakukan." Setelah mengucapkan terimakasih dan berpamitan, Risma pun pergi begitu saja.
Ikbal yang masih bingung dengan Aini yang mungkin sedang berinteraksi dengan makhluk lain pun memilih diam.
"Mas!", panggil Aini.
"Heum?"
"Sampai kapan aku di pegang seperti ini?", tanya Aini. Spontan Ikbal melepaskan tangannya dari bahu Aini. Tapi Aini tidak marah, dia justru tersenyum.
"Jadi lihat isi ponsel Ilma???", tanya Aini.
Ikbal pun mengangguk. Dia membuka satu persatu isi dari ponsel tersebut. Mulai dari galerinya yang isinya sebagian besar adalah fotonya dengan Ibas yang terlihat mesra dan romantis khas remaja.
Sakit hati? Sedikit! Itu yang Aini rasakan. Tapi ya sudahlah.... toh pada akhirnya baik ilma atau Aini tetap lah masa lalu Ibas. Ada beberapa chat yang masih utuh tak terhapus. Tak ada yang mencurigakan sama sekali. Lalu bukti apa yang ada di ponsel Ilma sebenarnya????