
Aini terengah-engah berlari menyusuri jalanan setapak yang sepi. Sosok yang tadi ada di mimpinya kembali hadir dan mengejarnya.
Tapi karena lelah, akhirnya Aini puj terjatuh terjerembab di gundukan tanah yang sepertinya sudah sangat lama. Di sisi gundukan itu, ada batu-batu yang mengelilingi sekitarnya. Batu berlumut dan banyak daun-daun berserakan di atasnya yang mulai lapuk.
"Hah....hah...hah... astaghfirullah! Di mana ini ya Allah! Kenapa aku mimpi seperti ini lagi? Bangunkan aku ya Allah! Astaghfirullahaladzim!", Aini masih saja terengah-engah hingga sosok yang mengejarnya berada di hadapannya.
Jika Aini merasa begitu lelah, tidak dengan sosok itu yang terlihat tenang.
Aini meneguk salivanya dengan kasar. Berusaha mengumpulkan tenaga untuk sekedar bertanya pada sosok lelaki itu.
"Kamu siapa? Kenapa mengganggu ku? Aku tidak pernah mengganggu siapapun! Tolong, pergi lah!", kata Aini dengan suara bergetar.
"Tuan ku menginginkan mu!", katanya dengan ekspresi datarnya.
"Menginginkan apa?"
"Dia ingin kamu menjadi ratu di kami!", jawabnya.
"Ratu?", tanya Aini.
"Iya!"
Aini menggeleng pelan tak percaya ucapan sosok lelaki yang memakai kain batik sebagai penutup anggota bawahnya. Sedang atas nya bertelanjang dada. Dia sama seperti manusia pada umumnya, hanya saja tampilannya seperti orang jaman dahulu.
"Tidak! Aku manusia dan kalian....kalian bukan manusia kan? Tolong, jangan ganggu aku!"
"Kami punya banyak budak dari jenis kalian! Dan sekarang tuan kami sangat menginginkan mu menjadi ratu di kerajaan kami!", jawab lelaki itu.
"Kerajaan apa? Astaghfirullahaladzim! Mimpi macam apa ini???", monolog Aini.
"Kerajaan Jayamaratusaka!", jawab lelaki itu.
Baru denger nama kerajaan begitu??? Gumam Aini. Tapi dengan segera ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia tak mau ambil pusing, yang dia inginkan hanya segera bangun dari mimpi buruk itu.
"Raja Dwipakayana menginginkan mu menjadi ratu di kerajaan kami. Menurut lah, dan kamu akan selamat!", katanya.
"Astaghfirullahaladzim!", mental Aini sudah mulai kuat. Dia menghadapi sesuatu yang tidak sembarangan.
"Ikut lah dengan ku baik-baik!", paksanya.
"Ngga. Aku manusia, sedang kamu entah apa! Aku punya Allah yang akan selalu melindungi ku."
Aini mulai merapalkan doa dalam hatinya. Ia yakin jika Allah akan menyelamatkan diri nya dari makhluk yang tak jelas dan kerajaan asing apa yang bahkan dia tak pernah mendengarnya sama sekali.
Lamat-lamat ia mendengar suara yang memanggil namanya. Bukan hanya satu, tapi beberapa orang dengan suara yang cukup dia kenal.
"Aini! Lo harus berusaha keluar dari tempat itu Ai! Gue ngga bisa bantu Lo kalo Lo sendiri ngga berusaha keluar Ai!", kata Ilma.
"Ilma?", tanya Aini yang tak melihat sosok Ilma di sekitarnya. Lalu ia melanjutkan doa yang dia hafal. Sosok yang tadi ada di hadapannya pun perlahan menjauh.
"Ai, bangun Ai! Lo kenapa sih? Jangan bikin gue cemas mulu dong Ain. Ayo buka mata Lo, Aini! Hiks...hiks....!", suara Nita mencoba membujuk Aini.
Dan ternyata sosok yang menakutkan tadi sudah berada di hadapannya. Aini cukup terkejut dan memundurkan tubuhnya menjauh dari sosok itu dengan perlahan.
Tapi ternyata sosok menyeramkan itu tiba-tiba berubah menjadi sosok tampan yang rupawan. Mata Aini mengerjap pelan. Memastikan sosok yang ada di depannya.
"Mas Ikbal?", tanya Aini. Lelaki itu mengangguk pelan sambil tersenyum.
Aini sempat percaya jika yang ada di hadapannya adalah Ikbal tapi saat ia mendengar suara laki-laki yang sudah menggetarkan hatinya, ia sada jika sosok yang ada di hadapannya bukan lah Ikbal.
"Ai! Kamu dengar aku kan? Bangun! Jangan tinggalin aku Ai! Aku cinta sama kamu Ai! Tolong bangun!", kata Ikbal. Mata Aini mengerjap hingga akhirnya ia sadar betul jika sosok tampan yang mirip Ikbal kembali menjadi sosok menyeramkan.
Wajah tampan tadi kini sungguh membuat Aini ketakutan.
"bismillahirrahmanirrahim allahulailahailla huwal....", dan seterusnya Aini rapalkan berulang hingga sosok menyeramkan itu menjauh darinya.
Aini mengucapkan hamdalah dan tiba-tiba saja dirinya terbangun dengan nafas yang memburu.
"Hah-hah-hah!", Aini terengah-engah seolah baru selesai lari maraton. Tapi saat ia membuka matanya, ia berada di sebuah ruangan yang sangat tak ia sukai, rumah sakit!
Ikbal langsung menghampiri Aini dan menghujani wajah Aini dengan ciuman yang membuat Nita serta Ruby meringis dan Nita memilih menenggelamkan wajahnya di dada Ruby.
Aini cukup terkejut dengan ulah Ikbal tapi juga tak mampu mencegahnya karena kesadarannya belum penuh.
"Main nyosor aja tuh Abang gue!", kata Ilma yang berdiri di samping Aini masih dengan seragam SMA nya, sama seperti saat dirinya meninggal.
"Ai? Alhamdulillah! Akhirnya kamu bangun juga! Kami cemas sama kamu Ai. Apa yang kamu rasain heum?", Ikbal menakupkan kedua tangannya di pipi Aini.
"Haus mas!", kata Aini jujur. Dan jawabannya membuat tiga orang dewasa di sana merasa lega. Aini baik-baik saja.
Ikbal memberikan minuman mineral pada Aini. Gadis itu pun meminum banyak hingga rasa hausnya hilang.
"Cukup mas!", kata Aini. Ikbal pun mengambil botol minum tersebut.
"Kenapa aku di sini mas? Semalam aku masih di kosan."
Ikbal serta dua sahabat Aini saling melempar pandangan. Lelaki yang menyandang gelar dokter itu menggenggam tangan Aini.
"Kamu pingsan selama dua hari Ai. Bagaimana bisa semalam kamu di kosan?", kata Ikbal.
"Hah??? Dua hari?", Aini terkejut. Bukanya dia hanya berlari dari sosok menyeramkan yang katanya ingin memilikinya???
"Heum. Nita membawa kamu dua hari lalu. Kamu tidak bisa di bangunkan. Dan setelah di periksa, kamu tidak mengalami hal yang berkaitan dengan kesehatan kamu. Jadi, kami bisa memberikan infus untuk mengganti cairan tubuh kamu yang tidak terisi makanan selama dua hari'', jelas Ikbal.
Aini masih tak percaya, tapi...mana mungkin Ikbal bohong kan??
*****
20.09
Terimakasih 🙏