Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Jadi...


Anisa masih di mansion Bunda. Kini ia tengah menyusul Bunda di dapur.


"Anisa lama ya Bun, maaf yaa". Ujar Anisa, kemudian menghampiri Bunda yang sedang mencuci beras.


"Nggak kok. Bunda barusan kesini". Jawab Bunda.


"Kita mau masak apa Bun?". Tanya Anisa.


"Kamu coba cek sayuran atau kalau gak bahan masak di kulkas deh. Bunda ngikut kamu aja mau masak apa. Ayahkan suka sama masakan kamu". Ujar Bunda.


"Ah Bunda berlebihan". Jawab Anisa. Bunda membalas dengan senyuman.


"Emm, enaknya kita masak apa ya Bun? Anisa bingung". Sambungnya.


"Kamu bisa bikin pizza?". Tanya Bunda.


"Bisa Bun, dikit-dikit". Jawabnya.


"Kita bikin itu aja, Ayah kemarin sempat bilang sama Bunda suruh biatin, tapi belum Bunda buatin, hehehe". Ujar Bunda.


"Oke bun, kita buat itu ajah. Nanti Anisa coba buat cemilan pendampingnya". Jawab Anisa. Mereka mulai mengeluarkan jurusnya. Mereka bergelut selama kurang lebih 2 jam di dapur . Ntah kenapa lama sekali. Asisten rumah tangga mansion ini tidak membantu mereka memasak, sebab Bunda menolak. Tak heran jika menghabiskan waktu lama.


"Huufft, akhirnya jadi juga. Bunda panas lagi. Pengen mandi". Ujar Bunda.


"Iya Bun, Anisa juga". Jawab Anisa.


"Bunda penasaran sama risol kamu itu. Itu sih risol luar negri". Ujar Bunda


"Hahaha, Anisa aja gak tahu namanya". Celetuk Anisa.


"Kita mandi dulu aja, habis itu nunggu Ayah sama Farhan di mushola buat sholat maghrib. Bentar lagi juga pulang". Ujar Bunda.


"Anisa ganti baju lagi?". Lirih Anisa bertanya.


"Iyaa dong sayaang. Gak papa, kamu bebas pakai baju Husna yang mana aja. Gak usah sungkan. Ya udah, bunda ke kamar dulu". Bunda meninggalkan Anisa mematung di dapur.


"Belum ada sehari disini udah ngasih baju cucian banyak banget". Gumam Anisa melangkah menuju kamar Husna.


*Farhan POV


Alhamdulillah, akhirnya pulang juga. Lelah sekali rasanya. Eh! Tunggu. Ini bau apa, sepertinya sangat menggiurkan.


Ku berjalan ke arah ruang makan. Demi apa! Makanan ini siapa yang ngasih? Pengen banget nyicipin.


"Ngapain kak?". Tanya Bunda tiba-tiba.


"Tumben bunda beli pizza ditaruh piring, biasanya kan tetep dibungkusnya aja". Ledekku. Sebenarnya aku tahu jika itu buatan sendiri. Lagian Ayah kemarin sempat bilang jika ingin makan pizza buatan sendiri.


"Ngawur. Itu bikin sendiri tau. Udah sana mandi, siap-siap sholat maghrib". Jawab Bunda.


"Calon istri Farhan udah pulang?". Tanyaku dengan bangga.


"Helleh. Kalau ada orangnya aja sok sokan jual mahal. Kalau gini, bangga punya calon istri cantik. Dia di kamar adik kamu". Jawab Bunda.


Aku kabur dari hadapan Bunda, dan berhenti di depan kamar Husna. Ingin rasanya mengetok pintu ini. Apa kabar sayang? Mas pulang. Hahaha. Halu saja dulu.


CKLEK!


Gawat pintunya tiba-tiba kebuka. Kenapa kakiku? Kenapa tidak mau diajak kabur? Ah sial!


"Ada apa mas?". Tanya Anisa heran. Mungkin ia bingung kenapa aku diam membisu disini.


"Eh! Emm, ngapain yaa". Haduh. Jawaban macam apa ini. Haiish! Mulutku tak bisa diajak kompromi.


"In.inni. mau ke kamar kok. Permisi". Jawabku. Aku kabur dari hadapannya.


Dibalik pintu aku mengatur nafasku. Ngos ngosan rasanya. Gimana nanti kalau sekamar? Jantungku semoga kuat.


Mikir apa kamuu Haaan. Ya Allaaah. Lebih baik aku segera bersih-bersih. Sebentar lagi maghrib.


"Farhan! Ayo buruan azan, kamu itu lama banget ditungguin".


Ah! Ayah ini. Mengganggu lamunan indahku saja. Tapi tak mungkin aku membantah Ayah. Hahaha,insyaallah, aku tak pernah sekalipun menolak permintaan Ayah. Bahkan soal perjodohan ini. Mana mungkin aku bisa menolak? Sedangkan calon istriku sesempurna ini. Aku begitu bersyukur padamu ya Allah.


...----------------...


*Ruang Makan Masih POV Farhan



"Waaah. Makanannya luar biasa. Sebaiknya kalian berdua daftar mastercheff deh". Ujar Ayah yang telah mencicipi makanan yang telah dibuat Bunda dan Anisa.


"Males ke Jakarta, macet. Di Jombang aja macet, pasti di Jakarta macetnya lebih parah". Jawab Bunda.


Aku yaqin khaqul yaqin. Kalau sudah menikah dengan sayangku cuby bakalan gagal diet. Mana sanggup aku membiarkan makanan buatannya tersisa. Apa lagi kalau dipasangkan dengan Bunda. Ouuhhh, pasangan serasi itu mah.


"Kamu gak ada komentar Kak?". Tanya Bunda.


"Gak ada Bun, perfect". Jawabku singkat, padat, jelas, memuaskan.


Kami telah menyelesaikan makan malam. Kami melaksanakan sholat isya. Setelah itu Anisa berpamitan dengan Bunda dan Ayah. Sedangkan aku sudah menunggunya di ruang tamu.


"Ayo mas". Ajaknya.


Aku mengikutinya. Membukakan pintu sebelum ia membuka sendiri. Duuuh! Tiap kali ia tersenyum, hatiku meleleh. Aku bergegas mengemudikan mobil meninggalkan mansion.


"Mau mampir ke kedai es krim dulu?". Tanyaku. Aku ingin menggoda sekaligus mengujinya. Apakah masih sanggup menampung es krim setelah makan malam.


"Gak usah ngledek mas. Aku sanggup kok makan es krim lagi. Tapi aku jaga emage sama kamu. Besok aja aku tagih". Jawabnya. Tak sanggup aku menahan tawa.


"Jenius sekali ternyata. Bisa membaca pikiran. Syukurlah, uangku tak berkurang ma'am ini". Ledekku.


"Lihat saja besok. Siap-siap stock yang banyak". Jawabnya.


"Nah. Sudah sampai". Ujarku.


"Mampir dulu mas?". Tanyanya.


"Gak usah, udah malam. Gak enak sama tetangga. Salam buat Abi dan Umi ya". Jawabku.


"Buat kakak ipar gak nih?". Faisal tiba-tiba muncul.


"Salam hormat kakak, saya pamit dulu. Assalamu'alaikum". Pamitku. Kulihat Anisa tertawa mendengar candaanku dengan Faisal. Aku meninggalkan rumah calon mertuaku.


......................


Author Pov


Anisa memasuki rumahnya dengan sang kakak. Tak henti-hentinya Ical meledek Anisa yang seharian bersama Farhan.


"Kemana aja neng sama calon mertua?". Ledek Abi.


"Ah! Abi mah sama aja sama Kak Ical. Umiii, Abi sama Kak Ical nakal tuh". Adu Anisa pada Umi dan mendusel disamping Umi.


"Udah lah Bi, Kakak, Anisa capek juga". Bela Umi.


Mereka bercerita mengenai kejadian hari ini. Hingga malam semakin larut. Akhirnya kembali ke kamar masing-masing.


Bersambung.....


PENGUMUMAN:


***Mohon maaf para pembaca, kemarin hari selama 4 hari lhu-lhu sedang ada acara yang mengharuskan untuk tidak membawa gawai. Jadi belum bisa up.


Untuk hari ini juga masih mengumpulkan tenaga untuk crazy up....


Lhu-lhu benar-benar minta maaf***....