
Hari ini Farhan menepati janjinya. Ia tengah bersiap untuk mengantarkan Anisa membeli perlengkapan untuk ke Jakarta.
"Bun, Farhan pamit dulu". Pamit Farhan pada Bunda yang tengah menonton tv. Bunda sudah pulang sejak beberapa jam yang lalu dari liburannya.
"Iyaa, hati-hati bawa anak gadis orang". Jawab Bunda.
"Iyaa Bun, kapan sih Farhan ugal-ugalan? Ya udah Bun, Assalamu'alaikum". Ujar Farhan.
"Wa'alaikumussalam". Jawab Bunda.
*Kediaman Anisa
"Assalamu'alaikum mang". Sapa Farhan pada Mang Darma penjaga gerbang.
"Wa'alaikumussalam mas Farhan, monggo masuk". Jawab mang Darma mempersilahkan Farhan masuk.
Farhan memasuki pekarangan rumah Anisa. Ternyata Anisa sudah menunggunya di ayunan samping rumahnya.
"Assalamu'alaikum". Sapa Farhan pada Anisa.
"Wa'alaikumussalam, mau langsung berangkat mas?". Tanya Anisa.
"Saya izin sama orang tua kamu dulu dong". Jawab Farhan.
Anisa cengengesan dan mengikuti Farhan memasuki rumah.
"Assalamu'alaikum Umi, Abi". Sapa Farhan pada orang tua Anisa yang tengah duduk di ruang tamu.
"Wa'alaikumussalam, Anisa sudah nunggu kamu dari tadi lho Han". Jawab Abi.
"Abiii". Rengek Anisa.
"Ya sudah sana berangkat. Nanti kalian kejebak macet lagi". Ujar Umi.
Anisa mengangguk dan menyalami Abi dan Umi diikuti Farhan.
Anisa dan Farhan memasuki mobil dan berlalu.
"Pamit mang". Ujar Anisa sebelum benar-benar pergi.
"Siap neng". Jawab Mang Darma.
Alhamdulillah perjalanan kali ini tak macet padat. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di pusat perbelanjaan.
Kini mereka telah berada di lantai utama mall Jombang.
"Gak usah beli baju. Baju kamu kan udah banyak". Ujar Farhan.
"Yeee, itu masuk kebutuhan maas". Jawab Anisa.
"Kamu mau beli baju?". Tanya Farhan.
"Iya laah". Jawab Anisa.
"Jangaan, nanti mubazir". Ujar Farhan.
"Bukan buat aku mas. Tapi buat para mahasiswi. Mereka belum tentu tahu Kebiasaan masyarakat Indonesia. Jaga-jaga, takutnya mereka bawanya baju yang kurang bahan. Budaya negara mereka kan gak sama dengan Indonesia". Jelas Anisa.
"Astaghfirullaaah, kok saya gak kepikiran hal itu ya". Jawab Farhan.
Akhirnya mereka melangkah ketempat baju-baju. Anisa memilih beberapa baju yang dibutuhkan.
"Kamu tahu ukuran badan mereka?". Tanya Anisa.
"Tahu, kemarin kan ada foto dari masing-masing mahasiswa". Jawab Anisa.
"Oke! Saya akui kamu benar-benar jenius". Celetuk Farhan. Dibalas tawa renyah dari Anisa.
Setelah selesai urusan pakaian, mereka beralih ketempat makanan. Sesuai pesan dari pak Anam dan bu Reza (partner dosen BIPA).
Mereka memilih makanan ringan untuk teman selama diperjalanan dan dihotel. Sebenarnya semua itu tak perlu, sebab seluruh kebutuhan pangan sudah disediakan. Berhubung pak Anam memaksa, jadi apa boleh buat.
Seperti biasa, Farhan bertugas mendorong roli. Anisa memilih makanan ringan dan perlengkapan yang dibutuhkan lainnya seperti alat mandi dan lainnya.
"Sepertinya sudah deh mas". Ujar Anisa.
"Iya udah. Udah berat nih". Ujar Farhan. Anisa terkekeh melihat troli yang sudah penuh.
"Memangnya semua ini mau dibawa ke Jakarta semua?". Tanya Farhan.
"Kan yang megang catatan rapat kemarin kamu. Saya kira gak sebanyak ini barangnya. Makanya saya ajak kamu belanja". Jawab Farhan. Anisa memutar bola matanya jengah.
Mereka menuju kasir untuk membayar barang dan meminta bantuan untuk mengantarkan barang ke bagasi mobil.
"Kita makan dulu ya?". Ajak Farhan.
"Dengan senang hati bos". Jawab Anisa.
Anisa dan Farhan memilih tempat yang kosong. Sebab, siang ini food cart terlalu ramai.
"Itu mas". Tunjuk Anisa meja kosong di tengah-tengah.
"Mau makan apa nih?". Tanya Farhan.
"Emmm, pesan dimsum sama sosis jumbo aja deh". Ujar Anisa.
"Okee, tunggu sini ya". Jawab Farhan. Farhan meninggalkan Anisa untuk memesan makanan.
"Kecil-kecil kok makannya seabrek. Wkwkwk". Gumam Farhan.
Setelah beberapa saat, akhirnya Farhan membawakan makanan pesanan Anisa dan dirinya.
"Silahkan dinikmati". Ujar Farhan.
Anisa berbinar melihat makanannya.
"Biasa ajah lihat makanannya. Kayak belum makan sebulan ajah". Sindir Farhan.
"Hiissh, rese". Jawab Anisa. Farhan terkekeh.
"Kamu tadi gak pesan minuman. Jadinya saya belikan taetea". Ujar Farhan.
"No problem". Jawab Anisa.
Mereka menghabiskan makan siang menjelang sore dengan dibumbui cerita-cerita.
Selesai makan mereka memutuskan untuk sholat asar dan pulang. Tak terasa sudah 5 jam mereka didalam mall.
Perjalanan pulang sedikit terhambat. Jalanan lumayan macet. Sebab, jam-jam sekarang waktunya pulang kerja.
"Macet maas". Rengek Anisa.
"Iyaa, sabar". Jawab Farhan.
"Huft". Anisa membuang nafas berat.
Anisa memilih tidur dari pada menikmati perjalanan macetnya. Farhan yang melihat Anisa hanya geleng-geleng kepala terheran-heran.
"Baruuu aja ngeluh. Eh, udah pules. Untung saya orang baik-baik. Kalau tidak, sudah saya bawa kabur kamu Nis. Hahaha". Monolog Farhan.
Setelah beberapa saat berkecimpung dengan kemacetan, akhirnya mereka sampai dirumah Anisa.
"Nis? Nisa? Sudah sampai rumah nih. Ayoo bangun... Nis?". Farhan membangunkan Anisa.
"Hoaam... Udah sampai mas? Ya Allaaah, maaf mas... Aku tinggal tidur". Ujar Anisa. Ia malu sebenarnya. Bisa-bisanya tertidur dengan gampangnya.
"Iyaa gak papa. Maklum kok. Macet banget tadi". Jawab Farhan.
"Makasih mas. Mampir dulu?". Tanya Anisa sambil menuruni mobil.
"Gak usah. Udah sore juga. Saya pamit yaa". Ujar Farhan.
"Iya mas.. Hati-hati". Jawab Anisa.
Setelah Farhan pergi barulah Anisa masuk kerumab.
"Assalamu'alaikum". Sapa Anisa.
"Wa'alaikumussalam, gimana kencannya?". Ledek Kak Ical. Diruang tamu sudah ada Umi dan Abi juga.
"Kencan-kencan. Siapa yang kencan? Jelas-jelas lagi cari barang keperluan kampus". Jawab Anisa. Iapun duduk bersender di pundak Abi.
"Besok kamu istirahat total. Besoknya berangkat ke Jakarta". Ujar Abi dengan mengelus kepala anaknya.
"Iya bi". Jawab Anisa.
Bersambung....