Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Lamaran Wardah


Sore hari ini Anisa sudah siap dengan setelan sederhananya. Ia akan ke kampus bersama Farhan, Umi, Abi, Bunda, dan Ayah. Tentu saja untuk survey dekorasi yang sudah siap menurut kabar Caca. Tak lupa untuk bertemu Wardah tentunya. Sekaligus menjalin silaturrahmi dengan keluarga Eza.


Si kembar awalnya hendak diajak Anisa, tapi Mbah Uti tak merestuinya. Akhirnya si kembar ditinggal di rumah bersama Mbah Uyutnya. Tak lupa Anisa menyiapkan asi untuk si kembar jika sewaktu-waktu membutuhkannya.


"Bia berangkat dulu ya sayang," ujar Anisa mencium kening kedua anaknya.


Alhamdulillah kedua anaknya sama sekali tak menyulitkannya. Mereka tak rewel yang berlebihan. Jadi Anisa tega untuk meninggalkan mereka sebentar.


🌼🌼🌼


Sampai di kampus, mereka langsung menuju ruang khusus tujuan mereka. Tepat berada di aula hotel Universitas lantai 7. Ya! Belum lama ini Universitas Farhan telah membangun hotel. Akan diresmikan saat acara lamaran Wardah dan Eza juga.


Strategi marketing Ayah juga ini. Mumpung crew penyiaran tv Eza juga beroperasi, sekalian peresmian dan promosi nantinya. Hahaha.


Nanti Ayah akan berbincang-bincang langsung dengan Eza mengenai rencana peresmian hotel, serta acara lamaran dan aqiqohan. Sangat panjang jalan acaranya ini nanti pasti.


Yang ditunggu akhirnya datang juga. Farhan dan Abi menyambut mereka. Anisa, Caca, dan Wardah sudah berpelukan seolah mereka tengah reuni teman MTS.


Sayangnya si kembar tak ikut. Hampir semua orang menanyakannya. Bahkan Mama Eza juga penasaran dengan si kembar. Wardah dan Eza diajak untuk fitting gaun dan jas, sedangkan yang lain mencoba baju keluarga.


Acara yang awalnya hanya untuk lamaran dan aqiqah, ditambah harus ditambah dengan peresmian hotel Universitas. Atas permintaan Ayah tentunya. Beruntungnya Eza dan keluarganya tak keberatan untuk itu.


Belum sampai selesai, Anisa sudah ditelepon Mbak pengasuh kembar. Akhirnya Farhan meminta Mang Darma untuk menjemput si kembar. Untung saja jarak kampus dan mansion tak jauh. Farhan juga segera menyiapkan kamar khusus untuknya dan buah hati. Beruntungnya tujuan mereka memang tepat berada di hotel.


Anisa segera menghampiri kembar saat mereka sudah datang. Sang adik yang menangis, sedangkan sang abang tenang sentosa mengedipkan matanya. Wardah yang melihat kembar mengambil alih abang yang digendong Umi.


"Mbak, belum selesai riasannya," ujar petugas MUA mengejar Wardah.


Ternyata riasan untuk mempelai juga dicek. Daebak! Eza benar-benar mempersiapkan acara dengan totalitas. Dari dekorasi, hingga riasan seluruhnya dikroscek. Para penyiar juga sudah siap. Padahal acara akan dilaksanakan tiga hari lagi.


Wardah kembali ke tempatnya sembari menggendong Si Abang/ Upin. Jadilah Wardah dimake up dengan mengoceh pada Abang.


🌼🌼🌼


Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Acara yang paling ditunggu Anisa menyaksikan Wardah menjemput kebahagiaannya. Sejak setelah subuh tadi Anisa, Umi, dan Bunda sudah mengantri untuk dirias. Karena acara akan dimulai pukul 8. Acara peresmian dan aqiqahan yang berlangsung di awal membuat Anisa tergopoh-gopoh atau terburu-buru.


Anisa harus mendampingi sang suami di acara peresmian, kemudian dilanjutkan dengan acara aqiqahan si kembar. Untung saja perias pilihan Caca dan Kakak Eza sangat profesional. Jadi dapat mengejar waktu. Karena beliau juga akan merias Wardah nantinya. Si kembar juga sudah siap dengan setelan lucu mereka.


Acara yang sangat megah. Tak heran, karena Eza memang memiliki banyak relasi. Kebanyakan vendor yang dipakainya merupakan endorsmen. Mereka berbondong-bondong mengajukan bisnisnya agar dipromosikan oleh Eza ataupun Wardah.


"Yank," panggil Farhan yang kini menggendong Kembar.


"Iya Mas?" tanya Anisa.


"Ndak papakan acaranya digabung seperti ini," lirih Farhan.


"Nggak Papa Mas, aku seneng banget malahan... Bisa lihat Wardah nanti merasakan bahagia yang sesungguhnya," jawab Anisa.



Acara lamaran yang amat megah dipadukan dengan acara aqiqohan baby twins membuat tamu undangan yang sangat membeludak. Tepat setelah Ayah meresmikan hotel ini, kini saatnya acara aqiqohan dimulai. Farhan menggendong Abang beserta Adek sekaligus.


Diiringi sholawat nabi yang dipimpin oleh Eza, Farhan memutari tamu undangan para alim ulama' untuk memotong rambut si kembar. Doa-doa beliau panjatkan untuk dua anak kembar yang teramat lucu itu.


Dari subuh tadi, sebelum dimulainya acara, para santri sudah mengkhatamkan Al-Qur'an dan disambung doa oleh Abah Munif dan Abah Fadhoil (Kyai Eza di pesantrennya). Barulah diawal pembukaan Ayah meresmikan hotel ini.


Nama Kembar sudah terpampang dengan indahnya di sebuah panggung sisi kanan pelaminan lamaran nantinya.


...Arzan Ridz Gerald...


...&...


...Alzain Ridz Gerald...


Sebuah nama yang rangkai khusus oleh Anisa dan Farhan. Tentunya juga dengan nasehat-nasehat dari tetua yang sangat mereka hormati. Kedua anak itu sangat pengertian, tak rewel sama sekali selama acara berlangsung.


Hingga kini tibalah di penghujung acara, yang dilanjutkan dengan acara lamaran Wardah dan Eza.



Tampak Wardah turun dari tangga dengan gaun anggun mewah tapi tak terkesan norak. Wajah ayunya dengan kebiasaan make up natural, kini semakin cantik dengan make up yang lebih mate.


Dua bocil mengikuti Wardah berjalan di sisi kanan dan kirinya. Tak lupa dengan beberapa bridesmaids yang mengenakan gaun senada.



Dua nak kecil itu benar-benar menarik perhatian Anisa. Yang satu mengenakan gaun dengan pundak terbuka, dan yang satu mengenakan manset untuk menutupi pundaknya. Sangat lucu sekali. Dengan perlahan Wardah berjalan menghampiri sang Bunda dan Kakak yang ada di hadapannya.


"Wardah cantik banget ya Mas," ujar Anisa.


"Iya, dulu kamu juga cantik banget kok," jawab Farhan.


Sudah duduk di tempatnya, kini gilaran Papa Eza menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya dan dibalas oleh Kak Yusuf yang menjawabnya. Eza dan Wardah sudah berdiri berhadapan. Inilah momen yang ditunggu-tunggu, prosesi penyampaian perasaan oleh Eza kepada Wardah.


"Bismillahirahmanirahim. Hari ini dihadapan orang tua, keluarga, dan semuanya, izinkan saya menjadi bagian dalam hidup kamu. Saya berjanji akan selalu menjaga, menghadirkan kebahagiaan, serta menjalani suka duka bersama dengan penuh perasaan sayang yang Allah SWT berikan kepadaku," lirih Eza. Suasana haru atas rangkaian ucapan Eza tak dapat terelakkan lagi. Tangis haru Wardah dan Eza pun tak dapat dibendung lagi.


"Aku berjanji akan menjadi laki-laki yang terbaik untuk kamu, membiarkanmu tumbuh dengan penuh kasih dan cinta hingga akhir usia nanti. Dengan izin orang tuaku, maukah kamu menjadi istriku Wardah Alisha Khumairah?" sambung Eza.


"Bismillahirahmanirrahim, atas izin Allah dan restu Bunda, serta seluruh anggota keluarga, saya Wardah Alisha Khumairah menerima Mas Arzan Altezza Raditya Balindra sebagai calon suami. Terima kasih untuk Mas Eza yang sudah sabar dalam meyakinkan Wardah ataupun keluarga Wardah, terima kasih sudah hadir dalam kebahagiaan Wardah. Semoga niat dan rencana baik kita dapat memberikan barokah," jawab Wardah dengan penuh haru.


...Bersambung ...