Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Bus atau Hotel?


Barang bawaan telah tertata rapi di bagasi mobil Farhan. Begitu pula dengan barang bawaan Cak Ibil dan Wardah. Sedangkan sang pemilik barang tengah menyantap makan pagi atau sarapan mereka.


“Enak-kan Mas?” Tanya Anisa pada Farhan.


“Iya, kapan sih masakan kamu gak enak. Aku gak gemuk aja udah alhamdulillah,” Jawab Farhan.


“Tapi yang masak bukan adek Mas,” Ujar Anisa.


“Yang masak Wardah,” Bisiknya, tapi masih dapat di dengar yang lain.


“Iya? Waah, pasti cak Ibil hobby makan kayak saya ya? Hahaha,” Celetuk Farhan.


“Hahaha, begitulah Han,” Ujar Cak Ibil.


“Semenjak menikah, Farhan jarang makan di luar sekarang. Makan keluar pun kalau Anisa yang ngajak, hehehe” Ujar Bunda.


“Anisa bisa masak itu karena dulu di pesantren diajari Wardah, kalau gak ketemu gak mungin bisa masak,” Sanggah Umi.


“Iya, Wardah emang the best dah!” Ujar Anisa.


Acara makan pagi atau sarapan kali ini terlihat begitu riuh! Bukan sarapan, lebih tepat sahur subuh. Hahaha


Seluruh keluarga mengantarkan mereka yang hendak refresing ziarah. Bukan ke Universitas, hanya di halaman rumah saja. Hahaha.


Kecuali Bunda dan Ayah, tentu saja mereka ikut ke kampus. Kali ini yang mengemudikan mobil Cak Ibil, dengan Wardah disisi kemudinya.


Jalanan kota Jombang kali ini sangat-sangat lenggang. Tentu saja lenggang, setelah sholat subuh mereka langsung berangkat. Tentu saja pengguna jalanan masih enggan untuk bermunculan.


Suasana subuh memang sangat menenangkan. Suasana subuh memang terkenal adem, ayem, tentram. Pancaran bintang-bintang d atas langit menemani perjalanan mereka.


Sesampainya di kampus, para peserta ziarah ternyata sudah terkumpul. Peserta ziarah merupakan para mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum terbatas.


Awalnya Farhan dan Anisa akan ikut pada rombongan yang lain dan membiarkan pengantin baru berdua saja. Hehehe, tapi sayang sekali tak berhasil. Mereka berdua tak mau. Alasannya sungkan, mereka mau jika Anisa dan Farhan juga ikut dengan mereka.


Okelah kalau begitu, dari pada tidak jadi, lebih baik Anisa dan Farhan menuruti. Desain mobil yang dikenakan sungguh sangat luar biasa. Farhan telah mendesain bus pengantin baru itu sebagus mungkin. Dengan sebuah kasur tidur disana. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Apa yang tidak bisa oleh seorang Farhan?


Mau tak mau pula, Farhan harus menambah tempat tidur untuknya dan Anisa. Mana munkin ia dan Anisa menonton keuwuan pengantin baru dengan duduk di kursi seperti penumpang pada umumnya. Kan gak lucu.


Farhan dan Anisa ingin, perjalanan ziarah ini tak meelahkan mereka. Itulah sebabnya ia mendesain bus sedemikian rupa. Seperti ala-ala bulan madu begituuuu! Selain bersenang-senang bersama pasangan alias bulan madu, ada plusnya! Sekalian ziarah meminta ridho para Ulama’ yang dikunjungi.


Bukan musyrik ya! Mereka berdoa untuk para Ulama’ agar mendapat barokahnya. Lalu kenapa bulan madu? Farhan telah mengatur perjalanan ini dengan rute yang sempurna. Ia menyelipkan tempat-tempat wisata disela-sela perjalanan ziarah. Ide yang briliian.


Sebelum benar-benar berangkat, Ayah dan Farhan selaku pimpinan Universitas harus memberikan kata-kata sambutan terlebih dahulu. Barulah pemberangkatan dilaksanakan. Ziarah kali ini dipimpin oleh dosen Fakultas Agama Islam.


Memasuki bus yang telah dimodif sedemikian rupa bak rumah berjalan, Farhan duduk di kursi yang juga tersedia di belakang supir. Ada empat kursi di sana, untuk empat penumpang itu. Bahkan kursi itu bisa diguakan untuk selojoran.


Kalian bayangkan sendiri gimana desain bus itu. Lhu-Lhu sampai bingung bikin deskripsinya, ngayalnya terlalu tinggi. gak papa lah ya! Itukan hak pribadi penuis. Wkwkwk...


Anisa dan Wardah tengah merapika barang bawaannya. Jadi begini gaess, bayangin ajah busnya itu seperti gambar dibawah ini.


Dua kamar yang seperti ini. Tentu saja dengan sekatan/pembatas yaa. Gak mungkin dong mereka tidur saling lihat. Wkwkwk.



Kemudian, ini look dari depan atau tepat di belakang supir.



Ntah dari mana Farhan mendapatkan mobil rumah ini. Nanti lah Anisa Lhu-Lhu suruh tanya kepada suaminya!


Bersambung....