Kau Tak Sendiri

Kau Tak Sendiri
Bab 101


"Lo nanya ke gue?", tanya Ahmad pada Ibas yang kini berhadapan dengannya.


"Iya, siapa lagi?", tanya Ibas. Ahmad melihat penampilan Ibas khas cowok bangun tidur. Tapi... terlihat sekali jika kondisinya tak begitu sehat.


"Lo ... kenal Nur Aini? Ikbal?", tanya Ibas lagi.


"Iya, gue kerja di rumah sakit yang sama. Kenapa? Lo siapa?"


"Gue Ibas!", Ibas mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ahmad. Untung Ahmad langsung menyambutnya.


"Ahmad!"


"Gue...mantan cowok Aini!", kata Ibas. Ahmad menautkan kedua alisnya menelisik tubuh Ibas. Wajah memang tampan, Ahmad akui itu meskipun dia seorang cowok. Tapi... dia tak percaya jika selera Aini, model cowok urakan seperti Ibas.


"Oh!", respon datar Ahmad.


"Lo bilang...Aini sama Ikbal nikah?", tanya Ibas.


"Heum, iya!"


"Kapan?"


"mungkin tiga Minggu lalu. Gue lupa tepatnya kapan."


Itu artinya...mereka menikah di saat kondisi Aini masih belum sadar dan disaat Ibas sedang menjalani pengobatan di rumah sakit


"Aini belum sadar tapi di nikahkan?",nada suara Ibas sedikit gusar. Ahmad sedikit memahami, mungkin karena Ibas adalah mantan Aini. Wajar saja dirinya merasa cemburu.


"Iya. Dari yang gue denger, itu juga keputusan yang ortu Aini ambil. Eh...sorry tapi...gue rasa, gue ga ada kewajiban buat ceritain ini semua ke Lo. Kalo gitu, gue masuk ya. Lain kali, kita boleh ngobrol lagi!", kata Ahmad yang sebenarnya kurang nyaman jika di tanya tentang Aini. Apalagi, meski Ibas mengaku dirinya mantan kekasih Aini tetap saja kan Ibas orang asing yang baru Ahmad kenal?


"Oh, oke! Gue di kamar 14", kata Ibas menunjukkan kamarnya yang bersebelahan dengan kamar dimana ditemukan korban tak bernyawa.


Disana juga masih ada beberapa petugas yang sedang melakukan otkp. Barangkali ada petunjuk yang akan mereka dapatkan. Sisanya...hanya petugas yang tahu prosedur nya apa saja, othornya ga tahu 🤭


Ahmad menoleh ke arah dimana Ibas menunjukkan kamarnya. Lagi, Ahmad melihat lelaki berwajah pucat itu menunduk. Mata Ahmad seolah tersihir untuk terus menatapnya hingga tiba-tiba lelaki itu menoleh pada Ahmad.


"Astaghfirullahaladzim!", pekik Ahmad yang terkejut. Ternyata yang dirinya lihat bukanlah manusia. Lelaki yang berwajah pucat itu mungkin saja arwah seseorang yang meninggal tadi. Tapi, Ahmad kan memang tak mengenalnya?


Nafas Ahmad memburu dan terdengar beberapa kali mengucapkan kalimat-kalimat suci. Ibas yang melihat kondisi Ahmad seperti itu saat melihat ke arah kamarnya pun, akhirnya turut menoleh.


Dan betapa terkejutnya Ibas, Juned menatapnya dengan senyuman yang menurutnya saat ini menakutkan.


"Nggak! Gue pasti halu!", Ibas geleng-geleng kepala.


"Lo, liat dia?", tanya Ahmad. Spontan Ibas mengalihkan perhatian pada Ahmad.


"Dia?", Ibas membeo.


"Gue pikir, dia penghuni kost ini sama seperti kita. Tapi..."


Ahmad berani mengatakan demikian saat arwah Juned sudah tidak ada di sana.


"Ngga. Ini ngga mungkin! Lo liat kan, ini masih pagi. Masih terang benderang kaya gini? Mana ada setan!", tolak Ibas.


"Mereka bukan setan!", kata Ahmad.


"Apa pun itu, tapi kalo sampai iya itu artinya dia tidak tahu waktu!", kata Ibas ketus.


"Mungkin ntar malem dia mau nyapa Lo, lagi!", kata Ahmad membuka handel pintu kamarnya. Ibas tak ingin down karena Ahmad baru saja menakut-nakuti dirinya dengan hal itu. Toh, selama ini meski bersebelahan dengan makam, Ibas tak pernah melihat hal yang aneh-aneh. Baru tadi saja!


Meninggalkan Ibas yang sibuk dengan pemikirannya, Ahmad memilih untuk membereskan kamar barunya. Beruntung fasilitas sudah memadai karena ibu kost bilang, dirinya hanya tinggal masuk bawa badan.


Setelah membersihkan diri, Ahmad merebahkan tubuhnya di kasur busa yang tergeletak di lantai. Tapi memang seperti itu ciri khas kos-kosan kan???


Ahmad mengetik pesan untuk Aini. Dia berharap bisa bertemu dengan gadis yang ia taksir dulu. Sayangnya sekarang Ahmad sudah tidak bisa mengharapkan Aini lagi.


Sayangnya ponsel Aini dalam kondisi off. Mungkin lain kali, Ikbal ke rumah sakit. Ahmad akan menanyakan kabar Aini pada suaminya.


*


12.36


Terimakasih 🙏