
"Beneran! Masyaallah.... Barokallahulakum Anisa sayaang," Ujar Wardah dengan semangatnya.
"Doakan ya Say," Pinta Anisa.
" Pasti dong, aku selalu doain kamu insyaallah," Jawab Wardah.
"Udah dulu ya Nis, aku mau ke ndalem nyiapin makan malam, udah dipanggil anak-anak... Padahal masih pengen ngomong sama kamu. Huhuhu, Assalamu'alaikum," Pamit Wardah menutup teleponnya.
" Gak papa, nanti kita ngibrol lagi. Wa'alaikumussalam," Jawab Anisa.
Sayang sekali hanya singkat perbincangan mereka. Coba saja tempat tinggal mereka berdekatan, pasti akan sangat seru. Bisa temu kangen setiap saat jika ingin. Wardah memang super sibuk saat sudah di pesantren. Sudah biasa Anisa ditinggalkan Wardah mengurusi ndalem.
"Cepet banget nelponnya?" Tanya Farhan yang tengah bergelut dengan laptopnya.
"Biasalah, mau ke ndalem," Jawab Anisa dengan lesu.
Anisa memilih untuk menyalakan televisi. Menghilangkan kejenuhannya. Hendak ikut menyiapkan makan malam pun tidak diperbolehkan oleh ibu-ibu. Farhan yang melihat Anisa bosan pun menghampirinya.
"Mas tadi habis download film komedi baru. Kita nonton yuk!" Ajak Farhan. Tanpa menunggu persetujuan sang empu, Farhan sudah menyambungkan flashdisk-nya ke layar di hadapan mereka.
Anisa yang mulanya ogah-ogahan berangsur mulai menikmati. Tertawa terpingkal-pingkal dengan Farhan. Anisa memang belum di perbolehkan keluar kamar, harus istirahat total sampai esok.
.
.
.
Cklek!
Anisa tampak memilah-milah baju mana yang hendak dikenakan sang suami. Sedangkan Farhan duduk dengan santainya di sebuah sofa yang sudah tersedia di walk in closet. Pilihan Anisa jatuh pada kaos hitam polos dengan celana berwarna cream. Mereka hanya di rumah. Tak apalah kalau hanya memakai itu. Mengenakan itu di luar pun tak masalah. Asalkan bukan Anisa. Hehehe.
EH! ADA ABANG BAJU HITAM BUAT HATI TERPANA! eeaaakkkk!!!
Sedangkan Anisa memilih untuk mengenakan dress orange bermotif flower. Simpel tapi begitu pas untuk dikenakannya. Orang cantik ma pakai apa aja cocok dah... -_-
Mumpung masih sore, Farhan mengajak Anisa jalan-jalan sebentar di sekitar mansion. Pada dasarnya, mansion Ayah terletak di kawasan perumahan. Jadi, keluar dari gerbang, kita dapat melihat perumahan yang berjejer rapi nan megah. Karena memang ini kawasan elit.
Meskipun kawasan elit, perumahan ini bersebrangan dan bersebelahan dengan perumahan masyarakat desa setempat. Tak jarang masih menemukan pesawahan dan perkebunan disini. Meskipun hanya sedikit. Bahkan di taman belakang yang luas itu, jika dibuka gerbangnya, kita dapat menikmati wisata persawahan secara langsung.
"Neng Anisa udah hamil ya? Selamat ya Neng, semoga diberi kelancaran," Ujar salah satu tetangga. Ntahlah! Berita ini sudah tersebar saja.
"Alhamdulillah, terima kasih bu," Jawab Anisa ramah.
"Jangan ditinggal kerja terus istrinya Mas Farhan," Ujar Ibu itu.
"Hehehe, siap bu," Jawab Farhan.
Suasana sore disini memang sangat ramai. Apalagi di dekat sana, ada taman. Penghuni perumahan sering kali menghabiskan waktu sore di sana.
Anisa masih setia merangkul lengan Farhan dengan berjalan-jalan menikmati jalanan yang cukup ramai. Seolah seperti di car free day. Jika weekends, kawasan ini akan semakin ramai dengan adanya pedagang kaki lima yang mangkal disini. Karena memang ada car free day. Orang-orang berbondong-bondong olah raga bersama keluarganya atau sekedar berburu kuliner saja. Anisa dan Farhan memang belum pernah sekalipun mengikuti hal itu. Karena menghabiskan waktu di rumah saja sudah sangat mengasyikkan.
Bersambung....