
Maafkan Lhu-Lhu yang ngilang beberapa hari ini. Lhu-Lhu barusan terbang ke pulau sebelah. Lhu-Lhu tetap lanjutkan cerita Farhan dan Anisa kok...
.
.
.
Setelah perjalanan panjang akhirnya sampailah Farhan di mansion. Berkali-kali dipencet bel tak ada satu pun sahutan dari dalam kamar. Pak penjaga gerbang juga mencoba membantu Farhan tapi tetap saja. Sepertinya memang sudah terlelap semua.
Cklek!
Keluarlah sosok wanita paruh baya yang masih mengucek matanya. Mbak Yuli, salah satu asisten rumah tangga di mansion.
"Lho! Mas Farhan kok sudah pulang?" Kaget Yuli ternyata tamu malam-malam yang ia caci-maki tadi adalah majikan tampannya.
"Iya Yul, permisi, saya mau masuk," Jawab Farhan.
Mbak Yuli segera memberikan jalan kepada Farhan. Tengah malam begini kenapa tiba-tiba pulang? Bukankah rencana pulang majikannya itu besok sore atau hari esoknya lagi.
Farhan segera menarik koper kecilnya menuju kamar. Ia memang hanya membawa koper minimalis biasa. Tak ingin banyak bawaan.
Cklek!
Dilihatnya sang istri sudah tertidur dengan pulasnya. Wajar saja, Farhan sampai di mansion tepat pukul 1 dini hari. Farhan menyimpan koper bawaannya di dalam walk in closet. Bersih-bersih badan dan memilih baju santainya dan salat isya'.
Setelah selesai salat, perlahan Farhan merebahkan diri ke ranjag. Anisa tidur di tengah dengan posisi miring. Farhan sangat rindu dengan istrinya ini. Tak peduli lagi jika terakhir makan saat siang tadi.
Di sandarkannya pipi Farhan pada rambut indah nan wangi Anisa. Wanita yang sangat ia cintai setelah bunda. Perlahan rasa kantuk mulai menyerang. Padahal dari tadi di penerbangan hendak memejamkan mata saja rasanya seperti magnet yang bertolak belakang. Setelah sampai di samping Anisa, rasa nyaman dan tentram itu kembali hadir. Farhan dapat beristirahat dengan nyenyaknya.
.
.
.
Cklek!
Bunda membuka perlahan pintu kamar anak-anaknya. Ia baru saja mendapatkan laporan dari asisten rumah tangganya jika Farhan pulang tengah malam.
Awalnya bunda akan mengambil air minum sebelum melaksanakan salat tahajud. Tak tahunya ada Mbak Yuli yang tak bisa tidur setelah membukakan pintu untuk Farhan.
Bisa-bisanya sang anak pulang pada waktu yang tak seharusnya. Senyuman Bunda terukir ketika melihat Farhan memeluk Anisa dengan sayangnya. Anisa tampak pulas di pelukan Farhan. Sepertinya aroma sang calon ayah memang yang paling menenangkan. Anisa kini menghadap pada dada Farhan.
"Dasar budak tengil! Seenak jidat sendiri aja pulang dulu, ngerjain orang tua!" Gumam Bunda yang geram dengan tingkah anaknya.
Tentu saja ia tahu kelakuan sang anak. Pasti meminta teman berangkatnya untuk menyelesaikan keperluan di sana.
Bunda kembali menutup pintu kamar anak-anaknya. Tak ingin mengganggu. Biarkan Farhan istirahat sekaligus temu kangen dengan istrinya.
Tampaknya Farhan masih sangat lelah. Biarlah sekali ini mereka tak salat tahajud. Bunda benar-benar tak tega. Biasanya Anisa akan bangun di jam-jam saat ini. Mungkin karena terlalu nyaman ia tak terbangun kali ini.
Maaf ya, Lhu-Lhu upnya sedikit... Lhu-Lhu benar-benar merasa bersalah tak up, tapi Lhu-Lhu benar-benar sedang disibukkan dengan tugas kuliah dan magang di kota yang baru menurut Lhu-Lhu.... Mohon maaf sebesar-bezarny.... :"(